Sabtu, 21 Juli 2018

Ada Apa? Pusat Diminta Batalkan Pelantikan Pengurus PWI Dumai Periode 2017-2020

Dumai (riauoke.com) Dikabarkan pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai periode 2017-2020 versi Kambali cs bakal digelar dalam waktu dekat ini. Namun PWI Pusat diminta untuk membatalkan pelantikan tersebut karena dinilai beberapa permasalahan yang belum tuntas. Ada apa?



Demikian rilis yang dikirimkan Koordinator dari 10 anggota yang melakukan Walkout (WO) pada saat Konferensi Kota (Konferkot, red) PWI Dumai digelar 5 Desember 2017 lalu. "Kami meminta PWI Pusat agar membatalkan SK dan pelantikan pengurus PWI Dumai periode 2017-2020 karena hasil dari konferkot yang digelar pada bulan Desember 2017 cacat hukum dan terdapat banyak pelanggaran PD/PRT (Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga,red)," ujar Darwis Joon Viker dalam rilisnya, (25/4/2018).

Dijelaskan Darwis, selain masalah kepesertaan yang seharusnya belum memiliki hak pilih, terdapat beberapa poin pelanggaran Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) pada saat sidang pleno konferkot PWI Dumai berlangsung. "Selain masalah kepesertaan, juga terdapat beberapa poin pelanggaran PD/PRT pada saat sidang pleno itu digelar, salah satunya tentang pimpinan sidang sementara ketika pembahasan tatib, ternyata (pimpinan sidang sementara, red) bukan anggota PWI, itu melanggar PRT pasal 7," jelasnya.

Parahnya, lanjut pria yang akrab disapa Joon ini, saat sidang pleno berlangsung, banyak wartawan yang bukan anggota PWI juga turut hadir dan turut memicu kekisruhan.  "Ada juga (wartawan non PWI), malah ikut-ikutan menambah kekisruhan, ini ada apa?," tambahnya.

Darwis juga menyatakan bahwa salah seorang Pimpinan sidang defenitif turut menolak hasil konferkot tersebut, meskipun awalnya menandatangani hasil konferensi."Salah seorang pimpinan sidang defenitif juga menolak hasil konferensi tersebut," jelasnya.

Diakui Darwis, dirinya mewakili rekan-rekan yang menolak hasil Konferkot PWI Dumai pada Desember 2017 lalu tersebut sudah mengirimkan surat ke PWI Pusat dan PWI Riau, karena setelah yang 10 orang walk out, Kambali cs memaksakan konfrensi tetap dilanjutkan meskipun tidak kuorum.

"Yang dilakukan Kambali cs, kami menilai telah melanggar Pasal 35 PRT PWI yang menyebutkan Konfrensi sah jika dihadiri oleh sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah anggota biasa," jelas Darwis lagi.

Ironisnya, surat yang dilayangkan ke PWI Pusat dan PWI Riau sebanyak 2 kali, yakni tanggal 7 Desember 2017 dan 28 Febuari 2018, awalnya dapat respon yang baik dari PWI Pusat dan menjanjikan akan dilaksanakannya Konfrensi ulang. "Tapi, malah sebaliknya mengeluarkan SK kepada Kambali cs. Inikan sudah tidak benar dan ada keberpihakan," tegas Darwis.

"Parahnya lagi, PWI Riau usai konfrensi hingga saat ini tidak pernah memanggil atau mengkonfrontir kedua belah pihak untuk mencari informasi yang sebenarnya terjadi dan seakan-akan turut membenarkan pelanggaran PD/PRT PWI, tambah Darwis. Sekjend PWI Pusat Henry Ch Bangun, lanjut Darwis, saat dijumpai tanggal 12 Desember 2017 lalu di Kantor PWI Pusat di Jakarta pernah menjanjikan akan dilaksanakan konfrensi ulang usai acara HPN 2018 di Sumbar, karena menilai konfrensi 2017 tersebut tidak sah.

"Bahkan, Henry Ch Bangun mengatakan, anggota yang belum mengantongi kartu anggota biasa, meskipun kartunya sudah selesai dicetak oleh PWI Pusat dianggap belum memenuhi syarat sebagai peserta konfrensi," jelasnya. Namun, yang sangat mengejutkan, tiba-tiba PWI Pusat 'memaksakan' SK PWI Dumai versi Kambali cs diterbitkan, tanpa pernah memanggil atau mengkonfrontir kedua belah pihak.


"Kita sudah kirim surat ke PWI Pusat agar membatalkan SK dan menolak Pelantikan PWI Dumai versi Kambali Cs karena dinilai melanggar PD/PRT PWI dan juga ada dugaan tindak pidana pemalsuan tandatangan Sekretaris PWI Dumai, Darwis Joon Viker," pungkasnya. [] be es

 

Daerah

Ekonomi

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Senin 25 Juni 2018

Sayangkan Berita Hoax, Keluarga Besar Herman Makin Solid Mendukung Syamsuar-Edy

Sayangkan Berita Hoax, Keluarga Besar Herman Makin Solid Mendukung Syamsuar-Edy

Pekanbaru (riauoke.com) - Keluarga besar mantan walikota Pekanbaru Herman Abdullah tetap solid mendukung pasangan calon...