Kamis, 24 Mei 2018

Prajurit Batalyon 132 Bima Sakti Donorkan Darah

Salo (riauoke.com)  Sebanyak 32 kantong darah berhasil dikumpulkan tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kampar di Aula Batalyon 132 Bima Sakti Kecamatan Salo, Sebelumnya direncanaklan 100 orang prajurit akan mendonorkan darahnya namun karena adanya tugas negara hanya 50 orang yang berkesempatan ikut berpartisipasi memberikan donor namun hanya 32 orang yang dapat diambil darahnya setelah dilakukan pengukuran tensi darah.




Sekretaris Daerah Yusri selaku ketua PMI Kampar didampingi Ketua Markas PMI Dedi Sambudi mengucapkan banyak terimakasih kepada para prajurit yang telah menyumbangkan darahnya kepada perwakilan dari Batalyon 132 Lettu R.Sagala dan Letda Putra Zendrato yang saat itu ikut menyaksikan aksi donor darah di aula batalyon 132 Bima Sakti.

“Terima kasih atas partisipasi prajurit Batalyon 132 yang telah berpartisipasi dalam aksi donor darah ini, darah yang terkumpul ini sangat berarti bagi masyarakat kita yang membutuhkannya” ungkap Yusri

Sementara itu Lettu R.Sagala di dampingi Letda Putra Zendrato mengungkapkan inilah yang dapat dipersembahkan prajurit untuk membantu masyarakat dalam menambah ketersediaan jumlah darah di PMI agar masyarakat yang membutuhkan dapat terbantu dengan adanya donor darah yang diselenggarakan PMI ini.

“Hanya inilah yang dapat kami berikan dalam wujud partisipasi donor darah yang di gelar oleh PMI semoga darah tersebut dapat dipergunakan sebaik mungkin untuk masyarakat yang membutuhkannya”ungkap lettu R. Sagala [] zr

 

Hakteknas ke-23, Kemenristekdikti Gelar Bhakti Teknologi Untuk Negeri di Kampar

Kampar (riauoke.com)  Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti ) RI dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke – 23 tahun 2018 menggelar kegiatan Bhakti Teknologi Untuk Negeri di Kabupaten Kampar.


Dimana puncak kegiatan Bhakti tersebut kerjasama Badan Pengembangan dan Penelitian Daerah Provinsi  Riau yang dilaksaakan di Desa Pulau Tinggi Kecamatan Kampar, (15/5/18).
Bhakti teknologi tersebut dilaksanakan selama dua hari, hari pertamana digelar kegiatan pelatihan terkait system penanaman Padi Varietas Inpari Sidenuk dengan IPAD BO (Intensifikasi Padi Aerob terkendali Berbasi Organik).


Sementara hari kedua dihadiri langsung oleh Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Dr Ir Jumaen Appe,M.Si yang kegiatan dilakukan penanaman padi perdana di sawah Kelompok Tani Bambu Salam Desa Pulau Tinggi.


Bupati Kampar Azis Zaenal yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Kampar Dr Ir Aliman Makmur dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadapat Kemenristekdikti, dimana telah memilih Kampar sebagai tempat Bkahti teknologi untuk negeri.
Diakui Aliman, saat ini Kampar masih belum bisa ekspor beras. Jangankan ekspor, untuk memenuhi kebutuhan penduduk Kampar masih belum cukup.


Untuk itu dengan system Varietas Inpari Sidenuk ini, semoga produksi beras di Kampar kedepan bisa lebih jauh meningkat. Walaupun sejauh ini Kampar kembali telah mengalami kenaikan produksi beberapa persen beras per tahun.


Sementara itu Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Dr Ir Jumaen Appe,M.Si dalam arahannya menyampaikan dalam hal ini, bahwa kegiatan Bhakti Teknologi ini merupakan dalam rangka Hakteknas yang jatuh pada 9 Agustus 2018 yang puncak peringatannya dilaksanakn di Provinsi Riau.


Untuk diketahui terkait Sineduk, hasil dari penelitian para peneliti di Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) membuktikan bahwa varietas padi ini selain unggul dalam produktivitas gabah, juga tahan terhadap serangan hama dan penyakit.


Kepala Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) Prof Dr Djarot Sulistio W yang juga hadir pada acara tersebut menjelaskan, bahwa Soneduk merupakan pengembangkan varietas padi unggul yang tahan hama, punya produktifitas tinggi dan rasa enak lewat teknologi radiasi.
Saat ini, BATAN mempunya dua varietas padi hasil radiasi baru, yakni Sidenuk dan Mugibat. inpari Sidenuk dapat dipanen pada usia 110 hari  serta tingkat produktivitas Sidenuk sebanyak, 11,36 ton per hektar. []zar

PDAM Tirta Kampar Jamin Ketersediaan Air Bersih Selama Ramadhan

Bangkinang (riauoke.com) –Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kampar menjamin ketersediaan air bersih selama bulan suci Ramadhan meskipun Direktur PDAM Kampar M. Rusdi mengakui adanya peningkatan pemakaian baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun Rumah ibadah.




"Persedian air bersih selama bulan suci Ramadhan masih aman, meskipun nanti ada kendala kita sudah menyiapkan tiga mobil tengki untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih termasuk Masjid dan Musholla,” ujar Rusdi saat ditemui diruang kerjanya.


Agar terpenuhinya ketersediaan air dirumah ibadah, Rusdi berharap pengurus bisa memberitahukan ke PDAM Kampar satu hari sebelum dibutuhkan, agar pihaknya bisa menyiapkan air tanpa dipungut biaya alias gratis.

"Seperti pada tahun sebelumnya kita yang paling sering menyuplai sir mengunakan mobil Tengki untuk Kebutuhan Masjid dan Musholla di daerah XIII Koto Kampar karena biasanya Rumah ibadah di daerah ini ramai digunakan para pengendara yang melewati jalur tersebut," kenang Rusdi.

Dirinya juga menghimbau kepada pelanggan dan masyarakat agar tidak boros dalam mengunakan air, karena mengingat di bulan Puasa ini cuacanya cukup panas yang menyebabkan ketersediaan air bersih berkurang dan kebutuhan meningkat.[] zar

 

Bulan Puasa OPD Tetap Maksimal Dalam Melayani Masyarakat

Bangkinang (riauoke.com)  Memasuki Bulan Suci Ramadhan 1439 H, Aktipitas seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kampar tetap maksimal dalam melayani masyarakat.




Hal tersebut di sampaikan Bupati Kampar H Azis Zaenal melalui Asisten III Setda Kampar Ir Nurhasani,MM saat memimpin apel Gabungan di Halaman Kantor Bupati Kampar, (14/5/18).

Nurhasani menegaskan, bahwa tidak ada waktu libur bagi perangkat daerah selama bulan puasa kecuali sabtu minggu atau tanggal merah, dalam hal ini hanya saja jam kerja sedikit berobah.

Dimana berdasarkan edaran kementerian Pendayaanaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI  Nomor 336 tahun 2018 kemungkinan biasanya hari senen sampai kamis jam masuk pukul 07.30 wib pulang jam 16.00 wib, selama ramadhan masuk jam 08.00  wib dan pulang 14.00 wib serta hari Jum’at masuk pukul 08.00 wib, pulang pukul 14.30 wib.

Dengan demikian, harapan kepala daerah selama bulan puasa pelayanan terhadap masyarakat tetap seperti biasa, jangan sampai ada OPD baru pukul 10.00 wib kantor sudah kosong.

Dalam hal ini juga, kegiatan rutinitas sebagai Aparatur Sipil Negara. Apel pagi ditiadakan. Akan tetapi walau tidak ada rutinitas apel pagi dan sore, seluruh ASN dan THL diharapkan bisa masuk kantor pada jadwal yang telah ditetapkan. [] zar

 

Bupati Kampar Bersama Dirjen Kemenristekdikti Dijadwalkan Lakukan Tanam Padi Perdana

Kampar (riauoke.com) Dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke – 23, Menristekdikti (Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi) kerjasama Badan Pengembangan dan Penelitian Daerah Provinsi  Riau melakukan Bhakti Teknologi di Kabupaten Kampar.




Dalam hal ini dijadwalkan Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Dr Ir Jumaen Appe,M.Si bersama Bupati Kampar H Azis Zaenal,SH,MM pada puncak kegiatan akan melakukan Tanam Padi Perdana bersama di Desa Pulau Tinggi Kecamatan Kampar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian Daerah Provinsi  Riau Drs Arbaini,HT saat membuka Pelatihan Penanaman Padi Varietas Inpari Sidenuk di Desa Pulau Tinggi Kecamatan Kampar, (14/5/18).

Arbaini menjelaskan, selain Bupati Kampar juga dijadwaljkan hadir pada acara puncak bhakti nantinya Plt Gubernur Riau H Wan Hasyam Thamrin dan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Ir. H. Ferry. HC, M.Sc dan Kepala Dinas Pertanian TPH Kampar Henry Dunan.

Abraini menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan pelatihan terkait system penanamn Padi Varietas Inpari Sidenuk dengan IPAD BO (Intensifikasi Padi Aerob terkendali Berbasi Organik).

Dalam hal ini kegiatan penanaman diawali pada hari pertama acara Pelatihan bagi kelompok Tani yang ada disetiap Kabupaten/Kota di Provinsi Riau dengan peserta lebih kurang 100 orang.

Untuk diketahui juga, Bhakti dalam rangka Hakteknas yang jatuh pada 9 Agustus 2018 merupakan yang pertama dilaksanakan di Pulau Sumatera tepatnya dilokasi  Kelompok Tani Bambu Salam Pulau Tinggi Desa Pulau Tinggi Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar  Provinsi Riau.

Sementara itu Camat Kampar Amriyudo menyampaikan apresiasi terhadap  Menristekdikti dan Balitbang Provinsi Riau yang telah memilih Kabupaten Kampar atau Kecamatan Kampar sebagai pusat kegiatan Bhakti.

Diakui juga,  memang saat ini Kelompok Tani bambu Salam Desa Pulau Tinggi memiliki potensi produksi pertanian khsusnya pertanian tanaman padi yang cukup tinggi di Kabupaten Kampar. []zar

 

Ibrahim Lisut Jabat Ketum IKD Kabupaten Kampar

Dumai (riauoke.com)- Ikatan keluarga Dumai Kabupaten Kampar ( IKDKK) periode 2018-2021 secara resmi ketua umumnya dijabat oleh H Ibrahim Lisut, B. Sc didampingi Sekretaris Jenderal Drs Abu Bakar. Ma.

Sampan Hias Ikut Andil Dalam Iven Balimau Kasai

Bangkinang (riauoke.com) Sampan hias akan menghiasi iven Balimau kasai di Desa Batu Belah Kecamatan Kampar dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1439 H/2018 M yang di yang dimulai dari Desa Muara Uwai Kecamatan Bangkinang  dan berhilir sampai Desa Batu Belah Kecamatan Kampar sebagi Pusat kegiatan Balimau Kasai.

Sudah 14 tahun Menunggu, Akhirnya Dana Kompensasi Diterima Masyarakat Siabu

Salo (riauoke.com) – Ketidak nyamanan yang sudah lebih kurang 14 tahun antara masyarakat Siabu dengan PT Ciliandra akibat tidak adanya kesepakatan masyarakt dengan pihak erusahaan akhirnya seleai.



Minimal bantuan dana kompesnasi melalui Koperasi Maju Bersama untuk masyarakat setempat dengan PT Ciliandra ini telah diselesaikan oleh Bupati Kampar H Azis Zaenal,SH,MM.



Dalam hal ini Bupati Kampar Azis Zaenal  secara simbolis menyerahkan dana Kompensasi dari PT Cialiandra tersebut dilapangan Bola Poly Desa Siabu Kecamatan Salo, kamis siang (10/5/18).



Bupati Kampar sebelum menyerahkan dana tersbeut dalam arahannya menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat Siabu, dimana permasalaahn atau permintaan mereka yang sudah tiga kali pergantian Bupati belum terwujud.



Akan tetapi Allhamdulillah dengan niat Azis Zaenal menjadi Bupati untuk mensejahterakan masyarakat Kampar khususnya masyarakat Siabu, apa yang menjadi keingian masyarakat tercapai termasuk salah satu pembangunan sebuah jembatan di Desa Siabu .



Baru menjabat lebih kurang 3 bulan dan dengan waktu cuma 3,5 jam bertemuan langsung dengan pimpinan tinggi PT Ciliandara di Rumah Dinas beberapa waktu yang lalu, akhirnya hal yang menjadi idaman masyarakat Siabu terkabulkan.



Dengan perjuangan tersebut, allhamdulillah selama 7 tahun kedepan, warga Siabu yang lebih kurang 1533 kepala keluarga (KK) akan menerima Rp 500 juta/bulannya atau dalam setahun akan menerima Rp 6 milyar dan dengan selama 7 tahun akan menrima Rp 42 milyar.



Dengan demikian setelah selama 7 tahun, kebun pola KKPA masyarakat tersebut insyaallah akan dikembalikan lagi kepada masyarakat.” ungkap Azizs.



Untuk itu, Azis Zaenal berharap kepada masyarakat Siabu kedepan untuk tidak lagi mudah diadu dompa oknum yang berkepentingan sendiri. Apabila ada yang menjadi permasalahan mari kita bicarakan besama, baik dengan Bupati maupun bersama melalui Forkopimda Kabupaten Kampar.



Intinya apabila tidak bisa menjadi Motivator, janganlah kita menjadi propokator, hanya untuk mendapatkan keungtungan sendiri, masyarakat banyak jadi korban.”tegas Azis”. Zar

Ratusan Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi Budaya Melayu Riau sebagai Muatan Lokal

BANGKINANG (riauoke.com)- Ratusan kepala sekolah dari tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Kampar mengikuti sosialisasi budaya Melayu Riau sebagai muatan lokal wajib SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Kampar di Gedung Guru Kabupaten Kampar, Selasa (8/5/2018).

Sosialisasi ini mengangkat tema mengembalikan marwah Kampar sebagai mata air peradaban Melayu Riau.

Tampil sebagai penelis adalah Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Drs Al Azhar, Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Riau Drs Werkanis AS,M Pd dan tokoh muda Kampar Yuyun Hidayat, MSc.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Santoso. Turut hadir ratusan kepala sekolah tingkat SD/MI, SMP/MTs, Ketua Komunitas Peduli Bangsa (KPB) Afrida Yani, Direktur Smart Neutron Mudiono dan undangan lainnya.

Ketua Yayasan Gahara Masrinur,SHI yang juga ketua panitia sosialisasi budaya Melayu Riau sebagai muatan lokal wajib SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Kampar mengatakan, sosialisasi ini digelar menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 tentang Pembelajaran Muatan Lokal dan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Riau dan Peraturan Gubernur Riau tentang pembelajaran muatan lokal Melayu Riau.

Masrinur menjelaskan, Yayasan Gahara yang telah berdiri tahun 2015 dan bergerak dipembelajaran muatan lokal dan tentang budaya Melayu telah melatih guru-guru di kecamatan di Tapung dan Kampar Kiri tentang pelajaran muatan lokal budaya Melayu Riau.

Bupati Kampar yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Santoso dalam sambutannya menyampaikan, berbanggalah menjadi orang Melayu Riau dan lebih bangga lagi karena Bahasa Indonesia diambil dari bahasa Melayu Riau.

Ia mengajak masyarakat Kabupaten Kampar melestarikan adat budaya Melayu Kampar karena seni budaya Kampar bernilai tinggi dan dikenal daerah lain hingga negara tetangga. "Salah satu yang perlu dilestarikan adalah cara memainkan alat musik tradisional seperti gong dan calempong," kata Santoso.

Sementara itu Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Riau Werkanis, AS dalam pemaparannya menyampaikan, yang perlu dikembangkan di Riau adalah potensi muatan lokal itu sendiri.

Kemudian yang terpenting yang untuk dikembangkan salah satu adalah budaya disiplin dan spirit serta semangat.

Mengenai kurikulum tentang Budaya Melayu Riau, materinya akan dibuat oleh Lembaga Adat Melayu Riau dan Tim pengembang kurikulum muatan lokal.

Selanjutnya Ketua LAM Riau Al Azhar dalam pemaparan materinya mengungkapkan, muatan lokal muncul dengan dua alasan.  Pertama, tahun 1980an muatan lokal sudah ada di sekolah. Waktu itu Dinas Pendidikan Provinsi Riau dipimpin oleh Arifin DS dan dilanjutkan oleh Soemardi Taher. Tahun 2010 ada pengembangan oleh Dinas P dan K Provinsi Riau.

Tahun 2013 pemerintah mengembangkan kurikulum 2013 atau K13. Muatan lokal dalam K13 secara teoritis terdapat dalam dua hal yakni, materi menggunakan kearifan lokal dan muatan lokal budaya Melayu Riau baru bisa dilaksanakan sepanjang ada payung hukumnya.

Ia menuturkan, Perda Penyelenggaraan Pendidikan yang didalamnya terdapat muatan lokal wajib budaya Melayu Riau saat itu belum bisa digunakan karena masih menunggu Peraturan Gubernur (Pergub).  Namun Pergub itu sempat mangkrak selama dua tahun. LAM Riau akhirnya mendorong terbitnya Pergub dengan membuat rancangan Pergub sehingga lahirlah Pergub Muatan Lokal Wajib Budaya Melayu Riau.

Kemudian pada tahun 2016 terjadi peralihan lagi di sistem pendidikan. SMA sederajat pindah kewenangannya ke Pemerintah Provinsi Riau sehingga Perda yang sudah ada menjadi kadaluarsa dan perlu membuat Perda yang baru lagi.

Al Azhar mengungkapkan, BAB mengenai wajib budaya Melayu Riau ini sempat dihapus, namun beruntung saja ada orang yang memberitahunya sehingga muatan lokal budaya Melayu Riau dalam Perda tersebut tidak berubah. "Titik koma tak dirubah. Perda itu sudah disahkan dan artinya muatan lokal  tetap ada," katanya.

Alasan kedua perlu adanya muatan lokal Melayu Riau karena saat ini Indonesia menghadapi bermacam-macam krisis, multi dimensi. Namun krisis yang paling fundamental adalah kritis akhlak, krisis moral. Dalam bahasa adat disebut krisis jati diri. "Itu yang paling dahsyat," tegas Al Azhar.

Ia juga mengungkapkan persoalan narkoba yang saat ini sudah merajalela hingga ke pelosok desa. LAM Riau akan menghadap Polda bagaimana mencari solusi terhadap hal ini.

Lebih lanjut dikatakan, muatan lokal budaya Melayu Riau disusun sedemikian rupa. Diantaranya pengetahuan keRiauan sekitar 40 persen dan 60 persen mengenai lingkup dirinya.

Penelis lainnya Yuyun Hidayat yang juga tokoh muda Riau asal Kabupaten Kampar  
sangat setuju sekali adanya muatan lokal
di sekolah.

Dikatakan, orang Kampar luar biasa dan banyak memiliki potensi. "Jumlah orang Kampar dan berhasil di Malaysia mendekati dua  juta orang belum lagi di daerah lain," ulasnya.

Ia juga mengungkapkan,  banyak terjadi kemunduran akhlak dan karakteristik generasi muda saat ini. "Yang namanya anak-anak merupakan kertas putih kosong, yang mengisi itu kita orang tua sendiri. Mengajarkan anak-anak sebagai pemimpin lah, pekerjakah itu terserah kita. Anak itu hanya mengikuti. Dia belajar dari apa yang dia tahu, lihat," bebernya.

Orang tua juga harus mampu memfilter hal-hal yang tidak baik dari penggunaan teknologi. "Banyak dari kita tak pernah mau belajar mengikuti perkembangan teknologi. Anak-anak banyak tahu Facebook dan internet, harusnya kita lebih banyak tahu tentang internet karena kita memfilternya," ucap Yuyun. Zar

BNI berikan 200 Juta untuk renovasi Islamic Center

Bangkinang (riauoke.com) Bupati  Kampar Azis Zaenal  didampingi Sekretaris Daerah Yusri menyambut rombongan BNI yang dilanjutkan dengan rapat yang digelar di lantai III Kantor Bupati Kampar.

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Daerah

Rabu 23 Mei 2018

Kampar Gerai Pertama Garuda Indonesia di Riau

Kampar Gerai Pertama Garuda Indonesia di Riau

Bupati Kampar (riauoke.com): Berikan Implikasi Bagi Pembangunan KamparBangkinang (KAMPARKAB) : Dengan dibukanya Gerai Garuda Indonesia...

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Rabu 23 Mei 2018

Lagi, Ayat Cahyadi Dkk Turun Gunung Ikut Menangkan Syamsuar-Edy

Lagi, Ayat Cahyadi Dkk Turun Gunung Ikut Menangkan Syamsuar-Edy

PEKANBARU (riauoke.com) – Ketua Pemenangan PKS Kota Pekanbaru H Ayat Cahyadi kembali turun gunung, berkampanye...