Minggu, 18 November 2018

Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun ke-90, Pemkab Apresiasi Prestasi Pemuda Kampar

Bangkinang Kota (riauoke.com): Pemerintah Kabupaten Kampar sangat mengapresiasi atas prestasi yang di raih oleh pemuda Kampar pada berbagai ajang baik nasional maupun prestasi internasional.
Momen ini mari kita jadikan sebagai motivasi dan lebih giat dan gigih dalam membangun Kampar sesuai dengan visi dan Misi Bupati dan wakil Bupati Kampar.



Dan tak kalah pentingnya para pemuda harus dapat menembus tembok berbagai kendala yang dihadapi oleh pemuda saat ini jauhi narkoba dan raih prestasi setinggi-tingginya.

Demikian disampaikan oleh Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto saat menjadi Inspektur Upacara pada peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke 90 Tahun 2018 tingkat Kabupaten Kampar yang diadakan di Halaman upacara Lapangan Pelajar Bangkinang Kota pada hari Senin (29/10/18).

Selain itu disampaikan oleh Wakil Bupati Kampar yang membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi bahwa pada peringatan Hari Pemuda RI Tahun 2018 ini sebagai tonggak dimulainya bersatunya pemuda dalam membangun bangsa dan satukan bangsa yang telah dimulai sejak 1928 silam.
Bangun pemuda satukan bangsa, tema ini untuk bangun pemuda yang mandiri serta miliki daya juan, Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi sehingga dapat meningkatkan Integritas pemuda, di samping lain ada juga informasi yang menyesatkan sehingga dapat difilter untuk membendung pengaruh tersebut,” kata Bupati Kampar.



Pemuda yang maju, pemuda berkarakter, miliki kapasitas dan siap bersaing, revolusi mental yang digaungkan pemerintah adalah untuk menciptakan pemuda yang maju untuk menuju bangsa yang hebat, tambah Catur Sugeng lagi.

Pemuda Indonesia yang hebat ini terbukti dengan prestasi Asian Games dan Asian Para Games, kerja keras untuk mewujudkan cita-cita dan capai prestasi yang gemilang dimana Kabupaten Kampar ikut menyumbangkan pemudanya dalam ajang internasional ini.

Ditambahkan Wabup Sebentar lagi kita akan mengadakan pemilihan Presiden dan anggota legislatif, partisipasi pemuda harus pro Aktif salam menyukseskan agenda nasional tersebut.
Pada kesempatan tersebut Pemerintah Kabupaten Kampar menyerahkan piagam penghargaan kepada para pemuda yang telah meraih prestasi tersebut yang di torehan Atlit Kampar yang telah tampil dan mengharuskan nama Indonesia pada Asian Para Games Tahun 2018 di Jakarta Palembang, Leani Ratri Oktila Atlit Bulu Tangkis dengan perolehan medali 2 emas 1 Perak, Syuci Indriani Renang dengan 2 Medali emas, 1 Perak dan 1 perunggu, Zaki Zulkarnain Atlit Renang dengan 1 medali Perunggu, Rino Siaputra Atlit Renang NPC.

Begitu juga terhadap remaja berprestasi Juara III lomba karya tulis ilmiah kependudukan tingkat nasional, Faza Raihan Asal sekolah SMA N I Kampar Timur, Muhammad Fauzan Hawari Juara I jalur pendidikan Duta Genre Tingkat Nasional asal SMA N I Bangkinang Kota.

Putri Berprestasi penyanyi dan presenter Single kedua yang baru rilis di Indonesia dan menjadi lagu kedua yang meramaikan pemberitaan sebagai pemudi asal Kabupaten Kampar atas nama Liza Aditya asal sekolah SMPN I Bangkinang Kota.

Kelompok pakaian adat yang ditampilkan oleh siswa SMAN I Bangkinang Kota yamh membacakan Ikrar terhadap komitmen tehadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hadir pada Upacara peringatan tersebut Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri, S.Ag, Forkopimda Kampar, Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Drs Yusri M.Si, Kepala OPD dilingkungan Pemkab Kampar dan para ASN serta di ikuti oleh OKP dan pelajar

Bupati Kampar Azis Zaenal: Buat Perencanaan yang Masuk Akal

Bangkinang (riauoke.com) Dalam percepatan pembangunan Kabupaten Kampar serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, dalam hal ini yang dianggarkan disetiap Dinas Terkait, kedepan untuk menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) diminta betul-betul membuat perencanaan yang masuk akal.




Hal tersebut ditegaskan Bupati Kampar H Azis Zaenal, SH, MM saat memimpin rapat evaluasi APBDP tahun 2018 diruang rapat lantai III Kantor Bupati Kampar Bangkinang Kota, (26/10/18)

Rapat yang didampingi Sekda Kampar Drs Yusri, M. SI tersebut, Bupati Kampar secara rinci meminta keterangan atas anggaran dan kegiatan yang dilaksanakan disetiap OPD tahun 2018. Mendengar keterangan dari setiap Kepala Dinas, Bupati Kampar meminta setiap Dinas untuk membuat anggaran atau kegiatan yang sangat bermanfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

dimana disetiap keterangan para kepala Dinas, terlihat banyak kegiatan yang kurang bermanfaat dan banyak juga kegiatan yang bermanfaat, sehingga anggaran yang ada didinas yang bermanfaat bisa saja ditambah dalam APBDP serta APBD murni 2019, sementara kegiatan yang kurang bermanfaat anggaranny dibuang atau dialihkan.

Untuk diketahui bahwa dalam Undang-undang seharusnya 25% dari anggaran APBD setiap daerah dijadikan untuk Infrastruktur, akan tetapi Pemda Kampar sejauh ini hanya menggunakan anggaran untuk infrastruktur hanya 15%. Dimana untuk belanja langsung atau belanja pegawai saat ini terlihat 70%  sementara untuk belanja tidak langsung hanya 30%.

Dengan demikian bagaimana kita dapat membangun Kampar yang lebih baik khusus nya melalui pembangunan Infrastruktur. Untu itu Bupati Kampar mengharapkan, apabila dana yang tersedia di setiap OPD memungkinkan tidak akan habis dalam waktu lebih kurang satu bulan kedepan, diharapkan kan dana tersebut bisa dialihkan atau dipindahkan ke pembangunan Infrastruktur melalui OPD yang berwewenang dalam hal  Infrastruktur. []zar

 

Jumat Barokah, Tim Polresta Pekanbaru Kunjungi Petani Kebun Ini

PEKANBARU (riauoke.com) - Ribuan langkah kaki berjalan yang dilaksanakan oleh tim Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru saat mengunjungi rumah lelaki tua yang bekerja sebagai petani kebun di Jalan Kampung Baru Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Jum'at siang (26/10/2018) pukul 14.00 WIB.

Lelaki tua tersebut bernama Bibit (85) tinggal dengan seorang anak dengan kondisi rumah panggung yang terbuat dari papan. "Beginilah kondisi rumah saya pak, rumah panggung yang terbuat dari papan lama yang sudah mulai lapuk," ungkap Mbah Habib yang baru 40 hari ditinggal istrinya.

"Alhamdulillah, saya diberikan rezeki oleh Tuhan melalui tim Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru. Saya sangat merasa terbantu dengan bantuan ini. Biasanya kalau ga ada beras kita makan roti bersama teh panas saja. Jadi, ini sangat bermanfaat bagi saya dan bapak. Terimakasih Jum'at Barokah, " terang mbah Habib.

Ucapan terimakasih juga keluar dari lurah Bambu Kuning, Samsuri mengucapkan rasa terimakasihnya yang begitu dalam kepada Kapolresta Pekanbaru, Wakapolresta dan tim Jum'at Barokah Pekanbaru yang telah membantu warganya untuk yang kedua kalinya. Kunjungan Tim Jum'at barokah memberikan bantuan berupa bahan sembako serta saleri kepada keluarga yang tidak mampu setiap minggunya.

Sementara Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH diwakili Wakapolresta AKBP Edy Sumardi P SIK menyebutkan kegiatan kegiatan ini merupakan bentuk adanya rasa kepedulian Polri khususnya Polresta Pekanbaru kepada masyarakat uang yang kurang mampu di kota Pekanbaru.

"Kegiatan ini setiap minggunya kita lakukan oleh tim Polisi Peduli dan Berbagi Jum'at Barokah Pekanbaru dengan mengumpulkan infak serta sedekah dari kawan-kawan anggota personil Polresta Pekanbaru serta ada beberapa donatur yang memberikan bantuan,"imbuh Wakapolresta

Selain Wakapolresta Pekanbaru, kegiatan ini diikuti oleh penasehat Jum'at Barokah Prof Dr Hj Narnia SE MS, ketua LBP2AR, Perempuan LIRA, ICMI muda Riau, Kapolsek Tenayan Raya, adinda Bulan Karunia R beserta orangtuanya dan tim Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru. (*)

Festival Equator III Lipat Kain kenalkan 7 Wonder Of Equator dan Pasar Digital

Kampar Kiri (riauoke.com) - Festival Equator ke 3 yang diselenggarakan dihalaman tugu Equator lipat kain mulai dari tanggal 25-28 Oktober 2018 masih berlanjut dengan beragam rangkaian acara yang diagendakan untuk menyambut kunjungan wisatawan, Jumat (26/10).

Hadir dalam acara festival Equator 3 Kementerian Pariwisata Fitri Rosyanti bidang pemasaran I regional I beserta Generasi Pesona Indonesia(GenPI) Indonesia, Riau dan Kampar, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Fahmizal, Anggota DPRD Kampar Habiburrahman , Repol serta Kepala Dinas Pariwisata Kampar diwakili Nur Azman selaku Kabid Pemasaran, Penggerak Kampar Naik Kelas Yuyun Hidayat. Beberapa pengunjung hadir dalam festival Equator ke 3 datang ke acara dengan menggunakan sepeda dari Pekanbaru sekaligus menikmati keindahan alam.

Perwakilan Kementerian Pariwisata Rosyanti berpesan kepada para pegiat seni serta pemuda Generasi Pesona Indonesia, beserta stakeholder lainnya harus bekerjasama dalam memajukan Pariwisata di Provinsi Riau.

Kepala Dinas Pariwisata Riau mengapresiasi kegiatan ini karena  menampilkan ke originalitas dari suatu budaya masyarakat lokal yang memiliki nilai  jual di bidang pariwisata serta didukung oleh  lokasi dan panorama yang indah.

"Nilai budaya yang orisinal menjadi nilai jual tersendiri berbalut budaya masyarakat dalam festival Equator III ini mengenalkan kepada masyarakat 7 destinasi wisata yang ada disekitarnya dan semoga dapat kita tingkatkan, pariwisata Riau berbasis budaya karena kita tidak memiliki pantai berpasir putih, untuk itu kita akan terus mengembangkan potensi wisata budaya yang ada bersama kearifan lokal yang akan mendorong pariwisata di Riau, untuk tahun ini saja 4,7 triliun perputaran uang dari sektor pariwisata, semoga kedepannya dapat kita tingkatkan."Ungkap Fahmi

Sementara itu, Ketua Komunitas bengkel seni serantau Kampar kiri Dodi dalam mempersiapkan festival Equator III ini juga melibatkan sejumlah pegiat seni dan pariwisata lainnya untuk menyukseskan acara ini diantaranya Komunitas Papala Padang sawah, Komunitas Motor KKMC, GenPI, maupun masyarakat dan unsur masyarakat Desa.

"Pesan utama festival Equator III adalah menyampaikan 7 destinasi yang ada disekitarnya serta dikemas dalam 7 Wonder Of Equator, diantaranya Tugu Khatulistiwa, Lokomotif, Airterjun Koboko setinggi 15 Meter, Komplek Balai Adat, Makam Dt Kumbuok dengan panjang makam 6 M yang konon itu hanya panjang badannya saja belum ukuran seluruh tubuh yang memiliki akses dengan jonjang 40, Takau Godang ukuran diameter 1,5 x 1,5 Meter, Alam Bendungan."Ungkap Dodi

Festival Equator III merupakan Event tahunan yang ke tiga kalinya, 25-28 Oktober 2018, diantaranya menampilkan  masak kalamai sebanyak18 kanca, masak pekasam sebanyak 5 dapur, Fashion Show 90 orang, lomba mewarnai 89 orang yang diikuti oleh 3 kecamatan, menampilkan Film pendek dari 5 komunitas, serta menghadirkan pengisi acara 7 orang, Panggung seni dari 6 komunitas, serta mengundang Bintang tamu Tim Kesenian Randai dari Desa Pangkalan Serai perbatasan Kampar dan Sumbar yang telah ada dari tahun 1972.

Selain itu juga menyelenggarakan Pasar Equator dengan konsep pasar digital dimana mata uang rupiah harus ditukarkan dengan uang yang hanya berlaku di pasar Equator mulai dari nominal 5000 sampai 50.000 dimana pengunjung akan melihat berbagai stand yang berjumlah lebih dari 20 stand, diantaranya stand yang melibatkan pihak swasta seperti minuman hdyrococo, Capella, bank Riau, RS awal Bros, sirup kurnia, serta stand dagangan masyarakat yang menjual hasil pertanian seperti jeruk, kuliner khas Kampar kiri pekasam, sambal kacau, sambal tokok, kiabu, kelapa muda,gulai cendawan yang dimasak dengan ikan, Gulai kiasak.(Diskominfokampar/DAT)

Rawan Longsor, Dishub Kampar Pasang Rambu Peringatan

BANGKINANG (riauoke.com)-Tingginya intensitas hujan di Kabupaten Kampar dalam sebulan terakhir harus diwaspadai masyarakat. Terutama terjadinya tanah longsor di ruas jalan Candika di depan kantor dinas parawisata Kampar.

Dinas Perhubungan (Dishub) berusaha memasang rambu-rambu jalan sebagai peringatan kewaspadaan bagi pengguna jalan raya,Kamis (24/10/18).


Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar,Mahadi melalui Kabid Lalu Lintas Yusnizar mengatakan, pihaknya telah menginventarisir sejumlah titik jalur lalu lintas yang memiliki potensi terjadinya tanah longsor. Baik itu longsoran tanah tebing maupun longsoran jalan yang tergerus air hujan dan banjir.

"Titik lokasinya hampir merata di sepanjang jalan Lintas Riau Sumbar,Jalan Lintas Candika serta daerah bertebing lainya di wilayah  Kabupaten Kampar ," kata Yusnizar.

Di sejumlah titik jalan yang dinilai potensi rawan longsor tersebut, menurut Yusnizar, Dinas Perhubungan (Dishub) berusaha memasang rambu-rambu jalan sebagai peringatan kewaspadaan bagi pengguna jalan raya.

Terutama bila terjadi hujan intensitas tinggi maka pengendara harus ekstra waspada. Bahkan, pengendara sebaiknya berhenti di tempat yang dinilai aman untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan.

Dishub sendiri, ungkap Yusnizar, senantiasa melakukan patroli jalan raya untuk mewaspadai titik jalan rawan tersebut. Dengan demikian, apabila dinilai ada jalan raya yang tingkat kerawanannya cukup tinggi terjadinya tanah longsor maka akan dilakukan antisipasi berkoordinasi degan instansi terkait yaitu dinas PUPR Kampar.

"Sebisa mungkin terjadinya musibah tanah longsor hingga menutup jalan raya bisa dilakukan antisipasi. Makanya kami saat ini intensif melakukan pemantauan kondisi jalan raya sekarang ini," ucap Yusnizar.(Mahnizar)


Wakil Bupati Kampar: Kades Harus Lakukan Inovasi Sesuai Potensi Desa

Bangkinang Kota -Pemerintah Kabupaten Kampar  menggelar Bursa Inovasi Desa rahuj 2018 di Gor Sport Center Bangkinang. Sebelum sambutan Wakil Bupati Kampar, Calempong Kaloborasi Kelasik Gong Kabupaten Kampar menampilkan suatu hiburan dikiu gubano "cak la bongi ama kau di serta baghandu".




Dimana sebelumnya berbagai iven telah diikuti oleh kesenian yang dinamakan Celasik Gong baik tingkat Provinsi, Nasional bahkan Internasional seperti Malaysia. Kegiatan yang berlangsung semarak dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Catur Sugeng Susanto, SH didampingi Sekda Kampar Drs Yusri,M.Si tersebut ditandai dengan pemukulan gong dan peninjauan  stand bursa.

Program Bursa Inovasi Desa (BID)  yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kampar tersebut  merupakan gagasan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT RI) sebagai media belajar bagi Desa untuk memperoleh informasi dan kegiatan inovasi yang dapat mendukung pembangunan Desa.

Intinya bahwa Bursa Inovasi Desa tersebut  merupakan ajang pertukaran ide-ide kreatif dalam pembangunan Desa."terang Catur". Dimana BID yang dilaksanakan ini bukan ajang pameran dalam bentuk barang, namun yang dipamerkan adalah ide-ide kreatif yang lahir dan berkembang di Desa-Desa.

Ditegaskan Wabup bahwa, BID bertujuan untuk membantu Desa dalam meningkatkan kualitas pembangunan melalui pertukaran pengetahuan kegiatan yang inovatif, untuk memberi inspirasi dan alternatif pilihan bagi pembangunan Desa.

Dengan demikian, melalui BID ini Orang Nomor dua di Kampar tersebut berharap mampu memicu munculnya inovasi Desa yang sesuai dengan kondisi wilayah, potensi sumber daya alam dan ekonomi Desa.

Kemudian kepada para Kepala Desa diharapkan untuk dapat mereplikasi atau meniru praktek cerdas/inovasi yang ditampilkan dalam Bursa Inovasi Desa ini sesuai dengan kondisi dan potensi Desa.

Sementara itu ketua panitia pelaksana Akhir Yani SE menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan atas program  Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa bidang pemberdayaan masyarakat desa Kementerian Desa, pembangunan daerah tertinggal dan Transmigrasi tahun 2018 dengan menggunakan 10% anggaran dana TPID Kecamatan.

Sementara itu tujuan BID adalah untuk mendiseminisasikan informasi pokok terkait Program Inovasi Desa (PID) dan hibah dana Desa, kemudian untuk mengimformasikan kegiatan penyelenggaraan pengelolaan pengetahuan dan inovasi Desa kepada
pemangku kepentingan ditingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa.

Acara yang dihadiri lebih kurang 1000 orang tersebut dihadiri juga Sekda Kampar Drs Yusri M. SI, Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudistira, SIK, MH, Asisten III Setda Kampar Ir Nurhasani, MM, para Kepala OPD, sebanyak 21 Camat se-Kab. Kampar,  sebanyaj 251 Kades dan Lurah para Kepala Desa Se-Kabupaten Kampar, seluruh Ketua BPD se-Kab.Kampar, Perwakilan para tokoh masyarakat disetiap Desa serta para pendamping Desa serta. [] zar

 

Bulan Depan Ratusan Pecinta Trail Adventure se-Indonesia akan Datang ke Kampar Adventure Day 3

Kuok (riauoke.com)- Persiapan Kampar Adventure Day (KAD) untuk menerima ratusan pecinta trail adventure Se- Indonesia yang akan hadir mengikuti event tahunan ini, uji track juga sudah dilakukan beberapa waktu lalu dimana para rider akan dimanjakan dengan Wisata Lubuk Nginio, Pesona Bunga Rafflesia yang tumbuh beberapa batang dipinggir lintasan dengan ketinggian hampir mencapai 3 meter serta tanjakan extreme berikut keindahan anak sungainya,Selasa(23/10)

Kadis Pariwisata Zulia Dharma  sangat antusias mendukung kegiatan yang di laksanakan ini karena selain trail adventure nantinya para rider dan pengunjung maupun penonton akan dimanjakan dengan keindahan alam dan wisata kuliner khas Kampar dengan harga yang terjangkau.

"Terimakasih untuk Tekat dan rider lainnya karena selain membuka jalur akses ke lokasi, event ini sekaligus promosi potensi daerah yang Secara tidak langsung menaikan promosi Wisata serta meningkatkan kunjungan turis domestik ke kampar." Ungkap Zulia

Jelajah alam kabupaten kampar, Hutan lindung Bukit Bungkuk, Air Terjun Lubuk Nginiu serta Wisata Kuliner akan selalu siap menerima kunjungan para pecinta Trail Adventure Se- Indonesia nantinya.

Selain itu Zulia Dharma juga menghimbau kepada  seluruh rider pecinta trail adventure untuk dapat mengikuti Kampar Adventure Day 3 bagi pecinta trail adventure di seluruh indonesia tanggal 18 november 2018 yg di taja oleh  Trail extrime kuok adventure team (TEKAT) yang bersekretariat di Kecamatan Kuok.

Selain itu, Wirman selaku Ketua TEKAT bersama rider lainnya hari Minggu lalu telah melakukan uji coba lintasan dimana  rangkaian acaranya akan dimulai dari Open ceremony, Start dan Finish di Lapangan Simpang Pauh Desa Pulau Terap Kecamatan Kuok,Kampar,Riau.

Rider akan melewati tanjakan start setinggi 20 Meter, Tanjakan Raflesia setinggi 30 Meter dengan pesona bunga bangkai (Raflesia) yang tumbuh di pinggir track dengan tinggi hampir 3 Meter, melintasi Sungai yang berada didalam track serta tanjakan Lubuk Nginio setinggi 100 Meter dan melintasi anak sungai. Terakhir yang paling sulit adalah tanjakan tunggang maniok dan turunan bapiki setinggi 200 Meter, dengan rute tempuh keseluruhan mencapai 45 Km dengan estimasi waktu berkisar 4 jam. Mh

Batik Kampar Jadi Perhatian pada PBN Pekalongan

Pekalongan (riauoke.com)- Batik Kampar dengan nama batik Muara Takusnya mejadi perhatian masyarakat dan pengunjung pada ajang Pekan Batik Nusantara yang diadakan di Pekalongan Provinsi  Jawa Tengah dalam rangka Hari Batik Nasional ke 9 tahun 2018.

Pekan Batik Nusantara yang digelar selama lima hari tersebut dimulai pada tanggal 20 sampai 24 Oktober 2018 di Gedung Olahraga (GOR) Jetayu tersebut Kampar menampilkan produk Batik Kampar dan kuliner Khas Kampar. Berbagai karya batik ditampilkan dalam gelaran PBN, tak hanya karya lokal, karya batik dari tanah Sumatera, Kalimantan dan berbagai pengerajin batik dari daerah di Indonesia ikut memeriahkan acara.

Alhamdulillah Batik Kampar dengan Batik Muara Takusnya mendapat perhatian khusus dari pengunjung, begitu juga saat Walikota Pekalongan beserat ibu saat meninjau stand Kampar yang  kagum melihat hasil batik Kampar dan kuliner Kampar. Oleh sebab itu mari kita cintai dan pakai produk kita sendiri, orang lain saja sangat tertarik dan suka dengan produk dan makanan kampar, kita hendaknya lebih mencintai lagi.

Demikian disampaikan oleh Ketua Dekranasda  Kabupaten Kampar Hj. Nura’ini saat mengadiri Pembukaan Pekan Batik Nusantara yang di adakan di Gedung Olahraga (GOR) Jetayu Kota Pekalongan pada hari Sabtu, 20/10.

Dikatakan Ibu Nur;aini bahwa kita sangat bangga dengan kikutsertaan Kampar yang telah dapat mnampilkan Produk Batik Khas Kampar yang diproduksi langsung oleh pengrajin Batik Kampar, walaupun masih baru tapi mutu dan kwalitas tidak kalah dengan batik-batik dari jawa” Kata Nura’ini.

Ini merupakan kehormatan bagi Kampar karena pada ajang ini  dari Provinsi Riau hanya Kampar yang dapat tampil pada ajang yang sangat besar ini, kita sangat bangga dapat menunjukkan produk kampar disini (Pekalongan)” Kata Ketua Dekranasda Kampar Nur’aini  

Ditambahkannya lagi Dekranasda Kampar dalam tampilan di pekalongan saya sangat senang dan  bangga karena kita bisa mengangkat nama Kabupaten Kampar diluar Riau dan sekarang Kabupaten Kampar sudah dikenal di Kota pekalongan ini, kita saksikan bahwa stand kita sangat bagus di mata masyarakat pekalongan ini yang bertemakan Pesona Batik Peranakan Wujud Akulturasi Budaya.” Kata Nura;ini Bangga

Selain menampilkan Batik Kampar Kampar juga menampilkan berbagi produk andalan dank has Kampar seperti Palito Daun, tudung saji, hiasan tudung saji, tanjak kampar, makanan kering dan kue seperti kerupuk kuning, kue bolu, ikan salai, oluo.

Dari apa yang kita tampilkan pada semua mendapat perhatian dari pengunjung, bahkan Walikota pekalongan   Saelany Mahfudz
dan isteri menciccipi dan langsung membeli produk-produk kampar tersebut.

Ini merupakan bagian dari promosi Kampar serta memperkenalkan produk Kampar karena ini diikuti oleh lebih dari 129 peserta pameran daro berbagai Kabupaten dan Dekranasda Kampar akan tarsus melakukan pembinaan terhadap para pengrajin Kampar” Tambah Nura’ini lagi.

Semoga Kegiatan ini dapat terus menjadi ajang untuk Kampar lebih maju dan lebih baik lagi, Harap Nura’ini yang didampingi oleh Bendahara Siti Masiarah, Sekretaris Lasvita Siahaan, Humas Dekranasda Kampar Arnidayanti serta Anggota Dkranasda Kampar.zar

Bupati Kampar Resmikan Bangsal Cabe untuk Kestabilan Harga cabe ditingkat petani dan masyarakat

Tapung Hilir (riauoke.com)- Bupati Kampar Azis Zaenal meresmikan bantuan Bangsal Cabe Merah Kelompok Tani Sukma Jaya yang merupakan Program APBN Tahun 2018 berikut Troly 7 unit, timbangan Digital 2 unit, Gerobak dorong 5 unit, Mesin Jahit karung 2 unit, Keranjang plastik 20 unit, Terpal plastik 25 unit dengan didampingi Dirjen Perbenihan Direktorat Jenderal Holtikultura Ir. Sukarman, Kasubdit Perbenihan Direktorat Jenderal Holtikultura Ir. Purnomo, Kadis Pertanian Kampar Henry Dunan, Camat Tapung Hilir Yurico April di Desa Suka Maju Kecamatan Tapung Hilir, Sabtu(20/10)

Dirjen Perbenihan Direktorat Jenderal Holtikultura Ir. Sukarman mengharapkan nantinya bangsal ini dapat memberikan harga yang stabil dan memberikan keuntungan kepada petani cabe dengan menggunakan sistem pasar lelang agar harga stabil artinya tidak jatuh harga cabe atau terlalu tinggi yang memberatkan masyarakat di pasaran, serta tidak adalagi sistem utang yang dapat merugikan petani cabe.

"Kami berharap ini dapat dimaksimalkan pemanfaatannya agar kedepannya dapat kami tambah, ini digunakan untuk mengontrol harga cabe agar harganya stabil agar semua petani cabe bisa mendapatkan keuntungan. Tidak ada lagi petani yang menjual dengan banting harga dengan sistem pasar lelang."ungkap Sukirman

Sementara itu Bupati Kampar Azis Zaenal mengingatkan masyarakat petani cabe di sukamaju dan desa lainnya dapat meningkatkan produksi pertanian nya apalagi setelah adanya bangsal cabe ini, kalau perlu petani cabe di Riau belajarnya disini dengan petani cabe Desa Suka Maju

"Saya minta ke pak Dirjen tahun depan sudah ada bantuan mesin pengolahan cabe pasca panen, bibit disini juga akan dibawa ke Jakarta untuk dijadikan sample dan ditingkatkan kwalitasnya. Jalan desa ini yang rusak kedepannya juga akan diperbaiki secara bertahap sesuai dengan kemampuan daerah kita agar hasil panen lebih mudah di distribusikan."ungkap Azis

Dihadapan masyarakat Azis menyampaikan keseriusannya dalam menjalankan pemerintahan, marilah kita secara bersama bangun daerah kita. Kita maju dan sukses bersama-sama.

Kepala Desa Suka Saju Hadi Warsito sangat bersyukur atas bantuan ini dimana tanaman pertanian yang ada di desa saat ini sudah mencapai 40 hektar, dengan adanya bangsal ini mudah-mudahan dapat membantu petani dalam pengelolaan hasil panen dengan bangsal ini. dan berharap pemerintah juga dapat memperbaiki akses jalan masyarakat desa untuk mempermudah mengangkut hasil pertanian.mah

Tingkatkan Prioduksi Pertanian, Bupati Kampar Serahkan Mini Traktor ke Desa Sei Lembu

Tapung (riauoke.com) - Bupati Kampar Azis Zaenal menyerahkan Traktor Pertanian kepada masyarakat Sei.Lembu kecamatan Tapung dengan didampingi Dirjen Perbenihan Direktorat Jenderal Holtikultura Ir. Sukarman, Kasubdit Perbenihan Direktorat Jenderal Holtikultura Ir. Purnomo, Kadis Pertanian Kampar Henry Dunan, Kades Sei.Lembu Kawit di GOR Serbaguna Desa Sei. Lembu, Sabtu (20/10)

Bupati Kampar Azis Zaenal menyatakan sikap mendukung peningkatan Produksi Pertanian dan Holtikultura masyarakat dengan mekanisasi alat pertanian, seyogyanya dengan kondisi wilayah yang cukup luas setidaknya dari 25 desa yang ada di kecamatan Tapung minimal harus ada 12 unit traktor, untuk itu kami mengharapkan sinergi dengan pemerintah pusat agar dapat juga memperhatikan kami masyarakat di daerah.

"Kita semua harus bersinergi antara pemerintah dan masyarakat, anak muda jangan malu jadi petani. Kita kelola dan kembangkan lahan yang subur ini untuk peningkatan produksi pertanian dan holtikultura. Kepada pemerintah pusat kami mengharapkan ada perhatiannya kepada masyarakat Tani di Kabupaten kampar"ungkap Azis

Selanjutnya Azis mengajak masyarakat optimis mengembangkan lahan pertaniannya karena hasil pertanian memberikan banyak keuntungan dan manfaat bagi para petani, tinggal kita tingkatkan teknologi dan ilmunya untuk hasil produksi yang maksimal dan lebih baik lagi.

Dirjen Perbenihan Direktorat Jenderal Holtikultura Ir. Sukarman mengajak masyarakat agar dapat mengembangkan peningkatan produksi tanaman holtikultura di Desa Sei.Lembu agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kami akan memfasilitasi dengan benihnya, kami akan membantu silahkan kelompok taninya membuat permohonan berupa proposal melalui Dinas Pertanian dan pengembangan cabe lokal yang kami harapkan dapat dikembangkan oleh masyarakat Desa Sei.Lembu sementara masalah pemasaran saat ini sangat menginginkan produk holtikultura yang menggunakan pupuk organik."

Kepala Desa Sei.Lembu Kawit Hudiantoro melaporkan kondisi pertanian dan holtikultura di desanya serta kesiapan masyarakat untuk mengembangkan pertanian yang merupakan mata pencaharian masyarakat di desanya, serta meminta pemerintah dapat mendukung dan mendorong produksi bio etanol yang merupakan bahan bakar nabati berbahan baku dari ubi kayu.

"Desa Sei lembu mendapatkan bantuan Jagung 10 hektar, bawang merah 1 hektar, serta memiliki lahan pertanian cabe 7 hektar, Melon 6 hektar yang memiliki hasil sebanyak 7-11 ton per hektar. Jumlah perkarangan seluas 60 h yang telah direplanting serta lahan perkebunan yang siap direplanting seluas 930 H. Kami berharap pemerintah dapat membina masyarakat dalam peningkatan bio etanol yang merupakan energi bahan bakar yang bersumber dari ubi dan jagung." Ungkap Kawit

Terakhir masyarakat melakukan diskusi sekaligus demonstrasi penggunaan kompor etanol dari bahan ubi kayu dan jagung sebagai bahan bakar pengganti Gas LPG dan memohon agar pemerintah dapat memberikan masyarakat pelatihan untuk pengembangannya lebih lanjut.(Diskominfo Kampar/DAT)

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Daerah

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Kamis 23 Agustus 2018

Presiden Apresiasi Perjuangan Anthony

Presiden Apresiasi Perjuangan Anthony

Jakarta (riauoke.com) Saat dijenguk oleh Presiden, Anthony tengah dirawat di ruang medis. “Masyarakat Indonesia bangga...

Politik

Sabtu 10 November 2018

Bersama Ketum PAN, 12 November, Sandi Uno Balik Kampung ke Riau

Bersama Ketum PAN, 12 November, Sandi Uno Balik Kampung ke Riau

Pekanbaru (riauoke.com) Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Salahuddin Uno dijadwalkan akan balik kampung lagi ke...