Minggu, 27 Mei 2018

Sudah 14 tahun Menunggu, Akhirnya Dana Kompensasi Diterima Masyarakat Siabu

Salo (riauoke.com) – Ketidak nyamanan yang sudah lebih kurang 14 tahun antara masyarakat Siabu dengan PT Ciliandra akibat tidak adanya kesepakatan masyarakt dengan pihak erusahaan akhirnya seleai.



Minimal bantuan dana kompesnasi melalui Koperasi Maju Bersama untuk masyarakat setempat dengan PT Ciliandra ini telah diselesaikan oleh Bupati Kampar H Azis Zaenal,SH,MM.



Dalam hal ini Bupati Kampar Azis Zaenal  secara simbolis menyerahkan dana Kompensasi dari PT Cialiandra tersebut dilapangan Bola Poly Desa Siabu Kecamatan Salo, kamis siang (10/5/18).



Bupati Kampar sebelum menyerahkan dana tersbeut dalam arahannya menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat Siabu, dimana permasalaahn atau permintaan mereka yang sudah tiga kali pergantian Bupati belum terwujud.



Akan tetapi Allhamdulillah dengan niat Azis Zaenal menjadi Bupati untuk mensejahterakan masyarakat Kampar khususnya masyarakat Siabu, apa yang menjadi keingian masyarakat tercapai termasuk salah satu pembangunan sebuah jembatan di Desa Siabu .



Baru menjabat lebih kurang 3 bulan dan dengan waktu cuma 3,5 jam bertemuan langsung dengan pimpinan tinggi PT Ciliandara di Rumah Dinas beberapa waktu yang lalu, akhirnya hal yang menjadi idaman masyarakat Siabu terkabulkan.



Dengan perjuangan tersebut, allhamdulillah selama 7 tahun kedepan, warga Siabu yang lebih kurang 1533 kepala keluarga (KK) akan menerima Rp 500 juta/bulannya atau dalam setahun akan menerima Rp 6 milyar dan dengan selama 7 tahun akan menrima Rp 42 milyar.



Dengan demikian setelah selama 7 tahun, kebun pola KKPA masyarakat tersebut insyaallah akan dikembalikan lagi kepada masyarakat.” ungkap Azizs.



Untuk itu, Azis Zaenal berharap kepada masyarakat Siabu kedepan untuk tidak lagi mudah diadu dompa oknum yang berkepentingan sendiri. Apabila ada yang menjadi permasalahan mari kita bicarakan besama, baik dengan Bupati maupun bersama melalui Forkopimda Kabupaten Kampar.



Intinya apabila tidak bisa menjadi Motivator, janganlah kita menjadi propokator, hanya untuk mendapatkan keungtungan sendiri, masyarakat banyak jadi korban.”tegas Azis”. Zar

Ratusan Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi Budaya Melayu Riau sebagai Muatan Lokal

BANGKINANG (riauoke.com)- Ratusan kepala sekolah dari tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Kampar mengikuti sosialisasi budaya Melayu Riau sebagai muatan lokal wajib SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Kampar di Gedung Guru Kabupaten Kampar, Selasa (8/5/2018).

Sosialisasi ini mengangkat tema mengembalikan marwah Kampar sebagai mata air peradaban Melayu Riau.

Tampil sebagai penelis adalah Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Drs Al Azhar, Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Riau Drs Werkanis AS,M Pd dan tokoh muda Kampar Yuyun Hidayat, MSc.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Santoso. Turut hadir ratusan kepala sekolah tingkat SD/MI, SMP/MTs, Ketua Komunitas Peduli Bangsa (KPB) Afrida Yani, Direktur Smart Neutron Mudiono dan undangan lainnya.

Ketua Yayasan Gahara Masrinur,SHI yang juga ketua panitia sosialisasi budaya Melayu Riau sebagai muatan lokal wajib SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Kampar mengatakan, sosialisasi ini digelar menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 tentang Pembelajaran Muatan Lokal dan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Riau dan Peraturan Gubernur Riau tentang pembelajaran muatan lokal Melayu Riau.

Masrinur menjelaskan, Yayasan Gahara yang telah berdiri tahun 2015 dan bergerak dipembelajaran muatan lokal dan tentang budaya Melayu telah melatih guru-guru di kecamatan di Tapung dan Kampar Kiri tentang pelajaran muatan lokal budaya Melayu Riau.

Bupati Kampar yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Santoso dalam sambutannya menyampaikan, berbanggalah menjadi orang Melayu Riau dan lebih bangga lagi karena Bahasa Indonesia diambil dari bahasa Melayu Riau.

Ia mengajak masyarakat Kabupaten Kampar melestarikan adat budaya Melayu Kampar karena seni budaya Kampar bernilai tinggi dan dikenal daerah lain hingga negara tetangga. "Salah satu yang perlu dilestarikan adalah cara memainkan alat musik tradisional seperti gong dan calempong," kata Santoso.

Sementara itu Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Riau Werkanis, AS dalam pemaparannya menyampaikan, yang perlu dikembangkan di Riau adalah potensi muatan lokal itu sendiri.

Kemudian yang terpenting yang untuk dikembangkan salah satu adalah budaya disiplin dan spirit serta semangat.

Mengenai kurikulum tentang Budaya Melayu Riau, materinya akan dibuat oleh Lembaga Adat Melayu Riau dan Tim pengembang kurikulum muatan lokal.

Selanjutnya Ketua LAM Riau Al Azhar dalam pemaparan materinya mengungkapkan, muatan lokal muncul dengan dua alasan.  Pertama, tahun 1980an muatan lokal sudah ada di sekolah. Waktu itu Dinas Pendidikan Provinsi Riau dipimpin oleh Arifin DS dan dilanjutkan oleh Soemardi Taher. Tahun 2010 ada pengembangan oleh Dinas P dan K Provinsi Riau.

Tahun 2013 pemerintah mengembangkan kurikulum 2013 atau K13. Muatan lokal dalam K13 secara teoritis terdapat dalam dua hal yakni, materi menggunakan kearifan lokal dan muatan lokal budaya Melayu Riau baru bisa dilaksanakan sepanjang ada payung hukumnya.

Ia menuturkan, Perda Penyelenggaraan Pendidikan yang didalamnya terdapat muatan lokal wajib budaya Melayu Riau saat itu belum bisa digunakan karena masih menunggu Peraturan Gubernur (Pergub).  Namun Pergub itu sempat mangkrak selama dua tahun. LAM Riau akhirnya mendorong terbitnya Pergub dengan membuat rancangan Pergub sehingga lahirlah Pergub Muatan Lokal Wajib Budaya Melayu Riau.

Kemudian pada tahun 2016 terjadi peralihan lagi di sistem pendidikan. SMA sederajat pindah kewenangannya ke Pemerintah Provinsi Riau sehingga Perda yang sudah ada menjadi kadaluarsa dan perlu membuat Perda yang baru lagi.

Al Azhar mengungkapkan, BAB mengenai wajib budaya Melayu Riau ini sempat dihapus, namun beruntung saja ada orang yang memberitahunya sehingga muatan lokal budaya Melayu Riau dalam Perda tersebut tidak berubah. "Titik koma tak dirubah. Perda itu sudah disahkan dan artinya muatan lokal  tetap ada," katanya.

Alasan kedua perlu adanya muatan lokal Melayu Riau karena saat ini Indonesia menghadapi bermacam-macam krisis, multi dimensi. Namun krisis yang paling fundamental adalah kritis akhlak, krisis moral. Dalam bahasa adat disebut krisis jati diri. "Itu yang paling dahsyat," tegas Al Azhar.

Ia juga mengungkapkan persoalan narkoba yang saat ini sudah merajalela hingga ke pelosok desa. LAM Riau akan menghadap Polda bagaimana mencari solusi terhadap hal ini.

Lebih lanjut dikatakan, muatan lokal budaya Melayu Riau disusun sedemikian rupa. Diantaranya pengetahuan keRiauan sekitar 40 persen dan 60 persen mengenai lingkup dirinya.

Penelis lainnya Yuyun Hidayat yang juga tokoh muda Riau asal Kabupaten Kampar  
sangat setuju sekali adanya muatan lokal
di sekolah.

Dikatakan, orang Kampar luar biasa dan banyak memiliki potensi. "Jumlah orang Kampar dan berhasil di Malaysia mendekati dua  juta orang belum lagi di daerah lain," ulasnya.

Ia juga mengungkapkan,  banyak terjadi kemunduran akhlak dan karakteristik generasi muda saat ini. "Yang namanya anak-anak merupakan kertas putih kosong, yang mengisi itu kita orang tua sendiri. Mengajarkan anak-anak sebagai pemimpin lah, pekerjakah itu terserah kita. Anak itu hanya mengikuti. Dia belajar dari apa yang dia tahu, lihat," bebernya.

Orang tua juga harus mampu memfilter hal-hal yang tidak baik dari penggunaan teknologi. "Banyak dari kita tak pernah mau belajar mengikuti perkembangan teknologi. Anak-anak banyak tahu Facebook dan internet, harusnya kita lebih banyak tahu tentang internet karena kita memfilternya," ucap Yuyun. Zar

BNI berikan 200 Juta untuk renovasi Islamic Center

Bangkinang (riauoke.com) Bupati  Kampar Azis Zaenal  didampingi Sekretaris Daerah Yusri menyambut rombongan BNI yang dilanjutkan dengan rapat yang digelar di lantai III Kantor Bupati Kampar.

DPC Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan Kampar Sambangi Kantor PWI Kampar

Bangkinang (riauoke.com) - Guna melakukan sosialisasi tentang organisasi, pengurus Dewan Pimpinan Cabang Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (DPC F-PLKP) Kabupaten Kampar menyambangi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar, Selasa (8/5/2018).


Kedatangan Ketua DPC F-PLKP Kabupaten Kampar Fakhraini,MPd didampingi Sekretaris Asep Saipudin dan Ketua Kompartemen Teknologi Sistem Informasi Satiman,SPd diterima Ketua PWI Kabupaten Kampar Akhir Yani,SE.


Ketua DPC F-PLKP Kabupaten Kampar Fakhraini dalam pertemuan ini mengatakan, organisasi DPC F-PLKP Kabupaten Kampar ini baru saja terbentuk di Kabupaten Kampar. Pengurus periode 2018-2023 dikukuhkan di gedung Balai BP PAUD dan Dikmas di Pekanbaru, 11 April 2018 lalu oleh Ketua DPP F-PLKP Drs H Ali Badaruddin.


Fakhraini mengatakan, sejak tahun 2016 kewenangan terhadap lembaga pendidikan non formal telah berpindah dari Pemerintah Provinsi Riau ke Pemerintah Kabupaten Kampar.


Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kampar memberikan dukungan terhadap organisasi ini karena organisasi ini sejalan dengan program Bupati Kampar yang berorientasi ke dunia kerja dan industri.


"Lembaga kursus yang berada dibawah F-PLKI siap menciptakan tenaga kerja yang siap pakai. Kalau tak siap bersaing nanti susah di zaman global ini. Kami berorientasi kepada skill dan dunia kerja," ulasnya.


Forum ini adalah tempat berhimpunnya lembaga kursus di Kabupaten Kampar seperti kursus komputer, kursus menjahit, kursus tata boga, kursus elektronika, kursus setir mobil, kursus tata busana dan lainnya.

Hingga saat ini, ada 28 lembaga kursus di Kabupaten Kampar yang telah berhimpun di DPC F-PLKP Kabupaten Kampar.


"Karena forum ini adalah lembaga pendidikan non formal, perhatian ke lembaga non formal ini agak kurang, maka dengan banyak mitra kami, terutama media untuk keperluan publikasi bisa membantu keterlibatan masyarakat banyak," ulas Fakhraini.


DPC F-PLKP memiliki target bagaimana lembaga kursus di Kabupaten Kampar bisa terakreditasi. "Peraturan di Dinas Pendidikan saat ini data dapodik lembaga kursus ini harus lengkap," ungkapnya.


Kepada pengelola lembaga kursus ia meminta agar segera mengurus izin operasional sehingga bisa dibina pihak terkait.


Untuk koordinasi, forum ini berhubungan dengan dua dinas terkait yakni Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga.


Sementara itu, Sekretaris F-PLKP Kabupaten Kampar Asep Saepudin menambahkan, dengan berdirinya forum ini akan membantu perkembangan lembaga kursus dan semakin berperan ditengah masyarakat.

"Dulu orang tua risau anaknya tidak bisa baca tulis, tapi sekarang keluar dari sekolah mau jadi apa. Tak punya keahlian maka itu solusi kami hadir di sini," bebernya.


Asep mengharapkan media massa untuk mempublikasikan berbagai kegiatan lembaga kursus.(rilis)


Foto: Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (DPC F-PLKP) Kabupaten Kampar disambut Ketua PWI Kampar Akhir Yani di PWI Kampar

Sekda Kampar Sebut Kinerja DLH Menurun

Bangkinang (riauoke.com) Dua minggu ini saya keliling kota Bangkinang guna mengecek kebersihan kota, masih banyak sampah berserakan, ini pertanda kinerja Dinas Lingkungan Hidup menurun, padahal Kampar bertekad untuk meraih Adipura, bukan adipura-pura.”tegas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar Drs Yusri M.Si saat mengambil Apel Pagi di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar. Selasa, 8/5/18

Sekda Kampar menjelaskan hal ini karena kurangnya pengawasan, jika pengawasan terus dilakukan maka ini tidak akan terjadi, namun bukan itu saja perencanaan dan target kerja juga harus diperhatikan, jam berapa mulai bekerja, jam berapa istirihat serta sampai dimana penyelesaian tugasnya.

“Yang terpenting adalah kedekatan emosional antara petugas dilapangan dan pengawas, hal ini tidak lah sulit untuk dilakukan, dengan mengajak sarapan bersama selesai bekerja, berkomunikasi dengan petugas lapangan apa kendala, berikan solusi, berikan masukan, karena tugas pimpinan itu bukan hanya memberikan perintah namun juga mampu mengayomi bawahan.” Ujar Yusri

Terkait dengan kebersihan kota, Sekda mengajak agar bekerja dengan sungguh untuk kemajuan masyarakat Kampar, karena kebersihan kota merupakan salah satu kunci dari keberhasilan kita dalam mengayomi masyarakat agar selalu menjaga lingkungan.

“Jika kita saja tidak bisa melakukannya bagaimana kita bisa memberikan himbauan kepada masyarakat sebab bagi masyarakat, kita selaku penyelenggara Pemerintah dituntut untuk mampu memberikan contoh yang baik bagi masyarakat dan jika itu sudah kita lakukan maka masyarakat akan mengikuti langkah-langkah baik tersebut.”tegas Sekda Kampar.

Dijelaskan Sekda Kampar bahwa kita tidak kekurang petugas kebersihan dilapangan, bahkan kalau dikalkulasikan 237 petugas itu sangat banyak, namun yang perlukan penempatan petugas, pengawasan, pendekatan dan implementasi penyelesaian kerja setiap hari. Ujarnya kepada seluruh ASN dan Tenaga Honor yang ikut apel.

“Bupati Kampar menginginkan jangan sampai tahun ini kita hanya mendapatkan sertifikat Adipura namun kita akan raih Piala Adipuranya yang memang terbukti dengan bersihnya lingkungan, tertibnya tata kota kita dan ini berkelanjutan, bukan Adipura-pura.”tegasnya sekali lagi.

Sastrawan Riau dan Papua Tampil dalam Bincang Satu Jam di Rock FM Papua

Jayapura (riauoke.com) Sastrawan Riau, Fakhrunnas MA Jabbar bersama sastrawan Papua, Vony Aronggear dan pemusik-sastra muda,  Kintan Adrlvyana  Senin pagi (7/5) tampil dalam acara Bincang  Satu Jam   di Rock FM, Jayapura. Acara yang dipandu penyiar perempuan, Ully secara akrab dan dinamis ini diselingi penampilan musikalisasi Kintan. Fakhrunnas berada di Papua bersama isteri, Tutin Apriyani dalam Safari Sastra dan perjalanan wisata.

Sambut Ramadhan 1439 H, PKK Kampar Silaturrahmi dan Bermaaf-maafan

Bangkinang Kota (riauoke.com) : Ramadhan yang akan datang beberapa hari lagi mari kita sambut dengan riang gembira, karena bulan ramadhan merupakan bulan ampunan, rahmat dan maghfirah.




Selain menyambut ramadhan yang merupakan ladang pahala ini, mari kita sambut dengan riang gembira, karena tidak semua orang dapat berjumpa dengan bulan yang penuh berkah ini. Oleh Sebab itu mari kita manfaatkan bulan ini dengan maksimal mungkin.

Demikian disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kampar Hj Nur'aini Azis saat membuka pengajian wirid pengajian bulanan PKK Kabupaten Kampar yang diadakan di Rumah Dinas Bupati Kampar Bangkinang Kota pada hari Senin, 6/5.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Ketua II Hj. Juli Mastuti, Sekretaris PKK Kabupaten Kampar Siti Maisarah Yuyun, Hj. Murdaniati Nurahmi Wakil Ketua III PKK Kabupaten Kampar,  Sekretaris Pokja I Sriyanti Alfian,  Anggota dan pengurus  PKK Kabupaten Kampar, PKK Kecamatan se Kabupaten Kampar, Dharma Wanita Persatuan (DPW) Organisasi Perangkat Daerah, Bayangkari, Persit 132 /BS,Persit Kodim 0313, Organisasi Salimah dan Dekranasda Kampar.

Ditambahkan Nur'aini dalam menyambut datangnya bulan suci ini mari kita persiapkan diri dengan memulai amalan, banyak yang dapat kita lakukan pada bulan sya'ban ini dengan mengisi berbagai ibadah, dekatkan diri kepada sang khaliq "Kata Nur'aini Azis, Bukan malah sambut Ramadhan dengan hura-hura yang tidak bermanfaat dan malah merusak dan merugikan diri sendiri, sehingga makna ramadhan tidak dapat kita rasakan "Pinta Nur'aini Azis lagi.

Selain itu tambah Nur’aini dalam menjalankan ramadhan mari kita  Banyak zikir, baca alquran, Bersedekah dan amalam baik lainnya semoga amalan ramadhan dapat kita jalankan dengan penuh maksimal dan kita menjadi orang yang bertqwa " Nur'aini menutup Arahan.

Sementara itu Hj. Elmi dalam pengajian menyampaikan bahwa ramadhan 1439 H sebentar lagi akan tiba, mari kita persiapkan diri, Sambut Ramadhan dengan gembira dan pada ramadhan nanti kita isi dengan memperbanyak amalan, semoga kita menjadi hamba yang beruntung "Kata Elmi.

Kegiatan dialanjutkan dengan berslaman dan saling bermaaf-maafan yang dimulai oleh Pengurus PKK Kabupaten dan dilanjutkan oleh pengurus kecamatan dan Organisasi Wanita lainnya. [] zar

Selama Ramadhan Bupati Minta Seluruh ASN Tegakkan Amalan Al Qur’an

Bangkinang Kota (riuoke.com)- Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1439 Hijriah, Bupati Kampar Azis Zaenal meminta Kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menegakkan amalan Alqur’an , dengan mengaji, sholat dan melaksanakan puasa dengan sebaik-baiknya jangan sampai Bulan Ramadhan di ciderai dengan sesuatu perbuatan yang tidak menyenangkan.

Begitu dikatakan Azis saat memberikan arahan pada Apel Pagi Seluruh ASN dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Kampar , Senin (7/5/18) yang juga diikuti Oleh Wakil Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto, Sekda Kampar Drs Yusri M.Si, Asisten, Staf Ahli dan Pejabat Eselon II, III, IV di lingkungan Pemkab Kampar.

Ditambahkan Azis, Pada bulan Ramadhan nanti, para ASN harus menjaga diri, jangan sampai ada ASN yang tidak berpuasa dan dengan sengaja mengunggah makanan dan minuman di depan umum, mari kita jaga kesucian bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya

“Jangan sampai para ASN menjadi perbincangan di masyarakat karena tidak melakukan puasa, karena sesungguhnya kita adalah contoh yang akan selalu diperhatikan oleh masyarakat, jangan sampai nama kita tercemar di tengah – tengah masyarakat, ” harap Azis

Pada kesempatan tersebut Azis juga mengingatkan bahwa saat ini kita sudah memasuki kuartal II tahun 2018, namun realisasi APBD masih sangat minim, untuk itu diharapkan seluruh satuan kerja agar dapat menggesa dan memacu akselerasi pencairan dana guna pembangunan ekonomi masyarakat, untuk itu tidak perlu menunggu hal-hal yang sepele yang menyebabkan lambatnya terealisasi anggaran.(Humas )

BNI berikan 200 Juta untuk renovasi Islamic Center

Bangkinang Kota (riauoke.com)- Bupati  Kampar Azis Zaenal  didampingi Sekretaris Daerah Yusri menyambut rombongan BNI yang dilanjutkan dengan rapat yang digelar di lantai III Kantor Bupati Kampar, Senin (7/5/18).

Erwin selaku pimpinan bidang pemasaran BNI Pekanbaru bersama rombongan melakukan presentasi dihadapan Pemkab Kampar dalam hal sosialisasi pajak online BNI dalam mewujudkan Pemkab Kampar dalam ePBB dan eAPBD.

Setelah melihat hasil presentasi Bupati Kampar mengharapkan nantinya program yang direncanakan ini agar dapat diperjelas dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat wajib pajak.

"Sosialisasi kepada masyarakat wajib pajak dan pengusaha yang mempunyai turnover dengan ekonomi harus dilakukan secara maksimal, agar masyarakat dapat mengerti karena ada juga masyarakat yang lebih suka begitu membayar langsung dapat kwitansi pembayaran. jadi harus disosialisasikan lebih sering" ungkap Azis

Dalam presentasinya BNI mempunyai konsep Smart Goverment serta Integrasi antara BNI dan Pemda secara host to host, selanjutnya dilakukan penyerahan secara simbolis penyerahan dana untuk renovasi Masjid Islamic Center Bangkinang.

Pemkab Kampar mengharapkan agar setiap plaksanaan CSR dapat berkoordinasi dengan pemerintah agar nantinya penyaluran dana CSR menjadi tepat guna dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Penyaluran CSR diharapkan berkoodinasi atas penyelenggaraan bantuannya dengan pemerintah agar bantuan CSR dapat tepat sasaran dalam hal pemerataan karena Pemerintah lebih tau masyarakatnya di daerah mana yang lebih membutuhkan."ungkap Azis

Renovasi Masjid Islamic Center Sebesar 200 juta yang diserahkan kepada Pemkab Kampar nantinya akan diberikan secara bertahap dengan 2 kali terment pembayaran.

"Kami sependapat dengan yang di sampaikan Bupati kedepannya akan terus dilakukan koordinasi untuk penyaluran CSR, sementara untuk bantuan 200 juta guna renovasi Kubah Masjid Islamic akan dilakukan 2 kali pembayaran"ungkap Erwin  zar

Wabup Catur Sugeng: Darah Pun Saya Sumbangkan untuk Kampar

TAPUNG (riauoke.com)- Untuk Kampar tercinta, Wakil Bupati (Wabup) Kampar Catur Sugeng Susanto menyatakan tekat pengabdiannya. Tidak hanya fikiran dan tenaga tetapi juga darah siap dikorbankan  membantu sesama.


Hal tersebut dikatakan Wabup ketika menghadiri acara Anniversary Aisyah Shop Buah Ke-4, deklarasi anti hoax dan narkoba serta kegiatan donor darah. Rangkaian kegiatan tersebut ditaja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kampar di Desa Tanjung Sawit Kecamatan Tapung, Ahad (6/5/18).


"Pikiran dan tenaga telah saya curahkan untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kampar. Sejumlah ide, pikiran saya disumbangkan dalam kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati saat ini, melalui program 3i yakni Peningkatan Infrastruktur, peningkatan kawasan Industri serta meningkatkan Investasi di Kabupaten Kampar. Namun, bukan hanya tenaga dan pikiran saja, saya juga menyumbangkan Darah melalui PMI pada acara ini. Donor darah saya lakukan untuk memberikan contoh kepada masyarakat agar mau dan ikhlas mendonorkan darahnya kepada PMI untuk disalurkan kepada yang membutuhkan,"papar Wabup.


Catur Sugeng Susanto yang juga sebagai Ketua BNK Kabupaten Kampar mengungkapkan, deklarasi dukungan pemberantasan narkoba dan kampanye anti hoax ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung upaya seluruh pemangku kepentingan terkait dalam memastikan masyarakat teredukasi dengan baik akan pentingnya kesadaran bahaya narkoba dan penyebaran hoax saat ini.


Acara ini juga diisi dengan kegiatan Donor Darah yang langsung dibuka Ketua PMI Kabupaten Kampar Drs Yusri MSi yang diwakili Seketaris PMI Dedi Sambudi dan diikuti 50 orang peserta donor yang berasal dari Desa Tanjung Sawit serta desa-desa sekitarnya.


Deklarasi pemberantasan narkoba dan anti hoax ditandai dengan pembacaan deklarasi serta penandatanganan anti hoax dan  spanduk. Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan olahraga jalan santai, senam massal yang diikuti Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto beserta Ny Muslimawati Catur, Ketua PMI Drs Yusri MSi, Kapolsek Kampar Kompol Indra Rusdi, Kepala Pelaksana Harian BNK Kampar Kompol H Fauzan Domo beserta masyarakat Desa Tanjung Sawit.zar

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Daerah

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Rabu 23 Mei 2018

Lagi, Ayat Cahyadi Dkk Turun Gunung Ikut Menangkan Syamsuar-Edy

Lagi, Ayat Cahyadi Dkk Turun Gunung Ikut Menangkan Syamsuar-Edy

PEKANBARU (riauoke.com) – Ketua Pemenangan PKS Kota Pekanbaru H Ayat Cahyadi kembali turun gunung, berkampanye...