Jumat, 25 Mei 2018

Perkenalkan Sagu Ditingkat Nasional, Bupati Meranti Pembicara di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti





Jakarta (riauoke.com)
Perkenalkan Sagu Meranti di Tingkat Nasional, Bupati
Meranti Drs. H. Irwan M.Si menjadi pembicara dalam acara Sarasehan
PengembanganPangan Lokal Berbasis Sagu, The 2nd Internasional Conference
Tourism Gastronomy And Tourism Destination (TGDIC 2018), yang digelar
oleh Sekolah Tinggi PariwisataTrisakti, bertempat di Auditorium Sekolah Tinggi
Pariwisata Trisakti, Tanah Kusir,Jakarta Selatan, Rabu (7/3/2018). Turut mendampingi Bupati Kepala Bappeda Kepulauan Meranti Kepala Bappeda Meranti H. Makmun Murod, Kepala Dinas Perkebunan dan Ketahanan Pangan Ir. Prasetyo, Kepala Bagian Humas dan Protokol Meranti Helfandi SE MM. Juga dihadiri oleh perwakilan 6 Kabupaten penghasil Sagu di Indonesia, Peneliti IPB Prof. Bintoro, Prof. Baiquni dari UGM, Ir. Yuliva dan Endang Purwati dari Kementrian Pertanian, pihak Wuling University China, para konsultan makanan dan lainnya. Pemkab. Kepulauan Meranti, dalam hal ini Bupati Drs. H. Irwan, M.Si sangat serius mempromosikan komoditi Sagu Meranti agar lebih mendunia, seperti yang dilakukan saat ini dengan menjadi menjadi pembicara dalam acara Sarasehan Pengembangan Pangan Lokal Berbasis Sagu, The 2nd Internasional Conference Tourism Gastronomy And Tourism Destination (TGDIC 2018). Dalam pemaparannya pada acara tersebut, Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si menjelaskan, bagaimana Pemda Meranti mengembangkan potensi
 Sagu yang menjadi andalan Kabupaten Kepulauan Meranti. Diceritakan Bupati, sebelumnya komoditi Sagu dipandang sebelah mata, dan dianggap sebagai makanan ternak. Hasil produksi tepung Sagu juga kalah populer dibanding tepung beras dan tapioka. Namun seiring waktu berjalan Pemkab. Meranti terus berupaya untuk meyakinkan masyarakat untuk mengkonsumsi Sagu
seperti yang dilakukan oleh nenek moyang terdahulu. Untuk diketahui, letak Meranti yang berada diwilayah Kepulauan, bertanah Gambut yang dipengaruhi air asin sangat menyulitkan untuk dilakukan pengembangan tanaman Padi, sehingga untuk mendapatkan beras yang biasa dikonsumsi masyarakat harus mengimpor dari Sumatera, Jawa bahkan luar negeri Thailand. Untuk meningkatkan kualitas Sagu, dikatakan Bupati Meranti Drs. H. Irwan M.Si, Pemerintah Daerah juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dan peneliti sehingga menghasilkan varitas berkualitas tinggi yang diberinama Sagu Selatpanjang. "Sagu Selatpanjang merupakan bibit resmi yang diakui
pemerintah hasil pengembangan yang dilakukan oleh Pemda Meranti
bekerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas
Sagu Meranti semakin baik," jelas Bupati. Dan untuk mengembangkan Sagu tidak cukup hanya dengan meningkatkan
kualitas Sagu tetapi juga harus diiringi dengan tingkat konsumsi Sagu itu
sendiri. "Setelah diproduksi menjadi tepung yang harus difikirkan adalah
bagaimana cara meningkatkan konsumsi Sagu karena jika konsumsi rendah
akan berdampak pada jatuhnya harga komoditi Sagu, jadi bukan hanya
produksi Sagu yang ditingkatkan tapi juga konsumsinya. Jika tidak tentu
 akan sia-sia," papar Bupati. Berbagai upaya telah dilakukan Pemkab. Meranti untuk memperkenalkan Sagu baik secara Nasional maupun Internasional, seperti dengan melakukan pameran di parkir timur senayan bekerjsama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan pihak BPPT tahun 2013 lalu. Dan kini Pemkab. Meranti tengah fokus pada pengelolaan industri hilir (Hilirisasi) Sagu. Dan ditahun 2016 lalu, dengan
cipta menu makanan berbasis Sagu yang mencapai 369 varian berhasil
mengatarkan Meranti meraih rekor MURI. Dan untuk mengambangkan Sagu, Bupati Meranti juga berharap dukungan penuh dan keseriusan dari Pemerintah Pusat, untuk pengembangan Sagu sebagai salah satu alternatif pangan Nasional dalam rangka menciptakan kedaulatan pangan Nasional dan menyelamatkan anak cucu dari ancaman krisis pangan. "Jika saat
ini pemerintah konsen mengembangkan Padi, Jagung, Kedelai (Pajale), kami
berharap kedepan dapat ditambah menjadi Padi, Jagung, Kedelai, Sagu
(Pajalegu)," harap Bupati Meranti. Bupati Meranti juga mengajak para investor untuk berinvestasi Sagu di Meranti dalam hal ini ia berjanji Pemkab. Meranti akan memberi berbagai kemudahan baik dalam pengurusan izin usaha dan lainnya. Dihadapan para praktisi Sagu dan Konsultan Makanan, Bupati juga sharing informasi terkait pengolahan Sagu berkualitas, dimulai dengan penebangan batang pohon Sagu setinggi 8-12 M, dipotong menjadi 1.5 M, harus segera dimasukan dalam air karena jika dibiarkan terkena matahari maka akan kering dan menyebabkan kualitas Sagu menurun. Dan direndampun tidak boleh terlalu lama, maksimal hanya 2 Minggu dan cara melihat batang Sagu berkualitas jika direndam tualnya tenggelam hingga 80 persen dan jumlahnya dibawah 50 Tual Per Ton. Di Meranti tual Sagu sebanyak kurang lebih 3000-an, dibawa dengan menggunakan Pompong yang diikat menggunakan tali menuju perusahaan untuk diolah menjadi Sagu basah dan kering yang hasil produksinya diekspor ke Cirebon dan luar negeri. Sekedar informasi, kegiatan ini merupakan program
tahunan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti dalam penyelenggaraan The 2nd
Internasional Conference Tourism Gastronomy And Tourism Destination
(TGDIC 2018). [] humas pemkab meranti
.

Daerah

Ekonomi

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Rabu 23 Mei 2018

Lagi, Ayat Cahyadi Dkk Turun Gunung Ikut Menangkan Syamsuar-Edy

Lagi, Ayat Cahyadi Dkk Turun Gunung Ikut Menangkan Syamsuar-Edy

PEKANBARU (riauoke.com) – Ketua Pemenangan PKS Kota Pekanbaru H Ayat Cahyadi kembali turun gunung, berkampanye...