Minggu, 27 Mei 2018

Awali Minggu Pertama Ramadhan, Tim JB Buka Bersama Petugas Kebersihan

 

Pekanbaru (riauoke.com) Indahnya kebersamaan kegiatan Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru di minggu pertama bulan Ramadhan 2018. Awali bulan penuh berkah ini dengan mengadakan berbuka bersama petugas kebersihan Kota Pekanbaru di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jalan Ahmad Yani, Jum'at sore (18/05/2018) Pukul 17.00 WIB

Pada kesempatan yang berbahagia ini, kegiatan Polisi Peduli dan Berbagi Polresta Pekanbaru dengan nama Jum'at Barokah di pimpin lansung oleh Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH diwakili oleh Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi P SIK serta tim dari IDI Riau dan Kota Pekanbaru. Selanjutnya tim dari IAUI ( Ikatan Ahli Urologi Indonesia)

Selain itu turut hadir dari PDGI Cabang Pekanbaru, Ketua LBP2AR, Perempuan LIRA, tim dari Dokkes Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru, Sang Da'i cilik Syekh Rasyid, Adinda Bulan Karunia Rudianti serta teman-teman dari tim management media Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru.

"Terimakasih saya ucapkan kepada Ibuk dan bapak dapat hadir dalam kegiatan Polisi Peduli dan Berbagi Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru. Kita memberi bukan berarti lebih, tetapi karena merupakan adanya rasa persaudaraan yang terjalin terhadap diri kita semuanya. Maka dari itu kami mengundang, ingin memberikan sedikit paket sembako untuk ibuk dan bapak semuanya,"terang Edy

Dijelaskan Edy, paket sembako ini merupakan bantuan dari infak personil Polresta Pekanbaru serta dari IDI Riau dan PDGI Pekanbaru berupa 50 paket sembako yang berisikikan beras, minyak goreng dan lainnya."Sebelum pemberian paket sembako kepada 30 petugas kebersihan, kegiatan ini kita mulai dengan pemeriksaan deteksi dini hipertensi dari tim Dokkes-RSBP kepada masyarakat sekitar. Selanjutnya, tauziah agama oleh Syekh Rasyid dan buka bersama,"tegas Wakapolresta teraebut

Sementara Kabiddokkes Polda Riau melalui ketua PDGI Pekanbaru AKBP Drg Agung H Wijanarko SPBM menyebutkan dirinya beserta tim mengucapkan rasa syukur dan terimakasihnya kepada para petugas kebersihan Kota Pekanbaru dalam menghadiri kegiatan Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru.

"Alhamdulillah pada kesempatan ini, kita dari tim Dokkes Polda Riau, IDI Riau, Dokkes-RSBP, IAUI dan PDGI cabang pekanbaru dapat memberikan 50 paket sembako dan 30 paket kain sarung. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi bapak ibuk semuanya,"tukas Dr Agung. [] mah

Hadirkan UAS, PWI Riau Akan Gelar Bukber pada 28 Mei Mendatang

Pekanbaru (riauoke.com) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau akan menggelar kegiatan berbuka puasa bersama pada 28 Mei 2018 mendatang, atau bertepatan 12 Ramadan 1439 Hijriah.

Acara berbuka puasa bersama yang akan dilangsungkan di Gedung PWI Riau Jalan Arifin Achmad Pekanbaru ini menghadirkan penceramah sejuta viewer Ustaz Abdul Somad (UAS).

"Dalam hajatan berbuka puasa bersama nanti, dijadwalkan Ustaz Abdul Somad akan hadir memberikan tausiyah Ramadan," kata Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang didampingi Ketua Panitia Ramadan PWI Riau tahun 1439 H/2018 Masehi, Edhar Darlis dan Sekretaris Zulmiron di Kantor PWI Riau, Kamis (17/5/2018).

Pada acara berbuka puasa nanti, sebut Zulmansyah, juga akan dibagikan 200 paket bingkisan bagi wartawan anggota PWI Riau. Salah satu tujuannya agar Gedung PWI Riau sebagai rumah besar wartawan Riau serta seluruh pengurus PWI dan anggota-anggotanya mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

"Kita adanya acara berbuka puasa bersama nanti, kita berharap akan semakin kompak-bersatu dan semakin hebat ke depannya," harap Zulmansyah.

Karena itu Zulmansyah mengimbau semua wartawan yang tergabung dalam wadah PWI serta keluarga besar Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Riau, agar dapat berkenan hadir untuk bersama-sama berdoa dan mendengarkan tausiyah UAS.

Sementara itu Edhar Darlis menambahkan, rangkaian acara berbuka puasa bersama akan dimulai pada pukul 16.00 WIB atau sesudah Salat Ashar dan berakhir sesudah Salat Maghrib. Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran, laporan panitia, sambutan Ketua PWI Riau dan tepat pukul 17.00 WIB dilanjutkan dengan tausiyah UAS.

"Dalam berbuka puasa bersama ini, Pengurus PWI Riau dan Panitia Ramadan menyediakan 500 paket makan dan takjil berbuka. Tapi untuk paket bingkisan, hanya disedikan 200 paket saja untuk anggota PWI atau anggota IKWI Riau yang datang pertama dan mengisi absensi. Jadi panitia sudah bersepakat, 200 anggota PWI atau IKWI yang datang pertama kali dan mengisi absensi, itu saja yang mendapatkan paket THR," jelas Edhar.

Paket bingkisan itu isinya antara lain beras 5 kilogram, gula 2 kilogram, minyak goreng 2 liter dan sirup.

"Mohon jangan dilihat nilai paketnya, namun lihatlah kepedulian pengurus PWI Riau kepada anggotanya. Mudah-mudahan di masa akan datang, paket ini dapat bertambah isinya dan bertambah banyak pula anggota PWI yang menerimanya," kata Edhar.

Dikatakan Edhar yang juga Wakil Ketua Bidang Kesra PWI, masih dalam rangkaian acara berbuka puasa bersama PWI Riau, juga disiapkan santunan dan bantuan kepada janda-janda wartawan yang suaminya sudah meninggal dan kehidupannya sulit. Juga ada santunan kepada anak-anak yatim wartawan serta santunan anak-anak yatim/piatu di sekitar Gedung PWI Riau.

"Dengan hajatan berbuka puasa bersama ini, kita ingin silaturahmi internal PWI dan eksternal PWI bersama mitra, akan semakin erat lagi," ujar Edhar. (rls)

PWNU Riau Mengutuk Keras Peledakan Tiga Bom Gereja di Surabaya

Pekanbaru (riauoke.com) Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1439 H, kita dikejutkan dengan aksi narapidana Terorisme di Mako Brimob serta yang terbaru, ledakan bom di tiga Gererja di Surabaya, (13/5). Rangkaian kejadian itu menunjukkan bahwa radikalisme, apalagi yang mengatasnamakan agama, sungguh sangat memprihatinkan dan mengiris hati kita semua.

Menyaksikan dan mencermati dengan seksama rangkaian peristiwa di atas, khususnya peristiwa bom di tiga Gereja di Surabaya, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau menegaskan.

Mengecam dan mengutuk keras segala tindakan terorisme, apapun motif dan latar belakangnya. Segala macan tindakan menggunakan kekerasan, apalagi yang mengatasnamakan agama dengan cara menebarkan teror, kebencian, dan kekerasan bukanlah ciri ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Islam mengutuk segala bentuk kekerasan. Bahkan tidak ada satu pun agama di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan.

 

Menyampaikam rasa bela sungkawa yang sangat mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang sedang dialami. Segala yang terjadi merupakan suratan takdir dan kita harus menerimanya dengan penuh sikap kedewasaan, lapang dada, ketabahan dan kesabaran.

Mendukung penuh upaya dan langkah-langkah aparat keamanan untuk mengusut secara cepat dan tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut. Gerakan terorisme sudah semakin sedemikian merajalela, maka diperlukan penanganan khusus yang lebih intensif dari pelbagai pihak, utamanya negara melalui keamanan.

Mengajak seluruh warga Indonesia untuk bersatu padu menahan diri, tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan. Jika mendapati peristiwa sekecil apapun yang menjurus pada radikalisme dan terorisme segera laporkan ke aparat keamanan. Segala hal yang mengandung kekerasan sesungguhnya bertentangan dengan ajaran Islam dan bahkan bertentangan dengan ajaran agama apapun. Islam mengajarkan nilai-nilai kesantunan dalam berdakwah. 

Mengimbau warga NU untuk senantiasa meningkatkan dzikrullah dan berdoa kepada Allah Swt. untuk keselamatan, keamanan, kemaslahatan, dan ketenteraman hidup dalam berbangsa dan bernegara. Nahdlatul Ulama (NU) juga meminta kepada semua pihak untuk menghentikan segala spekulasi yang bisa memperkeruh peristiwa ini. Kita percayakan penanganan sepenuhnya di tangan aparat keamanan. Kita mendukung aparat keamanan, salah satunya dengan cara tidak ikut-ikutan menyebarkan isu, gambar korban, dan juga berita yang belum terverifikasi kebenarannya terkait peristiwa ini.

Nahdlatul Ulama (NU) mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas serta cepat terkait penanganan dan isu terorisme dan radikalisme. Langkah ini harus ditempuh sebagai bagian penting dari upaya implementasi dan kewajiban Negara untuk menjamin keamanan hidup warganya. Dan apapun motifnya, kekerasan, radikalisme, dan terorisme tidak bisa ditolerir apalagi dibenarkan, sebab ia mencederai kemanusiaan. Demikian ungkapan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Riau, T Rusli Ahmad, SE Ketua Tanfidziyah didampingi Sekretaris H. Abdul Wahid, S.Ag. M.I.Kom. []al

Konsumen Apartemen Pekanbaru Park Diingatkan Hentikan Transaksi

Pekanbaru (riauoke.com) Konsumen Apartemen Pekanbaru Park yang kini juga bernama Prime Park Hotel diperingatkan untuk tidak melakukan transaksi apa pun dengan pengelola apartemen. Hal itu menyusul telah adanya surat pemblokiran sertifikat tanah di BPN, dan pemblokiran rekening bank milik pengelola di BTN. Otoritas Jasa Keuangan juga sudah menerima pemberitahuan perihal blokir ini.

Demikian diutarakan Kuasa Hukum H Jufri Zubir, Zulfikri Toguan kepada awak media di Pekanbaru,  . "Kami memberikan peringatan saja, supaya jangan sampai ada kerugian di pihak konsumen di kemudian hari lantaran bertransaksi dengan pengelola Pekanbaru Park ini," ujar Zulfikri Toguan.

Lebih lanjut Zulfikri mengutarakan, adanya pemblokiran tersebut lantaran properti itu sedang berada dalam proses berperkara di PN Pekanbaru. "Klien kami mengajukan gugatan Perdata ke PN Pekanbaru. Saat ini sedang berproses," ujarnya.

Terkait proses perkara perdata di PN Pekanbaru itu, (9/5/2018) berlangsung sidang mediasi. Sidang dipimpin hakim mediasi, Mahyudin. Pihak H Jufri Zubir sebagai penggugat hadir beserta kuasa hukumnya. Sementara pihak Tergugat, Tomi Karya dan H Ony tidak hadir. Tomi hanya diwakili kuasa hukumnya. Sementara pihak Turut Tergugat, PT Pembangunan Perumahan (PP) dihadiri oleh kuasa hukumnya.

Saat berlangsung sidang mediasi, Mahyudin menyatakan bahwa pihak tergugat diminta hadir untuk mencari penyelesaian secara kekeluargaan. Mahyudin mengatakan, jika tidak tercapai kesepakatan pada mediasi, perkara akan lanjut ke tahap persidangan.

Terkait perkara perdata antara H Jufri Zubir dengan Tomi Karya dan H Ony, kasus ini bermula pada tahun 2006, H Jufri Zubir melakukan pinjaman uang di Beringin Srikandi Finance (BSF) sebesar Rp 5 miliar, dengan jaminan tanah Penggugat seluas 10 Ha di Desa Tanah Merah. Pinjaman tersebut bertujuan untuk pembangunan perumahan, kala itu pinjaman memakai nama PT Osmar, dengan Direktur dijabat Todu Pangabean, dan Penggugat sebagai Komisaris. Untuk diketahui, penunjukan Todu Pangabean sebagai Direktur, adalah atas permintaan dari BSF.

Kemudian, setelah mendapatkan pinjaman, pembangunan perumahan pun terlaksana, namun Todu hanya membayar angsuran sebesar Rp 500 juta kepada BSF. Hingga sampai pada tahun 2011, hutang PT Osmar di BSF tercatat sebesar Rp 11 miliar. Ketika itu, akhirnya Direktur Utama BSF dan tim datang ke Pekanbaru. Mereka bertemu dengan H Jufri Zubir dalam pertemuan itu dibuatlah kesepakatan jaminan tanah 10 Ha di Desa Tanah Merah ditukar dengan tanah Penggugat di Jalan Sudirman Pekanbaru seluas ± 5 Ha untuk pembangunan mal, hotel, dan apartemen.

Dari kesepakatan baru tersebut, BSF menyetujui memberi pinjaman Rp 25 miliar lagi. Disepakati juga hutang Rp 11 miliar hanya dibayar pokok saja sebesar Rp 4,5 miliar. Dengan syarat Erinos ditunjuk oleh BSF sebagai direktur dan Tarman Azam sebagai pemegang saham H Jufri Zubir  sebesar 90 persen. Dimana Erinos diberi saham kosong sebesar 10 persen.

Untuk melaksanakan pembangunan mal, hotel dan apartemen itu, maka didirikanlah PT Mitra Nusa Graha. Hal ini karena nama PT Osmar dan nama H Jufri Zubir sudah blacklist di BSF. Selanjutnya, Erinos melanjutkan pengurusan izin dan perencanaan pembangunan mal, hotel, dan apartemen dengan pinjaman baru dari BSF tersebut. Pada saat itu, sertifikat tanah 10 Ha di Desa Tanah Merah pun dikembalikan kepada H Jufri Zubir.

Setelah perencanaan dan perizinan selesai dipersiapkan, maka H Jufri Zubir berkenalan dengan Kepala BIN Malaysia, Dt Zamzamin. Selanjutnya Dt Zamzamin pun memperkenalkan H Jufri Zubir dengan Jenderal Pol Sutanto yang waktu itu sebagai Kepala BIN Indonesia, yang kemudian diundang ke Pekanbaru oleh H Jufri Zubir untuk melihat lokasi pembangunan mal, hotel dan apartemen. Kala itu, Jenderal Sutanto menyatakan tertarik bekerjasama dan menyatakan kesiapan mencarikan investor. Kala itu, Sutanto langsung menghubungi Cecep, pemilik Panghegar Bandung. Kemudian mereka bersepakat bertemu di Jakarta di rumah Jenderal Polisi Sutanto.

Sepekan setelah itu, diadakanlah rapat di Bank Mayapada Jakarta, saat itu Jenderal Pol Susanto, Cecep, H Jufri Zubir, Tarman Azam, H Onysebagai perwakilan Jenderal Pol Sutanto, Dt Zamzamin, Sofyar selaku perwakilan Cecep, dan Tomi Karya sebagai pengacara H Jufri Zubir.

Menurut H Jufri Zubir, Tomi Karya adalah pengacara H Jufri Zubir yang dsekolahkannya S2, digaji Rp 25 juta per bulan, dikasih saham di perusahaan H Jufri Zubir dan dikasih kebun di Rumbai 50 hektar. Pada saat rapat di Bank Mayapada, H Jufri Zubir sampaikan ke Jenderal Pol Sutanto bahwa tanah h Jufri Zubir dijaminkan ke BSF untuk pinjaman Rp 25 miliar. Jufri juga menyampaikan apabila Sutanto sudah tebus tanah Di BSF, dan apabila proyek mal, hotel dan apartemen terlaksana, maka Sutanto dikasih saham kosong 50 persen. Saat itu Jenderal Pol Sutanto menyatakan setuju, begitu juga dengan Cecep meyatakan setuju.

Bahwa berhubung masing-masing pihak sibuk, maka mereka menunjuk pelaksana masing-masing. Cecep menunjuk Sofyar, Jenderal Pol Sutanto menunjuk H Ony dan Penggugat menunjuk Tomi Karya sebagai pelaksana.

Da pelaksanaan pekerjaan, H Jufri Zubir meminta Tomi Karya membuat semua perjanjian kerjasama antara H Jufri Zubir dan Jenderal Pol Sutanto. Namun ternyata Tomi Karya membuat perjanjian kerjasama antara Penggugat dengan H Ony. Alasan Tomi Karya waktu itu, apabila proyek jalan, H Ony akan mengembalikan semua perjanjian atas nama Jenderal Pol Sutanto.

Setelah perjanjian dibuat, Tomi Karya meminta surat kuasa dari H Jufri Zubir. Surat kuasa hanya dalam hal pelaksanaan pembangunan mal, hotel dan apartemen, bukan untuk menjual atau mengalihkan saham yang dimiliki H Jufri Zubir atas nama Tarman Azam. Dan ada surat kesepakatan antara H Jufri Zubir, Tarman Azam, Tomi Karya, Dt Zamzamin, bahwa H Jufri Zubir memberikan saham 1,5 persen untuk Dt Zamzamin, Tomi Karya 1,5 persen, dan Tarman Azam 2 persen, atas nama PT MNG. Sedangkan sisanya 85 persen adalah milik H Jufri Zubir. Dalam pelaksanaannya, ternyata H Ony, Tomi Karya, dan Sofyar meminjam uang lagi di BSF senilai Rp 100 miliar, dengan jaminan aset punya H Jufri Zubir sendiri, atas nama PT Panghegar. Sedangkan kesepakatan H Jufri Zubir dengan Bapak Jenderal Pol Sutanto, dibayar dulu hutang H Jufri Zubir di BSF, dan diambil sertifikat H Jufri Zubir, setelah itu barulah H Jufri Zubir membuat perjanjian kerjasama untuk mal, hotel dan apartemen.

Setelah itu, Tomi Karya H Ony, dan Sofyar tidak pernah mau berhubungan lagi dengan H Jufri Zubir sampai kasus ini H Jufri Zubir laporkan ke polisi, hingga Tomi Karya ditetapkan sebagai tersangka penggelapan, lalu diterbitkan SP3 oleh Polda Riau, lalu Penggugat ajukan gugatan pra peradilan atas SP3 itu, dan majelis hakim pra peradilan memerintahkan membuka kembali kasusnya. Dan hingga saat ini, yang menjadi tanda tanya besar bagi H Jufri Zubir, kenapa sampai saat sekarang permintaan konfrontir dengan Jenderal Pol Sutanto, Cecep, H Ony, Sofyar dan Saudara Tomi Karya tidak pernah dilakukan penyidik sampai sekarang.

H Jufri Zubir juga pernah mengadukan perkara ini ke DPR RI, dan Komisi III DPR RI sudah pernah menggelar Rapat Dengar Pendapat untuk kasus ini. Tapi dengan kekuatan mereka, mereka berani tidak datang memenuhi undangan III DPR RI .

Sejak tahun 2012 dibuat perjanjian, sampai saat ini penjualan unit apartemen sudah habis, dengan aset yang H Jufri Zubir punya, mereka sudah meraup uang tak kurang dari Rp 300 miliar. Dan H Jufri Zubir tidak pernah dberikan laporan apa pun. H Jufri Zubir hanya pernah diberi pinjaman Rp 2,5 miliar pada tahun 2012.

H Jufri Zubirsudah beberapa kali datang ke rumah Jenderal Pol Sutanto, dan tidak pernah mau menemui H Jufri Zubir. Seharusnya secara etika dan adat ketimuran, H Jufri Zubir tidak pernah berurusan dengan H Ony dalam berbisnis, dan kenapa Jenderal Sutanto tidak mau bertemu dengan H Jufri Zubir? Sampai H Jufri Zubir meminta agar dikonfrontir dengan pihak terlalor oleh penyidik Polda Riau, tapi tidak pernah terwujud.

H Jufri Zubir melakukan Perjanjian Kerjasama pembangunan pusat perbelanjaan, condominium dan hotel dengan Onny pada tanggal 16 Januari 2013.

Dalam perjanjian kerjasama tersebut, tanah milik H Jufri Zubir di nilai dengan harga Rp 2.000.000/ m (dua juta rupiah permeter) dengan pemakaian tanah milik H Jufri Zubir seluas ± 5 hektar, sehingga total keseluruhan adalah Rp 100.000.000.000 (seratus miliyar rupiah).

H Jufri Zubirhanya menerima dan mengakui dana talangan dari H Onny sebesar Rp 37.486.055.834 (tiga puluh tujuh miliyar empat ratus delapan puluh enam juta lima puluh lima ribu delapan ratus tiga puluh empat rupiah), sehingga sisa pembayaran yang harus diterima H Jufri Zubir sebesar Rp 62.513.944.166 (enam puluh dua miliyar lima ratus tiga belas juta sembilan ratus empat puluh empat ribu seratus enam puluh enam rupiah).

Lahan milik H Jufri Zubir yang terpakai untuk pembangunan pusat perbelanjaan, condominium dan hotel adalah seluas 31.789 M2, maka sisa tanah yang tidak dipakai harus dikembalikan kepada H Jufri Zubir lebih kurang 20.556 M2, karena mutlak milik H Jufri Zubir.

Selain itu, H Jufri Zubir tidak menyetujui hasil laporan uji tuntas (Due Diligence Report) periode 3 Maret 2012 sampai dengan tanggal 2 Agustus 2013, karena hanya berupa laporan audit uang masuk dan keluar, kecuali sesuai dokumen pendukung yang diakui Penggugat.

H Jufri Zubir meminta keadilan atas tindakan penyeludupan hukum yang terjadi terhadap kolaborasi orang-orang tersebut.[]rils


TEKS FOTO:
SIDANG MEDIASI - Hakim mediasi, Mahyudin memimpin sidang mediasi gugatan perdata H Jufri Zubir melawan Tomi Karya, H Ony, Sofyar dan PT Pembangunan Perumahan, Rabu (9/5/2018). Pada sidang kali ini, pihak tergugat tidak hadir memenuhi panggilan majelis hakim.

Jum'at Barokah Resta Pekanbaru Sambangi Rumah Nenek Pedagang Peyek Keliling

Pekanbaru (riauoke.com)Tim Jum’at Barokah Polresta Pekanbaru mendatangi rumah nenek Zaitun (73) pedagang keripik peyek keliling Jalan Pepaya gang masjid  Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Sukajadi, Jumat (04/05) Pukul 14.00 WIB.




Tim Jumat Barokah ini terdiri dari Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto Sik SH MH yang diwakilkan oleh Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Priadinita SIK, Bid Dokkes Polda Riau, IDI Cabang Pekanbaru, PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiologi Indonesia) cabang Pekanbaru.

Selanjutnya dihadiri PDGI cabang Pekanbaru, Ketua LBP2AR, LSM Perempuan LIRA, FJPI, Kanit Provost, sang motivator anak menderita difabel Bulan Karunia, perwakilan Bujang Dara Pekanbaru, tim media serta tim Jum'at Barokah.

Wakapolresta Pekanbaru menjelaskan kenapa mendatangi rumah nenek Zaitun dikarenakan nenek ini banting tulang untuk menghidupi keluarganya dengan berdagang kripik peyek keliling kalau memiliki modal. Apalagi nenek itu mempunyai seorang anak yang tidak memiliki pekerjaan.

“Kami memperoleh informasi tentang bagaimana nenek Zaitun harus menghidupi keluarga dengan segala keterbatasan. Makanya pihak kami putuskan hari ini untuk datang memberikan bantuan kepada nenek tersebut,” terang Wakapolresta

Ditambahkan Edy, selain memberikan bantuan kepada nenek Zaitun, tim Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru juga memberikan bantuan kursi roda kepada Lutfhi Sakhi Zaidan (4) seorang anak yang menderita difable yang hanya bisa berbaring dan tidak bisa apa-apa.

Sementara nenek Zaitun kepada awak media mengatakan bahwa dia memiliki keahlian hanya membuat kripik peyek yang bakalan didagangnya keliling menanggung kehidupan keluarganya dengan 1 orang anak. Terkadang kalau tidak memiliki modal, nenek Zaitun menunggu bantuan dari warga sekitar rumahnya.

“Beginilah kondisi rumah nenek nak, terkadang kami masak kalau ada uang. kalau tidak menunggu bantuan dari warga sekitar. Nenek memiliki seorang anak tetapi tidak bekerja. Sedangkan untuk berjualan, nenek harus memiliki modal dulu," terang nenek lulusan Pesantren Gontor tersebut

Sementara ditempat yang sama lurah Jatirejo Evi Budiarti mengapresiasi kegiatan Jumat Barokah ini, karena bisa menjadi contoh bagi seluruh pihak terkait khususnya kita bagi warga yang keluarganya mampu.

“Keluarganya berharap kedepannya ada pihak lain juga selain instansi Polri, Dokter untuk memperhatikan keluarganya,"tutup Lurah .[] zar

Swasta Berperan Bantu Petani Menyerap Biaya Pelaksanaan Replanting Tanaman Sawit

Pekanbaru (riuaoke.com)  Sebagai pelaku usaha, PT. Tetap Terus Terang (T3) berkeinginan membantu memaksimalkan kinerja dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit yang baru dibentuk pemerintah sehingga para petani di Riau bisa merasakan manfaat Badan tersebut.




"Sampai sekarang BPDP masih belum bisa dengan maksimal menyentuh para petani sawit di wilayah provinsi Riau yang hendak meremajakan lahan sawitnya. Ide dan keinginan dari kami untuk hal itu sedang dipersiapkan dengan matang agar uang publik yang bersumber dari pungutan ekspor minyak sawit bisa nyata membantu para petani yang memproduksi bahan baku eksport tersebut" sebut Alexander Sitorus, Direktur Utama PT. Tetap Terus Terang kepada wartawan di Pekanbaru Rabu 2/5/2018.

Pria yang akrab disapa Alex ini sedang melakukan konsolidasi perusahaan guna mencermati model yang tepat untuk ditawarkan agar petani sawit di Riau terbantu dengan tetap mengedepankan pertanggungjawaban dari petani kepada BPDP supaya tidak melanggar peraturan.

Sarjana pertanian tanaman keras itu juga optimis, bahwa upaya membantu petani dan atau perusahaan kebun sawit adalah bentuk lain dari bersinergi dengan BPDP. Itu kami yakini bisa memaksimalisasi kinerja BPDP, sehingga kepuasan bagi kami juga bisa tercapai.

"Kami sedang berupaya memposisikan diri agar PT T3  bisa berada di antara ketimpangan persyaratan administrasi yang begitu ketat dari BPDP dengan kenyataan minimnya administrasi yang dimiliki oleh para petani sawit Rau" sebut dia.

Alex juga menyebutkan bahwa secara faktual skema untuk menyerap dana replanting oleh petani sawit di Riau senyatanya kondisi di lapangan berbeda jauh dengan di atas kertas yang dipersyaratkan BPDP. BPDP yang baru berusia sangat muda tentu perlu didukung agar bisa membumikan programnya sehingga tidak kerap hanya jadi sasaran kritik.

"Maka kami harus peduli terkait kondisi itu karena secara langsung akan merugikan seluruh petani sawit Riau. Perusahaan kami yang membuka kekhususan pekerjaan jasa replanting dengan model tumbang serentak tanpa menyisakan sampah sawit apapun di atas lahan yang akan direplanting berupaya untuk memposisikan diri sebagai pihak yang coba mematahkan hal negatif itu" tambahnya.

Artinya, lanjut Alex, jika T3 sudah mereplanting kebun sawit petani, maka seharusnya tidak ada lagi keraguan bagi BPDP untuk segera membayar petani karena lahan sudah diremajakan. Jangan lagi BPDP beralasan bahwa petani harus memiliki administrasi seideal harapan mereka. Itu tidak akan mungkin terwujud.

"Fakta bahwa tertib administrasi kepemilikan atau alas hak tanah para petani kelapa sawit jauh panggang dari ukuran BPDP. Kasihan petani sawit di Riau. Mereka memiliki keinginan kuat untuk hidup dari lahan sawitnya. Keinginan petani itu yang justru bersumbangsih besar bagi eksport dan dari situ dikutip iuran yang kemudian ditata kelola BPDP" ujarnya.

Idealnya, jika secara faktual lahan milik petani sawit sudah direplanting, sambung Alex, maka menjadi lahir pembuktian bagi petani untuk bisa mendapatkan haknya yakni alokasi replanting dari BPDP.

"Jangan lagi mereka tidak dipercaya atau dipersulit untuk mendapatkan haknya tersebut. Toh regulasi sudah memberikan perlindungan terhadap petani sawit atas haknya" harap dia.

Harga replanting dengan tidak menyisakan apapun terkait sampah pohon sawit tua cukup murah ketimbang harga yang dialokasikan perusahaan besar sekalipun.

"Kami mampu memberi harga peremajaan dengan lahan yang cukup bersih secara alamiah, cukup Rp. 17.500.000,-. Biaya ini juga lumayan jauh dari dana alokasi BPDP yang Rp. 25.000.000 per hektar tersebut" bebernya.

Untuk memudahkan para petani, PT Tetap Terus Terang juga telah membuka Kontak Replanting Sawit Rakyat di Jalan Rajawali Sakti Ujung, Ruko Rindu Serumpun, No. 6, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru 28291. Email: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya Telp. 0761-8412191; HP/WA 081319770808, 082268356202

"Selama ini, petani tidak mendapatkan haknya karena banyak faktor yang tidak bisa mereka penuhi secara administrasi. Maka kami coba hadir untuk pertama kali untuk menjadi jembatan guna mengurai dua sisi yang berbeda itu, yakni antara petani sawit dengan BPDP. Semoga ke depan perbedaan yang berakibat menegatifkan kinerja BPDP dan merugikan petani kelapa sawit bisa teratasi sehingga kedua belah pihak bisa saling diuntungkan" pungkas Alex. [] had/ril

Disdik Pekanbaru Pastikan Pelajar Terlibat Kasus Narkoba Bisa Ikuti UN Susulan

Pekanbaru (riauoke.com)  Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru memastikan pelajar di Pekanbaru yang belum lama ini terciduk sedang pesta narkoba pihak kepolisian di Kecamatan Tenayan Raya akan tetap mengikuti ujian nasional (UN) susulan.




"Kita meminta siswa yang terlibat kemarin (Narkoba,red) bisa mengikuti ujian susulan pada tanggal 8 dan 9 Mei. Dan kita juga sudah koordinasi dengan pihak sekolah agar siswanya mengikuti ujian susulan," kata Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal, (1/5/2018).

Dikatakan Jamal, pihaknya sampai saat ini memang belum mendapatkan surat secara resmi dari pihak sekolah perihal keterlibatan anak tersebut. Selain itu, disdik juga telah memanggil kedua kepala sekolah tersebut.

"Namun dari keterangan orang tua siswa yang melaporkan ke sekolah hanya siswa tersebut sakit. Karena itu kita menawarkan ujian susulan. Jika mereka tidak ikut tidak salah kita sebab kita sudah menawarkan. Jika nantinya mereka masuk lapas kami juga menyiapkan ujian nasional buat mereka jika mereka mengikuti," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru M Noer meminta sekolah dan juga orang tua menangani serius terhadap anak-anak yang memakai narkoba.

"Mendengar anak-anak memakai narkoba saya sangat merinding. Untuk itu yang perlu diingatkan adalah orang tua dan sekolah dalam meningkatkan pengawasan terhadap siswa," tukasnya. [] ril/had

 

Polresta Pekanbaru Ekspos Ungkap Kasus 4 kg Narkoba


Pekanbaru (riauoke.com)  Polresta Pekanbaru dipimpin Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH terkait pengungkapan narkoba di Loby Mapolresta Pekanbaru Senin, ( 30/4/2018).

 

Pengurus Komunitas Salud Provinsi Riau Terbentuk, Virus Sadar Lalu Lintas Harus Disebar sejak Usia Dini

 

Pekanbaru (riauoke.com) Pasca Bimbingan Teknis Sadar Lalu Lintas Usia Dini, yang dilaksanakan Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah IV Provinsi Riau-Kepri, pada 25-26 April 2018, sebanyak 40 peserta sepakat membentuk Komunitas Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) Provinsi Riau.

Sambangi Seorang Janda Buruh Cuci, Wakapolresta Pekanbaru: Indahnya Berbagi

PEKANBARU (riauoke.com) – Minggu ini tim Jum’at Barokah Polresta Pekanbaru mengunjungi rumah warga yang tidak mampu, kali ini berkunjung ke rumah Ibu Barniati (61) seorang janda yang bekerja sebagai buruh cuci kain beralamat Jalan Bahana Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru Jum’at (27/04/2018) Pukul 10.00 WIB

Tim Jumat Barokah dipimpin lansung oleh Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK yang diwakili Oleh Wakapolresta AKBP Edy Sumardi P. SIK beserta, Adinda Bulan Kurnia, tim dari LSM Perempuan Lira, LSM LBP2AR, Tim IDI Riau, PABDI Riau, Dokkes Rumkit, PDGI cab Pekanbaru dan Wartawan tim media Polresta Pekanbaru."Indah nya berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan dan kaum dhuafa yang tidak mampu,"tutur Wakapolresta

Lebih lanjut Edy menjelaskan bahwa giat ini secara rutin berawal dari adanya laporan Bhabinkamtibmas Marpoyan Damai serta bahwasanya di wilayah beliau bertugas ada warga yang benar-benar kurang mampu."Seperti biasanya, kita tim memberikan beberapa bantuan bahan pokok, yaitu beras, gula, telur dan sebagainya. Begitu juga bantuan dari tim IDI berupa 60 paket sembako, PABDI Riau, Dokkes Riau dan PDGI Pekanbaru"imbuh Kapolres Kembali

"Selain pemberian bantuan, teman-teman dari IDI, PABDI, Dokkes Riau dan PDGI cabang Pekanbaru melaksanakan perobatan gratis dengan melakukan cek kesehatan bagi masyarakat sekitar. Mari kita bersama-sama berbagi. Indahnya berbagi yang punya rezeki lebih kepada rezeki yang kurang, diliput atau tidak diliput kita tetap Istiqomah melaksanakan program sosial Jumat Barokah," tutup perwira lulusan AKPOL 1996 tersebut

Sementara itu Barniati kepada awak media sambil memeluk erat Wakapolresta Pekanbaru menyebutkan kedatangan tim Jum’at Barokah membuat masyarakat sangat terbantu, apalagi disekitar kediamannya banyak yang bernasib sama olehnya.

"Kami masyarakat awam menjadi berfikir positif terhadap Polri atas kinerjanya sebagai pelindung dan pelayan masyarakat. Saya berharap pihak Polresta Pekanbaru, Dokter serta lainnya tetap selalu memperhatikan orang-orang yang lemah dan tidak mampu,"tutup seorang janda buruh cuci tersebut.[]  ril

Daerah

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Rabu 23 Mei 2018

Lagi, Ayat Cahyadi Dkk Turun Gunung Ikut Menangkan Syamsuar-Edy

Lagi, Ayat Cahyadi Dkk Turun Gunung Ikut Menangkan Syamsuar-Edy

PEKANBARU (riauoke.com) – Ketua Pemenangan PKS Kota Pekanbaru H Ayat Cahyadi kembali turun gunung, berkampanye...