Senin, 17 Desember 2018

Sukseskan Program Replanting Kelapa Sawit, AJO Indonesia Riau Siap Bermitra dengan Pemerintah

Pekanbaru (riauoke.com)  Pengurus Dewan Pimpinan Daerah, Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia Riau bersama  Dewan Pimpinan Cabang kabupaten/kota, taja pertemuan dengan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHBun) dengan tajuk tentang "Sosialisasi Program Peremajaan Kelapa Sawit Nasional " (22/09/2018).



Dalam kegiatan  Sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat bagi anggota AJO Indonesia Riau tersebut pematerinya  adalah Kepala Dinas TPHBun Provinsi Riau Ir H Ferry HC Erna Putra MSi yang diwakili oleh Dedih Hermawan SP MM (Kordinator Tim Verivikasi dan Sekretariat PKSP Prov Riau.


Menurut Dedih saat ini, pemerintah Provinsi Riau terus berusaha meningkatkan produksi perkebunan sawit di daerah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan program peremajaan (replanting) tanaman kelapa sawit. Tahun ini Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan menargetkan peremajaan kelapa sawit seluas 22.044 Ha.


Hal ini disampaikan Dedih di acara Sosialisasi Program Peremajaan Kelapa Sawit Nasional di hadapan para pengurus Aliansi Jurnalistik Online Indonesia Provinsi Riau dan Kabupaten/kota. Kegiatan ini berlangsung di aula Dinas TPHBun Provinsi Riau.


Dijelaskan Dedih, program peremajaan kelapa sawit ini merupakan program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan produksi kelapa sawit di tanah air. Pemerintah pusat mengalokasikan dana bantuan bagi masyarakat yang ingin meremajakan tanaman sawit mereka yang sudah tidak produktif.


"Provinsi Riau sebagai daerah perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia tentu harus memanfaatkan program ini secara maksimal karena akan meningkatkan perekonomian daerah," katanya.


Ditambahkannya, replanting di provinsi ini sudah demikian mendesak, bahkan boleh dikatakan terlambat. Sebab kebanyakan pohon kelapa sawit rakyat sudah berumur tua sehingga tidak lagi produktif, rata-rata berusia di atas 30 tahun. Produktivitas kebun tua paling banter menghasilkan 5 ton per hektar. Padahal, di perkebunan milik perusahaan swasta produktivitasnya sudah bisa mencapai 10 ton per hektarenya.


Dedi menyambut baik niat pengurus DPD AJO Indoneaia Riau untuk menjadi mitra dalam sosialisasi program ini kepada masyarakat sekaligus membantu mengawasi pelaksanaan program peremajaan kelapa sawit ini agar tepat sasaran dan berjalan dengan baik.


"Dinas TPHBun Provinsi Riau sudah berusaha untuk mensosialisasikan program ini ke masyarakat, namun karena keterbatasan SDM di lapangan tentu belum terlalu maksimal, dengan adanya kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat, terutama rekan-rekan media, kita harapkan target peremajaan kelapa sawit seluas 22.044 ha tahun ini dapat tercapai," katanya.


Semetara itu, Ketua DPD AJOI Riau Alexander Pranoto, mengungkapkan, pihaknya siap bermitra dengan Dinas TPHBun untuk menyebarluaskan informasi mengenai program pemerintah ini kepada masyarakat.


"Pers berperan untuk mencerdaskan masyarakat dan ikut membantu pemerintah dalam melaksanakan program pembangunan. Kami melihat program ini sangat strategis bagi Riau sebagai daerah yang kini mengandalkan sektor perkebunan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," ujar Alex [] ril

Daerah

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Rabu 12 Desember 2018

Wadahi Potensi Kaum Muda, PPI Kampar Gelar Turnamen Futsal

Bangkinang (riauoke.com) Untuk mewadahi para pecinta olah raga futsal di Kampar, Persatuan Paskibraka Indonesia (PPI)...

Politik

Kamis 13 Desember 2018

Anggota DPRD Bengkalis Tinner Wetbet Tumanggor Kunjungi Konstituennya di Mandau

Anggota DPRD Bengkalis Tinner Wetbet Tumanggor Kunjungi Konstituennya di Mandau

Bengkalis/Duri (Riauoke. Com) Anggota DPRD Bengkalis Tinner Wetbet Tumanggor dari Partai PKPI mengikuti rapat perangkat...