Ujungbatu, riauoke.com – Langkah cepat diambil oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) Riau untuk mengantisipasi dampak kerusakan lingkungan akibat meluapnya Sungai Ngaso. Bertempat di Jalan Semangka, Kompleks Yahardeka, Kelurahan Ujung Batu, dilakukan penyerahan bantuan berupa 200 unit geobag sebagai upaya pencegahan dini abrasi susulan di wilayah tersebut, Minggu (11/1/2026).
Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Kasatker OP BWSS Riau, Nizamuddin, ST., MT., kepada Kepala Dinas PUPR Rokan Hulu, Zulfikri, ST. Lokasi penyerahan difokuskan di titik rawan, tepatnya di lingkungan RK Harapan, RW 012 / RT 004, yang sempat terdampak banjir cukup parah beberapa waktu lalu.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Nizamuddin menyampaikan bahwa pemberian geobag ini merupakan respon darurat untuk memperkuat tebing sungai yang mulai terkikis. "Kami berharap dengan adanya 200 unit geobag ini, titik-titik kritis di sepanjang aliran Sungai Ngaso yang melintasi pemukiman warga dapat segera tertangani secara sementara sebelum dilakukan langkah permanen," ujarnya di sela-sela penyerahan.
Senada dengan hal tersebut, Kadis PUPR Rokan Hulu, Zulfikri, ST., mengapresiasi langkah cepat BWSS Riau. Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi sangat diperlukan mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi memicu banjir susulan.
Disaksikan Pihak Kecamatan dan Kelurahan
Prosesi penyerahan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat setempat, di antaranya:
* Camat Ujung Batu, Bapak Sigit Pranjoro, S.STP.
* Pihak Kelurahan Ujung Batu.
* PPTK Sungai, Rahmatanlil Alamin.
* Tokoh masyarakat dan warga setempat yang antusias menyaksikan upaya penyelamatan lingkungan mereka.
Sigit Pranjoro berharap masyarakat juga turut berperan aktif dalam membantu proses pemasangan geobag nantinya. "Gotong royong warga sangat dibutuhkan agar pengerjaan ini efektif dan lingkungan kita aman dari ancaman abrasi," pesannya.
Upaya Penanganan Berlanjut
Pemasangan geobag ini diharapkan mampu menahan laju pengikisan tanah di Kompleks Yahardeka, sehingga kekhawatiran warga akan hilangnya lahan pemukiman akibat tergerus arus sungai dapat berkurang. PPTK Sungai, Rahmatanlil Alamin, menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan penempatan bantuan tersebut tepat sasaran di titik yang paling rawan. []spr


























































