Senin, 20 November 2017

Sambut HUT Guru Nasional PGRI SiakTaja Lomba olahraha dan Kesenian.

Siak (riauoke.com) Menyambut Hari Guru Nasional dan HUT ke 72 PGRI, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Siak menyelenggarakan berbagai kegiatan perlombaan olahraha dan kesenian.




Perhelatan tersebut berlangsung di Lecamatan Sabak Auh, (17/11/2017), dan dibuka Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi. Kegiatan ini diikuti peserta dari anggota cabang PGRI se-Kabupaten Siak.

Dihadapan ratusan pahlawan tanpa jada itu, Syamsuar menyampaikan bahwa kegiatan ini selain untuk ajang silaturahmi  juga dapat saling tukar informasi dan pengalaman. Sehingga bisa memacu untuk meningkatkan kualitas sekolah kedepannya.

“Kami menyadari beberapa sekolah yang ada telah menunjukan kualitas yang baik, namun di sisi lain dalam hal pemerataan, pendidikan yang ada di berbagai sekolah belum sesuai yang kita harapkan. Oleh karena itu harus ada upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas yang sangat diharapkan pemerintah," ungkap Syamsuar.

Harapan itu bagaimana membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dan kualitas sekolah yang lebih baik. Sebab, kata Syamsuar, kita dituntut untuk mempersiapkan anak-anak bersaing dengan sekolah se-Indonesia. "Harapan kita bisa menciptakan anak-anak yang cerdas dan kreatif sehingga mampu bersaing dengan bangsa lain," ujar Syamsuar.

Untuk menggapai semua ini, jelas Syamsuar, tergantung dari bagaimana guru mengajar anak-anak di sekolah, sehingga bisa menciptakan anak-anak yang cerdas dan berkuliatas.

"Saya ingin kedepannya pihak PGRI Kabupaten Siak menambahkan perlombaan selain olahraga dan kesenian, seperti lomba kreatifitas dan inovasi guru sesuai dengan kemampuan masing-masing. Karena guru berkualitas yang memiliki kompetensi mampu menciptakan anak-anak didiknya berkualitas juga," saran Syamsuar.

Sebelumnya, Ketua Umum PGRI Kabupaten Siak, Lukman, melaporkan bahwa perlombaan yang mereka taja terdiri dari olahraga dan kesenian. Cabang olahraga yang dilombakan adalah, bola voli, bola takraw, bulu tangkis, dan senam PGRI. Sementara untuk kesenian adalah lomba menyanyi putra dan putri, zapin, kompang mengarak pengantin dan seminar.

Tema HUT PGRI ke 72 tahun 2017 ini, Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru Dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja.

Peserta lomba terdiri dari utusan 14 kecamatan (PGRI cabang). Antara lain, Kecamatan Siak sebanyak 75 orang, Mempura 50 orang, Bungaraya 90 orang, Sabak Auh 500 orang, Sungai Apit 150 orang, Pusako 80 orang, Dayun 75 orang, Koto Gasib 50 orang, Lubuk Dalam 56 orang, Kerinci Kanan 65 orang, Tualang 85 orang, Sungai Mandau 20 orang, Minas 35 orang dan kecamatan Kandis mengutus 60 orang.

Kegiatan ini dimulai dari tanggal 17 hingga 18 Nopember 2017 yang bertempat di Kecamatan Sabak Auh. "Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan persatuan dan solidaritas di antara rekan seprofesi serta untuk meningkatkan motivasi mereka," kata Lukman.[] adi


Tim Penilaian Lomba PHBS Tingkat Kabupaten Siak Turun K\ke Kampung Lalang

SUNGAIAPIT (Riauoke.com)-Dalam rangka  Penilaian Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Kabupaten Siak, turun ke kampung Lalang Kecamatan Sungai Apit Selasa (7/11)  Sekcam Sungai Apit Syafruddin Spd.ketika menghadiri acara penilaian lomba (PHBS) tepatnya d ikampung Lalang Kecamatan Sungai Apit Syafruddin Spd.Dalam arahanya menyampaikan,kegiatan bergotong royong sudah menjadi tradisi turun temurun di zaman nenek moyang kita dahulunya sudah ada tetapi,tanpa kesadaran serta  kekompakan kita satu sama lain kegiatan bergotong royong itu tidak dapat kita jalankan," ungkap Syafruddin Sekcam Sungai Apit ini.



Untuk itu lanjut Sekcam,mari kita rangkul dan berkerjasama dalam membangun kampung dalam tujuan supaya kampung kita terhindar dari wabah penyakit tingkatkan bergotong royong dalam rangka memotivasi masyarakat ramah lingkungan agar selalu melaksanakan prilaku hidup bersih baik dilingkungan masyarakat maupun dalam lingkungan keluarga demi untuk menuju mewujudkan kampung yang sehat dan agamis pintanya Syafruddin Spd. di hadapan masyarakatnya.

Sementara itu Penghulu Kampung Lalang Kecamatan Sungai Apit Daroni menyambut baik terlaksananya penilaian lomba PHBS yang di taja oleh Tim penilaian tingkat Kabupaten di kampung kita lalang ini sehingga,masyarakat memahami apa arti kebersihan itu alhamdulilah,berkat kerjasama warga kita telah berkomitment menjaga kampung kita lalang ini menjadi asri sampai kedepanya nanti ucap Daroni penghulu kampung lalang lagi. Turut hadir dalam acara tersebut.Selain Sekcam Sungai Apit Syafruddin Spd.Tim penilaian lomba PHBS tingkat Kabupaten Siak.Ketua Tim Pengerak PKK Sungai Apit Sasnimar,K UPTD Puskesmas Dr.Adrian Hidayat Penghulu Kampung Lalang Daroni.serta masyarakat se kecamatan Sungai apit (adi)

Siak Finish di Posisi 4 Porprov IX Riau

Siak (riauoke.com) Sesuai target, Kabupaten Siak akhirnya dipastikan bertengger di urutan keempat di ajang Porprov  IX Riau yang dilaksanakan di Kampar sejak 25 Oktober lalu. Dengan pencapaian ini, prestasi Negeri Istana naik satu peringkat dari prestasi Porprov di Inhu sebelumnya.


Saat ini, pertandingan Porprov tinggal menyisakan dua pertandingan yaitu cabor Basket dan Sepak Bola. Dimana Posisi Siak di cabor Basket telah lolos ke final bertemu dengan Pekanbaru. Sementara Sepak Bola Siak telah memasuki semifinal  melawan Inhu.


"Dua pertandingan sore dan malam ini masih berjalan. Kita harapkan ada perolehan medali," kata Ketua Umum KONI Siak Dra H Amzar disela-sela menyaksikan pertandingan final Tarung Derajat di Bangkinang, Selasa (7/11/17).


Dari laga final pertandingan Tarung Derajat Pekan Olahraga Provinsi Riau (Porprov) IX dikelas 75 Kg keatas itu, atlet Siak Bayu Rahmat mengukir prestasi gemilang. Bayu menang KO dari Bobbi Prayoga atlit asal Pelalawan, dari laga yang dilaksanakan di venue Mahligai Bungsu, Bangkinang.



Diawal laga, kepiawaian Bayu sudah terlihat. Pukulan demi pukulan terus mengenai sasaran. Hingga di ronde kedua sang lawan Bobbi Prayoga harus menyerah dan tak mampu mengikuti pertandingan. Atas kejadian itu hakim wasit langsung memutuskan Bayu menang KO atas lawannya dan berhak meraih medali emas.


Sementara atlet tarung derajat lainnya, Ismail Marzuki yang bertarung dikelas 49,1-52 kg,  Andri J dikelas 70,1-75 kg dan Puspa Juwita L dikelas 50,1-54 kg bwrhasil meraih medali perunggu. "Dicabor Tarung Derajat kita raih 1 emas dan 3 perunggu" tutup Amzar. Adi

Tingkatkan Budaya Bersih Lingkungan, Penghulu Lalang Taja Goro Massal

    SUNGAI APIT (Riauoke.com)-"Budaya gotong royong sudah menjadi tradisi Bangsa Indonesia sejak dahulu. Kkini kita bangkitkan kembali rasa peduli akan artinya rasa cinta terhadap kebersihan lingkungan dengan menggiatkan kembali gotong royong membersihkan lingkungan."

    Hal itu disampaikan Penghulu Kampung Lalang Kecamatan Sungai Apit Daroni, ketika melakukan gotong royong   bersama masyarakat  di sepanjang jalan utama kampungitu,   Senin (6/11/2017).

    Daroni mengatakan, gotong royong ini bukanlah pekerjaan yang sulit. Mulai dari orang tua kita budaya gotong royong ini sudah ada, tinggal kita mau atau tidaknya saja.

    "Yang paling penting dari gotong royong ini adalah membangun rasa kebersamaan dan cinta terhadap kebersihan lingkungan. Itu yang paling utama," tegasnya. 

    Dijelaskannya, goro ini digelar untuk menjadikan kampung itu ramah lingkungan, hijau dan berseri.  Diharapkan budaya ini dapat menginspirasi kampung-kampung lainnya untuk melakukan hal yang sama.
    "Untuk itu saya beterima kasih banyak kepada elemen masyarakat  Kampung Lalang ini yang telah berkomitmen membangun kampung supaya  mendapat nilai kebersihan lingkungan dari kabupaten,"  pungkasnya . []abas

2017 Siak Sudah Berdiri 479 Lembaga PAUD

Siak (riauoke.com) Ini komitmen Pemerintah Kabupaten Siak terkait pendidikan berkarakter dan inovasi sejak dini. Hingga tahun 2017 sudah berdiri 479 lembaga PAUD di negeri istana itu. Selain itu, bentuk perhatian Pemkab Siak adalah memberikan honorarium kepada guru Paud.

Komitmen Kabupaten Siak ini semakin dipertegas Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi, dengan melakukan penandatangan komitmen bersama dengan sejumlah kepada daerah lainnya dalam upaya penuntasan ikut PAUD satu tahun pra SD, yang dikukukan oleh Gubri Arsyadjuliandi Rahman, dan disaksikan Direktur Pembinaan PAUD, R. Ella Yulaelawati, M.A.,Ph.D, Kamis (2/11/2017), di Hotel Mutiara Pekanbaru.

Pada acara Puncak Gebyar PAUD itu dan Bupati Siak diberikan penghargaan karena konsisten terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini tingkat Provinsi Riau tahun 2017.

Selain itu Ketua PKK Kab Siak misnarni Syamsuar selaku Bunda Paud Kabupaten, menerima penghargaan terkait pembinaan dan pengembangan Paud di Kabupaten Siak.

Ditemui usai acara, Bupati Siak Syamsuar mengatakan, Pemerintah Kabupaten Siak siap mendukung PAUD satu tahun pra sekolah dasar tersebut.

"Paud ini sebagai wahana untuk mendorong membentuk karakter anak yang kreatif dan inovatif. Dan ini sangat penting, mengingat anak usia dini 0-6 tahun, merupakan periode emas untuk pengembangan kemampuan si anak" ujar Syamsuar.  

Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran orangtua dan masyarakat tentang pentingnya PAUD demi mendapatkan sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas sejak dini.

Sementara hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah dapat menumbuh kembangkan anak secara menyeluruh baik dari sisi intelektual, psikis, dan keterampilannya sehingga dapat membentuk generasi yang berkarakter.

Rincian jumlah lembaga PAUD 2017 Kabupaten Siak sebanyak 479 itu terdiri dari, TK negeri 16 lembaga, TK swasta 194 lembaga, RA 23 lembaga, kelompok bermain 211, TPA 18 dan SPS 17 lembaga.

Siti Marfuah terharu dapat penghargaan.

Dikesempatan yang sama, penghargaan juga diberikan kepada Siti Marfuah (49 tahun) dari Kampung Buatan II Koto Gasib  yang telah mengabdi selama 25 tahun sebagai guru Paud.

Saat ini Siti, menjabat sebagai kepala sekolah merangkap guru di yayasan Taman Kanak-kanak Dharma Bunda, jalan Suak Keramat Kampung Buatan II, kecamatan Koto Gasib.

Diceritakan oleh Siti, awal TKnya berdiri numpang belajar di bangunan MDA di Buatan II. "Alhamdulillah tahun 2007 yang lalu kami dapat bantuan dari Pemkab Siak berupa bangunan gedung TK, terdiri dari 2 ruang belajar, 1 kantor dan 1 gudang serta wc guru dan anak.

Kemudian tahun 2017 ini dapat bantuan bangunan aula dari dana desa. Selain itu ia menerima honorarium sebesar 700 ribu rupiah perbulan untuk guru TK dan 450 ribu untuk guru kelompok bermain (KB).

Ibu lima anak ini menuturkan, bahwa saat ini anak didiknya sudah ada yang jadi polisi dan bertugas di polsek Siak.

Ia berharap, agar guru-guru Paud se kabupaten Siak tetap semangat, dan bangga karena menjadikan putra putri anak bangsa yang berkualitas, beriman, berakhlak mulia dan berkarakter. Adi

BKD Siak Taja Sosialisasi Transaksi Uang Kas Tunai

Siak (Riauoke.com)-BKD Kabupaten Siak taja Sosialisasi Implementasi transaksi uang non tunai pada pemerintah kabupaten/kota diatur dalam Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 910/1867/SJ yang menyatakan bahwa pelaksanaan transaksi nontunai pada pemerintah daerah dilakukan paling lambat 1 Januari 2018 meliputi seluruh transaksi penerimaan dan pengeluaran.

Hal itu disampaikan oleh Harianto, Akademisi Universitas Diponegoro, sebagai narasumber acara sosialisasi kas non-tunai pada pemerintah Kabupaten Siak, di ruang rapat kantor Bupati Siak, Rabu (1/11/2017) pagi.

Disampaiakannya pula, pengelolaan keuangan non tunai tersebut bisa untuk mencegah terjadinya penyelewengan dan korupsi keuangan daerah.

“Sosialisasi ini, untuk implementasi transaksi keuangan non-tunai, sehingga kedepannya semua transaksi lewat sistem yang dipakai oleh perbankan atau menyesuaikan dengan peraturan bupatinya,” sebut Harianto.

Dalam paparannya ia mencontohkan, pemerintah provinsi DKI yang telah sukses menjalankan transaksi keuangan non tunai tersebut, dan bahkan menjadi percontohan bagi daerah lain.

Dijelaskannya, transaksi non tunai tersebut merupakan pemindahan (membayar/menerima) sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain dengan mengunakan instrument berupa alat pembayaran menggunakan kartu (APMk), cek, bilyet giro, uang elektronik (e-money) atas sejenisnya.

“Dampak implementasi non tunai ini adalah terwujud efisiensi belanja APBD, memudahkan proses pencatatann dan pengawasan dan mendorong jalannya pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” jelas dosen fakultas ekonomi Undip itu.

Sementara itu Wakil Bupati Siak Alfedri, saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, untuk memulai implementasi transaksi nontunai tersebut pihaknya akan menyiapkan peraturan bupatinya. 

Alfedri menjelaskan, bagi Pemda yang telah memperoleh WTP lebih dari dua kali, maka pemda tersebut wajib melaksanakan dan menerapkan transasi non tunai di seluruh transaksi.



“Saat ini, untuk gaji dan tunjangan pegawai dan honorer sudah dibayarkan melalui transaksi non tunai atau melalui transfer ke rekening bank yang bersangkutan,” sebut Alfedri.



Menurut Alfedri, transaksi non tunai ini bisa mencegah terjadinya korupsi dan pungli, dan pengelolaannya lebih mudah karena mengunakan aplikasi. Melalui Bimtek ini diharapkan terwujudnya pengelolaan keuangan yang baik dimasa yang akan datang.



Dilain pihak, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) kabupaten Siak Yan Prana Jaya, menuturkan tujuan sosialisasi ini, adalah dalam rangka memberikan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan bagi para pejabat atau pegawai yang melakukan penata usahaan dan akuntansi pelaporan keuangan daerah, sehingga mempunyai kompetensi dan mampu mewujudkan tertib admintarasi pengelolaan keuangan daerah dengan pola non tunai.



Selain itu kata dia, dapat meningkatkan kompetensi aparatur keuangan daerah dalam memahami surat edaran Mendagri, paham tentang tatacara pelaksanaan pengelolaan dan penatausahaan keuangan daerah dengan pola transaksi non tunai di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Siak.

Sosialisasi transaksi keuangan non tunai tersebut diikuti oleh pejabat penatausahaan keuangan dan bendahara pengeluaran OPD, dilingkungan pemerintah kabupaten Siak, yang berjumlah sebanyak 90 orang rilis/humas.

Siak Diimbau Implementaskani Transaksi Keuangan Nontunai Paling Lambat Awal 2018

Siak (Riauoke.com)-Implementasi transaksi non tunai pada Pemerintah Kabupaten/kota diatur dalam Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 910/1867/SJ yang menyatakan bahwa pelaksanaan transaksi nontunai pada pemerintah daerah dilakukan paling lambat 1 Januari 2018 meliputi seluruh transaksi penerimaan dan pengeluaran.

Hal itu disampaikan oleh Harianto, Akademisi Universitas Diponegoro, sebagai narasumber acara sosialisasi kas non-tunai pada pemerintah Kabupaten Siak, di ruang rapat kantor Bupati Siak, Rabu (1/11/2017) pagi.

Disampaiakannya pula, pengelolaan keuangan non tunai tersebut bisa untuk mencegah terjadinya penyelewengan dan korupsi keuangan daerah.

“Sosialisasi ini, untuk implementasi transaksi keuangan non-tunai, sehingga kedepannya semua transaksi lewat sistem yang dipakai oleh perbankan atau menyesuaikan dengan peraturan bupatinya,” sebut Harianto.

Dalam paparannya ia mencontohkan, pemerintah provinsi DKI yang telah sukses menjalankan transaksi keuangan non tunai tersebut, dan bahkan menjadi percontohan bagi daerah lain.

Dijelaskannya, transaksi non tunai tersebut merupakan pemindahan (membayar/menerima) sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain dengan mengunakan instrument berupa alat pembayaran menggunakan kartu (APMk), cek, bilyet giro, uang elektronik (e-money) atas sejenisnya.

“Dampak implementasi non tunai ini adalah terwujud efisiensi belanja APBD, memudahkan proses pencatatann dan pengawasan dan mendorong jalannya pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” jelas dosen fakultas ekonomi Undip itu.

Sementara itu Wakil Bupati Siak Alfedri, saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, untuk memulai implementasi transaksi nontunai tersebut pihaknya akan menyiapkan peraturan bupatinya. 

Alfedri menjelaskan, bagi Pemda yang telah memperoleh WTP lebih dari dua kali, maka pemda tersebut wajib melaksanakan dan menerapkan transasi non tunai di seluruh transaksi.



“Saat ini, untuk gaji dan tunjangan pegawai dan honorer sudah dibayarkan melalui transaksi non tunai atau melalui transfer ke rekening bank yang bersangkutan,” sebut Alfedri.



Menurut Alfedri, transaksi non tunai ini bisa mencegah terjadinya korupsi dan pungli, dan pengelolaannya lebih mudah karena mengunakan aplikasi. Melalui Bimtek ini diharapkan terwujudnya pengelolaan keuangan yang baik dimasa yang akan datang.



Dilain pihak, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) kabupaten Siak Yan Prana Jaya, menuturkan tujuan sosialisasi ini, adalah dalam rangka memberikan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan bagi para pejabat atau pegawai yang melakukan penata usahaan dan akuntansi pelaporan keuangan daerah, sehingga mempunyai kompetensi dan mampu mewujudkan tertib admintarasi pengelolaan keuangan daerah dengan pola non tunai.



Selain itu kata dia, dapat meningkatkan kompetensi aparatur keuangan daerah dalam memahami surat edaran Mendagri, paham tentang tatacara pelaksanaan pengelolaan dan penatausahaan keuangan daerah dengan pola transaksi non tunai di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Siak.

Sosialisasi transaksi keuangan non tunai tersebut diikuti oleh pejabat penatausahaan keuangan dan bendahara pengeluaran OPD, dilingkungan pemerintah kabupaten Siak, yang berjumlah sebanyak 90 orang.rilis/humas.

Bupati Siak Sebut HMI sebagi Jalur Pemuda Belajar Jadi Pemimpin

PEKANBARU (riauoke.com)- Sebuah harapan terpasak di pundak Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), agar negeri ini lebih baik lagi karena organisasi ini berlambak alias banyak melahirkan tokoh nasional.

"HMI adalah jalur pemuda belajar menjadi pemimpin masa depan Indonesia. Jadi, manfaatkan waktu, usia muda untuk belajar," kata Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi, kepada sejumlah wartawan sebelum menjadi narasumber Seminar Nasional dan Pleno I Badan Koordinasi HMI Riau-Kepri, Selasa (31/10/2017), di Aula Kantor Kemenag Riau, Pekanbaru.

Dalam priode menjelang 100 tahun Indonesia, kata Syamsuar, 75 persen masa depan Indonesia ini nantinya diisi anak-anak muda, baik di legislatif, eksekutif maupun yudikatif. Bahkan, pengusaha nantinya juga diisi para pemuda.

"Mengambil moment Sumpah Pemuda, maka masa depan bangsa ini ada pada anak muda, dan tentunya moment ini menjadi semangat anak muda untuk belajar," ungkap Syamsuar.

Dalam pandangan Syamsuar, bahwa dari masa ke masa HMI masih tetap populer di Indonesia sehingga banyak melahirkan tokoh nasional.

"Terkait hal itulah, kita mendukung dan memberi semangat kepada HMI sehingga menjadi jalur untuk belajar menjadi pemimpin. HMI kita harapkan juga menjadi bekal anak muda dengan ilmu agama, kelak menjadi pemimpin negeri ini," ucap Syamsuar.

Sementara itu, sebagai sosok binaan HMI, Kakanwil Depag Riau, Ahmad Supardi MA, menyebutkan, bahwa HMI ini adalah wadah yang sangat besar, sehingga HMI menjadi kampus kedua.

HMI, kata Ahmad, adalah estafet atau jenjang membentuk kepemimpinan yang diisi oleh para generasi muda. Perjuangan ini untuk membawa bangsa ini lebih baik lagi.

"Sehubungan dengan rapat Pleno I Badan Koordinasi HMI Riau-Kepri, saya berharap HMI jangan lempar kursi, ikuti aturan yang ada," pinta Ahmad.  Adi

Wakil Bupati Siak Apresiasi Perpustakaan Trotoar

SIAK (riauoke.com)-Turunnya minat baca masyarakat di era digital saat ini, membuat anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas pemuda Siak berinisiatif untuk membuat “taman bacaan”. Ini salah satu bentuk kepedulian anak-anak muda dalam membantu pembangunan didaerahnya. “Sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca bagi masyarakat yang ada di Siak, kami membuat perpustakaan trotoar yang berada seputaran Taman Mahratu depan istana Siak,” kata Anggi, salah seorang penggagas perpustakaan trotoar.



Anggi bersama kawan-kawannya sudah tiga bulan ini memulai kegiatan yang tak lazim itu. Ia ceritakan kepada tim liputan Humas Setda Kab. Siak,  hanya beberapa orang saja yang mau singgah dan membaca buku-buku yang telah disediakannya.



“Kami berinisiatif membuka taman bacaan ini untuk menambah wawasan dan ilmu masyarakat, melalui berbagai buku bacaan yang telah kami sediakan. Mulai dari buku bacaan untuk anak-anak dan buku bacaan umum,” tutur Anggi, Senin (30/10/2017), usai upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda.



Ditambahkan Anggi, kami sangat mengharapkan bagi warga yang ingin menyumbang buku, kemudian buku yang tersedia belum bisa dibawa pulang, kecuali kawan-kawan terdekat saja. 



Anggi juga berharap agar kedepan Perpustakaan Trotoar ini semakin diminati masyarakat sehingga membaca buku menjadi budaya (kebiasaan) dimasyarakat kabupaten Siak.



Atas insiatif itu, Pemerintah Kabupaten Siak memberikan apresiasinya melalui sebuah piagam penghargaan.  Karena dinilai membantu pemerintah dalam menggalakkan Siak gemar membaca, yang telah dicanangkan oleh Bupati Siak tahun 2013 yang lalu.



Saat ditemui usai upacara, Wakil Bupati Siak Alfedri mengatakan, adanya perpustakaan trotoar ini, akan menarik minat baca serta ikut menggalakkan minat baca di hati Masyarakat Siak. Apa lagi saat ini anak-anak muda dan masyarakat kita sudah mulai jarang membaca.    



“Saya apresiasi, kreatifitas anak-anak muda kita ini. Sembari berwisata, masyarakat kita bisa membaca di ruang terbuka tersebut,” ujar Alfedri di halaman kantor Bupati Siak.



Alfedri berharap, adanya perpustakaan trotoar ini, minat baca masyarakat bisa meningkat. Dengan membaca bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Selain itu, dengan diserahkannya penghargaan ini, tentu semangat anak-anak muda pendiri perpustakaan trotoar tambah semangat. Begitu juga dengan masyarakat yang ikut mendukung minat baca dengan menyumbangkan buku-buku kepada pengurus perpustakaan trotoar tersebut.



Pada kesempatan itu juga, diserahkan penghargaan kepada Ketua DPRD Siak kategori pembina terbaik pemuda kreatif, komunitas Tanjak, UMKM Telajak Art, Komunitas Pengrajin, Komunitas Seni, Karateka Inkanas Riau dari kabupaten Siak, Atlet Dayung, pelajar SMA, dan lain-lain.rilis humas/adi.

Wakil Bupati Siak Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89

Siak (Riauoke.com)Wakil Bupati Siak Pimpin Upacara  Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89, di halaman kantor Bupati Siak, Senin (30/10/2017) pagi.

Menariknya, dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, puluhan pemuda-pemudi mengenakan pakaian adat tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Upacara memperingati hari Sumpah Pemuda berjalan hikmad dan teratur, Wabup Alfedri menyampaikan amanah dari menteri pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dimana pemuda dan pemudi haruslah bersatu untuk membantu membangun negeri yang sangat dicinta ini. "Hendaknya janganlah terpengaruh dengan politik adu domba sehingga terjadi perpecahan mari sama sama menjaga persatuan dan kesatuan," sebutnya.

Selain itu disampaikannya, jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. "Kalau sekedar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan kondisi sekarang yang sudah satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air, tapi ini bukan tujuan akhir," kata Alfedri.

Usai upacara, dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada pemuda kabupaten Siak yang dinilai telah berkarya dan berkontribusi terhadap pembangunan di kabupaten Siak.

Hadir saat itu sejumlah unsur Forkopimda, Sekda kab Siak, yang diikuti pelajar SMP, SMA, Pemuda Pancasila, KNPI, Pegawai Honorer, ASN, Polri dan TNI.
[]adi

Save

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Daerah

Kamis 16 November 2017

FRPD Akan Gelar Diskusi Dana Desa

FRPD Akan Gelar Diskusi Dana Desa

Bangkinang Kota (riauoke.com)- Serikat rakyat miskin indonesia (SRMI), liga mahasiswa nasional demokrasi (LMND), dewan...

Ekonomi

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Selasa 31 Oktober 2017

Pemkab Siak Akan Bantu 12 Parpol Peseta Pemilu

Siak (riauoke.com) Pemerintah Kabupaten Siak akan memberikan bantuan keuangan kepada 12 partai politik peserta pemilu...