Kamis, 24 Mei 2018

Komaryatin Penerima Penghargaan Bupati Siak , Pada Peringatan HUT KORPRI, PGRI dan HGN

SIAK (riauoke.com) Guru, digugu dan ditiru, begitu kata pepatah lama. Profesi guru berada di posisi terdepan dalam mendidik generasi masa depan bangsa, bagaimana kompetensi dan karakter masyarakat di masa depan merupakan hasil dari bagaimana seorang guru mendidik di masa sekarang.”  Kalimat itu disampaikan Komaryatin (60) kepala SMAN 2 Dayun beberapa waktu yang lalu.

Ini pesan Syamsuar, Saat Membuka Workshop Fotografi

Siak (riauoke.com)-"Anak muda zaman now harus mampu bersaing dan mau berpikir, sehingga menemukan peluang usaha/bisnis." Itu pesan Bupati Syamsuar dihadapan puluhan anak-anak muda, di gedung Tengku Mahratu Siak,2/12/2017) petang.




Syamsuar hadir untuk membuka kegiatan Workshop Fotografi dasar dan Kewirausahaan yang ditaja oleh Karang Taruna Kabupaten Siak. Turut hadir Ketua DPRD Siak Indra Gunawan, Ketua Karang Taruna Kab. Siak Ikhsan dan Narasumber fotografer dari Pekanbaru Afrianto Silalahi, serta Musrohmat (Mas Gun) dari exploresiak.

Tampak mantan sekretaris KPU Riau itu berapi-api dalam menyampaikan petuahnya. "Di era teknologi seperti saat ini, sangat mudah mendapatkan informasi positif untuk menambah wawasan dan mengembangkan potensi diri kita," ujarnya.

Sama halnya dengan fotografi, lanjut Syamsuar, jika ditekuni dengan baik maka mampu menjadi seorang fotografi yang handal, tentu akan menjadi profesi yang menjanjikan. Fotografi selain sebagai media penyaluran bakat, minat dan kegemaran, melalui foto, kita bisa mempromosikan potensi unggulan daerah, objek wisata dan hasil pembangunan kepada dunia luar.

"Suatu saat negeri istana ini akan maju, untuk itu persiapkan diri kita agar mampu bersaing dengan para pendatang, jangan hanya menunggu proyek dari pemda atau jadi honorer," terang Syamsuar.

Diujung sambutannya, Syamsuar berharap, melalui kegiatan ini, akan tumbuh anak-anak muda yang kreatif dan inovatif, mandiri dan menjadi pengusaha muda. Selanjutnya tidak hanya untuk mendapatkan pemenuhan finansial semata, tapi harus diselaraskan dengan pemenuhan sosial dan budaya.

Sementara itu, founder exploresiak dan pemilik gerobak burger Gusrohmat, yang akrab disapa Igun atau Mas Gun yang menjadi pembicara dalam Workshop itu mengatakan, jiwa sosial entreprenuership atau Kewirausahaan harus ditanamkan sejak dini dalam diri anak muda.

Selain berusaha, juga harus sensitif akan permasalahan yang ada di dalam masyarakat serta memberikan solusi dengan produk-produk yang kita hasilkan.

Igun juga memotivasi anak muda untuk membuka usaha di bidang digital. Menurutnya, satu-satunya bidang usaha yang tidak akan mati di era modern seperti sekarang ini adalah bisnis digital karena hampir semua transaksi ekonomi sudah dilakukan secara digital (jualan online).

Lain halnya dengan pemateri dari Riauimages ini, fotografer handal asal Pekanbaru itu, memberikan informasi seputar dunia fotografi. Namun sayangnya, peserta yang hadir tidak mau mengorek ilmu lebih banyak lagi dari sang maestro. [] hms.adiriansyah

 

Sambut HUT Guru Nasional PGRI SiakTaja Lomba olahraha dan Kesenian.

Siak (riauoke.com) Menyambut Hari Guru Nasional dan HUT ke 72 PGRI, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Siak menyelenggarakan berbagai kegiatan perlombaan olahraha dan kesenian.




Perhelatan tersebut berlangsung di Lecamatan Sabak Auh, (17/11/2017), dan dibuka Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi. Kegiatan ini diikuti peserta dari anggota cabang PGRI se-Kabupaten Siak.

Dihadapan ratusan pahlawan tanpa jada itu, Syamsuar menyampaikan bahwa kegiatan ini selain untuk ajang silaturahmi  juga dapat saling tukar informasi dan pengalaman. Sehingga bisa memacu untuk meningkatkan kualitas sekolah kedepannya.

“Kami menyadari beberapa sekolah yang ada telah menunjukan kualitas yang baik, namun di sisi lain dalam hal pemerataan, pendidikan yang ada di berbagai sekolah belum sesuai yang kita harapkan. Oleh karena itu harus ada upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas yang sangat diharapkan pemerintah," ungkap Syamsuar.

Harapan itu bagaimana membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dan kualitas sekolah yang lebih baik. Sebab, kata Syamsuar, kita dituntut untuk mempersiapkan anak-anak bersaing dengan sekolah se-Indonesia. "Harapan kita bisa menciptakan anak-anak yang cerdas dan kreatif sehingga mampu bersaing dengan bangsa lain," ujar Syamsuar.

Untuk menggapai semua ini, jelas Syamsuar, tergantung dari bagaimana guru mengajar anak-anak di sekolah, sehingga bisa menciptakan anak-anak yang cerdas dan berkuliatas.

"Saya ingin kedepannya pihak PGRI Kabupaten Siak menambahkan perlombaan selain olahraga dan kesenian, seperti lomba kreatifitas dan inovasi guru sesuai dengan kemampuan masing-masing. Karena guru berkualitas yang memiliki kompetensi mampu menciptakan anak-anak didiknya berkualitas juga," saran Syamsuar.

Sebelumnya, Ketua Umum PGRI Kabupaten Siak, Lukman, melaporkan bahwa perlombaan yang mereka taja terdiri dari olahraga dan kesenian. Cabang olahraga yang dilombakan adalah, bola voli, bola takraw, bulu tangkis, dan senam PGRI. Sementara untuk kesenian adalah lomba menyanyi putra dan putri, zapin, kompang mengarak pengantin dan seminar.

Tema HUT PGRI ke 72 tahun 2017 ini, Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru Dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja.

Peserta lomba terdiri dari utusan 14 kecamatan (PGRI cabang). Antara lain, Kecamatan Siak sebanyak 75 orang, Mempura 50 orang, Bungaraya 90 orang, Sabak Auh 500 orang, Sungai Apit 150 orang, Pusako 80 orang, Dayun 75 orang, Koto Gasib 50 orang, Lubuk Dalam 56 orang, Kerinci Kanan 65 orang, Tualang 85 orang, Sungai Mandau 20 orang, Minas 35 orang dan kecamatan Kandis mengutus 60 orang.

Kegiatan ini dimulai dari tanggal 17 hingga 18 Nopember 2017 yang bertempat di Kecamatan Sabak Auh. "Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan persatuan dan solidaritas di antara rekan seprofesi serta untuk meningkatkan motivasi mereka," kata Lukman.[] adi


Tim Penilaian Lomba PHBS Tingkat Kabupaten Siak Turun K\ke Kampung Lalang

SUNGAIAPIT (Riauoke.com)-Dalam rangka  Penilaian Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Kabupaten Siak, turun ke kampung Lalang Kecamatan Sungai Apit Selasa (7/11)  Sekcam Sungai Apit Syafruddin Spd.ketika menghadiri acara penilaian lomba (PHBS) tepatnya d ikampung Lalang Kecamatan Sungai Apit Syafruddin Spd.Dalam arahanya menyampaikan,kegiatan bergotong royong sudah menjadi tradisi turun temurun di zaman nenek moyang kita dahulunya sudah ada tetapi,tanpa kesadaran serta  kekompakan kita satu sama lain kegiatan bergotong royong itu tidak dapat kita jalankan," ungkap Syafruddin Sekcam Sungai Apit ini.



Untuk itu lanjut Sekcam,mari kita rangkul dan berkerjasama dalam membangun kampung dalam tujuan supaya kampung kita terhindar dari wabah penyakit tingkatkan bergotong royong dalam rangka memotivasi masyarakat ramah lingkungan agar selalu melaksanakan prilaku hidup bersih baik dilingkungan masyarakat maupun dalam lingkungan keluarga demi untuk menuju mewujudkan kampung yang sehat dan agamis pintanya Syafruddin Spd. di hadapan masyarakatnya.

Sementara itu Penghulu Kampung Lalang Kecamatan Sungai Apit Daroni menyambut baik terlaksananya penilaian lomba PHBS yang di taja oleh Tim penilaian tingkat Kabupaten di kampung kita lalang ini sehingga,masyarakat memahami apa arti kebersihan itu alhamdulilah,berkat kerjasama warga kita telah berkomitment menjaga kampung kita lalang ini menjadi asri sampai kedepanya nanti ucap Daroni penghulu kampung lalang lagi. Turut hadir dalam acara tersebut.Selain Sekcam Sungai Apit Syafruddin Spd.Tim penilaian lomba PHBS tingkat Kabupaten Siak.Ketua Tim Pengerak PKK Sungai Apit Sasnimar,K UPTD Puskesmas Dr.Adrian Hidayat Penghulu Kampung Lalang Daroni.serta masyarakat se kecamatan Sungai apit (adi)

Siak Finish di Posisi 4 Porprov IX Riau

Siak (riauoke.com) Sesuai target, Kabupaten Siak akhirnya dipastikan bertengger di urutan keempat di ajang Porprov  IX Riau yang dilaksanakan di Kampar sejak 25 Oktober lalu. Dengan pencapaian ini, prestasi Negeri Istana naik satu peringkat dari prestasi Porprov di Inhu sebelumnya.


Saat ini, pertandingan Porprov tinggal menyisakan dua pertandingan yaitu cabor Basket dan Sepak Bola. Dimana Posisi Siak di cabor Basket telah lolos ke final bertemu dengan Pekanbaru. Sementara Sepak Bola Siak telah memasuki semifinal  melawan Inhu.


"Dua pertandingan sore dan malam ini masih berjalan. Kita harapkan ada perolehan medali," kata Ketua Umum KONI Siak Dra H Amzar disela-sela menyaksikan pertandingan final Tarung Derajat di Bangkinang, Selasa (7/11/17).


Dari laga final pertandingan Tarung Derajat Pekan Olahraga Provinsi Riau (Porprov) IX dikelas 75 Kg keatas itu, atlet Siak Bayu Rahmat mengukir prestasi gemilang. Bayu menang KO dari Bobbi Prayoga atlit asal Pelalawan, dari laga yang dilaksanakan di venue Mahligai Bungsu, Bangkinang.



Diawal laga, kepiawaian Bayu sudah terlihat. Pukulan demi pukulan terus mengenai sasaran. Hingga di ronde kedua sang lawan Bobbi Prayoga harus menyerah dan tak mampu mengikuti pertandingan. Atas kejadian itu hakim wasit langsung memutuskan Bayu menang KO atas lawannya dan berhak meraih medali emas.


Sementara atlet tarung derajat lainnya, Ismail Marzuki yang bertarung dikelas 49,1-52 kg,  Andri J dikelas 70,1-75 kg dan Puspa Juwita L dikelas 50,1-54 kg bwrhasil meraih medali perunggu. "Dicabor Tarung Derajat kita raih 1 emas dan 3 perunggu" tutup Amzar. Adi

Tingkatkan Budaya Bersih Lingkungan, Penghulu Lalang Taja Goro Massal

    SUNGAI APIT (Riauoke.com)-"Budaya gotong royong sudah menjadi tradisi Bangsa Indonesia sejak dahulu. Kkini kita bangkitkan kembali rasa peduli akan artinya rasa cinta terhadap kebersihan lingkungan dengan menggiatkan kembali gotong royong membersihkan lingkungan."

    Hal itu disampaikan Penghulu Kampung Lalang Kecamatan Sungai Apit Daroni, ketika melakukan gotong royong   bersama masyarakat  di sepanjang jalan utama kampungitu,   Senin (6/11/2017).

    Daroni mengatakan, gotong royong ini bukanlah pekerjaan yang sulit. Mulai dari orang tua kita budaya gotong royong ini sudah ada, tinggal kita mau atau tidaknya saja.

    "Yang paling penting dari gotong royong ini adalah membangun rasa kebersamaan dan cinta terhadap kebersihan lingkungan. Itu yang paling utama," tegasnya. 

    Dijelaskannya, goro ini digelar untuk menjadikan kampung itu ramah lingkungan, hijau dan berseri.  Diharapkan budaya ini dapat menginspirasi kampung-kampung lainnya untuk melakukan hal yang sama.
    "Untuk itu saya beterima kasih banyak kepada elemen masyarakat  Kampung Lalang ini yang telah berkomitmen membangun kampung supaya  mendapat nilai kebersihan lingkungan dari kabupaten,"  pungkasnya . []abas

2017 Siak Sudah Berdiri 479 Lembaga PAUD

Siak (riauoke.com) Ini komitmen Pemerintah Kabupaten Siak terkait pendidikan berkarakter dan inovasi sejak dini. Hingga tahun 2017 sudah berdiri 479 lembaga PAUD di negeri istana itu. Selain itu, bentuk perhatian Pemkab Siak adalah memberikan honorarium kepada guru Paud.

Komitmen Kabupaten Siak ini semakin dipertegas Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi, dengan melakukan penandatangan komitmen bersama dengan sejumlah kepada daerah lainnya dalam upaya penuntasan ikut PAUD satu tahun pra SD, yang dikukukan oleh Gubri Arsyadjuliandi Rahman, dan disaksikan Direktur Pembinaan PAUD, R. Ella Yulaelawati, M.A.,Ph.D, Kamis (2/11/2017), di Hotel Mutiara Pekanbaru.

Pada acara Puncak Gebyar PAUD itu dan Bupati Siak diberikan penghargaan karena konsisten terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini tingkat Provinsi Riau tahun 2017.

Selain itu Ketua PKK Kab Siak misnarni Syamsuar selaku Bunda Paud Kabupaten, menerima penghargaan terkait pembinaan dan pengembangan Paud di Kabupaten Siak.

Ditemui usai acara, Bupati Siak Syamsuar mengatakan, Pemerintah Kabupaten Siak siap mendukung PAUD satu tahun pra sekolah dasar tersebut.

"Paud ini sebagai wahana untuk mendorong membentuk karakter anak yang kreatif dan inovatif. Dan ini sangat penting, mengingat anak usia dini 0-6 tahun, merupakan periode emas untuk pengembangan kemampuan si anak" ujar Syamsuar.  

Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran orangtua dan masyarakat tentang pentingnya PAUD demi mendapatkan sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas sejak dini.

Sementara hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah dapat menumbuh kembangkan anak secara menyeluruh baik dari sisi intelektual, psikis, dan keterampilannya sehingga dapat membentuk generasi yang berkarakter.

Rincian jumlah lembaga PAUD 2017 Kabupaten Siak sebanyak 479 itu terdiri dari, TK negeri 16 lembaga, TK swasta 194 lembaga, RA 23 lembaga, kelompok bermain 211, TPA 18 dan SPS 17 lembaga.

Siti Marfuah terharu dapat penghargaan.

Dikesempatan yang sama, penghargaan juga diberikan kepada Siti Marfuah (49 tahun) dari Kampung Buatan II Koto Gasib  yang telah mengabdi selama 25 tahun sebagai guru Paud.

Saat ini Siti, menjabat sebagai kepala sekolah merangkap guru di yayasan Taman Kanak-kanak Dharma Bunda, jalan Suak Keramat Kampung Buatan II, kecamatan Koto Gasib.

Diceritakan oleh Siti, awal TKnya berdiri numpang belajar di bangunan MDA di Buatan II. "Alhamdulillah tahun 2007 yang lalu kami dapat bantuan dari Pemkab Siak berupa bangunan gedung TK, terdiri dari 2 ruang belajar, 1 kantor dan 1 gudang serta wc guru dan anak.

Kemudian tahun 2017 ini dapat bantuan bangunan aula dari dana desa. Selain itu ia menerima honorarium sebesar 700 ribu rupiah perbulan untuk guru TK dan 450 ribu untuk guru kelompok bermain (KB).

Ibu lima anak ini menuturkan, bahwa saat ini anak didiknya sudah ada yang jadi polisi dan bertugas di polsek Siak.

Ia berharap, agar guru-guru Paud se kabupaten Siak tetap semangat, dan bangga karena menjadikan putra putri anak bangsa yang berkualitas, beriman, berakhlak mulia dan berkarakter. Adi

BKD Siak Taja Sosialisasi Transaksi Uang Kas Tunai

Siak (Riauoke.com)-BKD Kabupaten Siak taja Sosialisasi Implementasi transaksi uang non tunai pada pemerintah kabupaten/kota diatur dalam Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 910/1867/SJ yang menyatakan bahwa pelaksanaan transaksi nontunai pada pemerintah daerah dilakukan paling lambat 1 Januari 2018 meliputi seluruh transaksi penerimaan dan pengeluaran.

Hal itu disampaikan oleh Harianto, Akademisi Universitas Diponegoro, sebagai narasumber acara sosialisasi kas non-tunai pada pemerintah Kabupaten Siak, di ruang rapat kantor Bupati Siak, Rabu (1/11/2017) pagi.

Disampaiakannya pula, pengelolaan keuangan non tunai tersebut bisa untuk mencegah terjadinya penyelewengan dan korupsi keuangan daerah.

“Sosialisasi ini, untuk implementasi transaksi keuangan non-tunai, sehingga kedepannya semua transaksi lewat sistem yang dipakai oleh perbankan atau menyesuaikan dengan peraturan bupatinya,” sebut Harianto.

Dalam paparannya ia mencontohkan, pemerintah provinsi DKI yang telah sukses menjalankan transaksi keuangan non tunai tersebut, dan bahkan menjadi percontohan bagi daerah lain.

Dijelaskannya, transaksi non tunai tersebut merupakan pemindahan (membayar/menerima) sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain dengan mengunakan instrument berupa alat pembayaran menggunakan kartu (APMk), cek, bilyet giro, uang elektronik (e-money) atas sejenisnya.

“Dampak implementasi non tunai ini adalah terwujud efisiensi belanja APBD, memudahkan proses pencatatann dan pengawasan dan mendorong jalannya pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” jelas dosen fakultas ekonomi Undip itu.

Sementara itu Wakil Bupati Siak Alfedri, saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, untuk memulai implementasi transaksi nontunai tersebut pihaknya akan menyiapkan peraturan bupatinya. 

Alfedri menjelaskan, bagi Pemda yang telah memperoleh WTP lebih dari dua kali, maka pemda tersebut wajib melaksanakan dan menerapkan transasi non tunai di seluruh transaksi.



“Saat ini, untuk gaji dan tunjangan pegawai dan honorer sudah dibayarkan melalui transaksi non tunai atau melalui transfer ke rekening bank yang bersangkutan,” sebut Alfedri.



Menurut Alfedri, transaksi non tunai ini bisa mencegah terjadinya korupsi dan pungli, dan pengelolaannya lebih mudah karena mengunakan aplikasi. Melalui Bimtek ini diharapkan terwujudnya pengelolaan keuangan yang baik dimasa yang akan datang.



Dilain pihak, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) kabupaten Siak Yan Prana Jaya, menuturkan tujuan sosialisasi ini, adalah dalam rangka memberikan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan bagi para pejabat atau pegawai yang melakukan penata usahaan dan akuntansi pelaporan keuangan daerah, sehingga mempunyai kompetensi dan mampu mewujudkan tertib admintarasi pengelolaan keuangan daerah dengan pola non tunai.



Selain itu kata dia, dapat meningkatkan kompetensi aparatur keuangan daerah dalam memahami surat edaran Mendagri, paham tentang tatacara pelaksanaan pengelolaan dan penatausahaan keuangan daerah dengan pola transaksi non tunai di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Siak.

Sosialisasi transaksi keuangan non tunai tersebut diikuti oleh pejabat penatausahaan keuangan dan bendahara pengeluaran OPD, dilingkungan pemerintah kabupaten Siak, yang berjumlah sebanyak 90 orang rilis/humas.

Siak Diimbau Implementaskani Transaksi Keuangan Nontunai Paling Lambat Awal 2018

Siak (Riauoke.com)-Implementasi transaksi non tunai pada Pemerintah Kabupaten/kota diatur dalam Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 910/1867/SJ yang menyatakan bahwa pelaksanaan transaksi nontunai pada pemerintah daerah dilakukan paling lambat 1 Januari 2018 meliputi seluruh transaksi penerimaan dan pengeluaran.

Hal itu disampaikan oleh Harianto, Akademisi Universitas Diponegoro, sebagai narasumber acara sosialisasi kas non-tunai pada pemerintah Kabupaten Siak, di ruang rapat kantor Bupati Siak, Rabu (1/11/2017) pagi.

Disampaiakannya pula, pengelolaan keuangan non tunai tersebut bisa untuk mencegah terjadinya penyelewengan dan korupsi keuangan daerah.

“Sosialisasi ini, untuk implementasi transaksi keuangan non-tunai, sehingga kedepannya semua transaksi lewat sistem yang dipakai oleh perbankan atau menyesuaikan dengan peraturan bupatinya,” sebut Harianto.

Dalam paparannya ia mencontohkan, pemerintah provinsi DKI yang telah sukses menjalankan transaksi keuangan non tunai tersebut, dan bahkan menjadi percontohan bagi daerah lain.

Dijelaskannya, transaksi non tunai tersebut merupakan pemindahan (membayar/menerima) sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain dengan mengunakan instrument berupa alat pembayaran menggunakan kartu (APMk), cek, bilyet giro, uang elektronik (e-money) atas sejenisnya.

“Dampak implementasi non tunai ini adalah terwujud efisiensi belanja APBD, memudahkan proses pencatatann dan pengawasan dan mendorong jalannya pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” jelas dosen fakultas ekonomi Undip itu.

Sementara itu Wakil Bupati Siak Alfedri, saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, untuk memulai implementasi transaksi nontunai tersebut pihaknya akan menyiapkan peraturan bupatinya. 

Alfedri menjelaskan, bagi Pemda yang telah memperoleh WTP lebih dari dua kali, maka pemda tersebut wajib melaksanakan dan menerapkan transasi non tunai di seluruh transaksi.



“Saat ini, untuk gaji dan tunjangan pegawai dan honorer sudah dibayarkan melalui transaksi non tunai atau melalui transfer ke rekening bank yang bersangkutan,” sebut Alfedri.



Menurut Alfedri, transaksi non tunai ini bisa mencegah terjadinya korupsi dan pungli, dan pengelolaannya lebih mudah karena mengunakan aplikasi. Melalui Bimtek ini diharapkan terwujudnya pengelolaan keuangan yang baik dimasa yang akan datang.



Dilain pihak, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) kabupaten Siak Yan Prana Jaya, menuturkan tujuan sosialisasi ini, adalah dalam rangka memberikan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan bagi para pejabat atau pegawai yang melakukan penata usahaan dan akuntansi pelaporan keuangan daerah, sehingga mempunyai kompetensi dan mampu mewujudkan tertib admintarasi pengelolaan keuangan daerah dengan pola non tunai.



Selain itu kata dia, dapat meningkatkan kompetensi aparatur keuangan daerah dalam memahami surat edaran Mendagri, paham tentang tatacara pelaksanaan pengelolaan dan penatausahaan keuangan daerah dengan pola transaksi non tunai di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Siak.

Sosialisasi transaksi keuangan non tunai tersebut diikuti oleh pejabat penatausahaan keuangan dan bendahara pengeluaran OPD, dilingkungan pemerintah kabupaten Siak, yang berjumlah sebanyak 90 orang.rilis/humas.

Bupati Siak Sebut HMI sebagi Jalur Pemuda Belajar Jadi Pemimpin

PEKANBARU (riauoke.com)- Sebuah harapan terpasak di pundak Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), agar negeri ini lebih baik lagi karena organisasi ini berlambak alias banyak melahirkan tokoh nasional.

"HMI adalah jalur pemuda belajar menjadi pemimpin masa depan Indonesia. Jadi, manfaatkan waktu, usia muda untuk belajar," kata Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi, kepada sejumlah wartawan sebelum menjadi narasumber Seminar Nasional dan Pleno I Badan Koordinasi HMI Riau-Kepri, Selasa (31/10/2017), di Aula Kantor Kemenag Riau, Pekanbaru.

Dalam priode menjelang 100 tahun Indonesia, kata Syamsuar, 75 persen masa depan Indonesia ini nantinya diisi anak-anak muda, baik di legislatif, eksekutif maupun yudikatif. Bahkan, pengusaha nantinya juga diisi para pemuda.

"Mengambil moment Sumpah Pemuda, maka masa depan bangsa ini ada pada anak muda, dan tentunya moment ini menjadi semangat anak muda untuk belajar," ungkap Syamsuar.

Dalam pandangan Syamsuar, bahwa dari masa ke masa HMI masih tetap populer di Indonesia sehingga banyak melahirkan tokoh nasional.

"Terkait hal itulah, kita mendukung dan memberi semangat kepada HMI sehingga menjadi jalur untuk belajar menjadi pemimpin. HMI kita harapkan juga menjadi bekal anak muda dengan ilmu agama, kelak menjadi pemimpin negeri ini," ucap Syamsuar.

Sementara itu, sebagai sosok binaan HMI, Kakanwil Depag Riau, Ahmad Supardi MA, menyebutkan, bahwa HMI ini adalah wadah yang sangat besar, sehingga HMI menjadi kampus kedua.

HMI, kata Ahmad, adalah estafet atau jenjang membentuk kepemimpinan yang diisi oleh para generasi muda. Perjuangan ini untuk membawa bangsa ini lebih baik lagi.

"Sehubungan dengan rapat Pleno I Badan Koordinasi HMI Riau-Kepri, saya berharap HMI jangan lempar kursi, ikuti aturan yang ada," pinta Ahmad.  Adi

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Daerah

Rabu 23 Mei 2018

Kampar Gerai Pertama Garuda Indonesia di Riau

Kampar Gerai Pertama Garuda Indonesia di Riau

Bupati Kampar (riauoke.com): Berikan Implikasi Bagi Pembangunan KamparBangkinang (KAMPARKAB) : Dengan dibukanya Gerai Garuda Indonesia...

Ekonomi

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Rabu 23 Mei 2018

Lagi, Ayat Cahyadi Dkk Turun Gunung Ikut Menangkan Syamsuar-Edy

Lagi, Ayat Cahyadi Dkk Turun Gunung Ikut Menangkan Syamsuar-Edy

PEKANBARU (riauoke.com) – Ketua Pemenangan PKS Kota Pekanbaru H Ayat Cahyadi kembali turun gunung, berkampanye...