Jumat, 23 Pebruari 2018

2017 Siak Sudah Berdiri 479 Lembaga PAUD

Siak (riauoke.com) Ini komitmen Pemerintah Kabupaten Siak terkait pendidikan berkarakter dan inovasi sejak dini. Hingga tahun 2017 sudah berdiri 479 lembaga PAUD di negeri istana itu. Selain itu, bentuk perhatian Pemkab Siak adalah memberikan honorarium kepada guru Paud.

Komitmen Kabupaten Siak ini semakin dipertegas Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi, dengan melakukan penandatangan komitmen bersama dengan sejumlah kepada daerah lainnya dalam upaya penuntasan ikut PAUD satu tahun pra SD, yang dikukukan oleh Gubri Arsyadjuliandi Rahman, dan disaksikan Direktur Pembinaan PAUD, R. Ella Yulaelawati, M.A.,Ph.D, Kamis (2/11/2017), di Hotel Mutiara Pekanbaru.

Pada acara Puncak Gebyar PAUD itu dan Bupati Siak diberikan penghargaan karena konsisten terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini tingkat Provinsi Riau tahun 2017.

Selain itu Ketua PKK Kab Siak misnarni Syamsuar selaku Bunda Paud Kabupaten, menerima penghargaan terkait pembinaan dan pengembangan Paud di Kabupaten Siak.

Ditemui usai acara, Bupati Siak Syamsuar mengatakan, Pemerintah Kabupaten Siak siap mendukung PAUD satu tahun pra sekolah dasar tersebut.

"Paud ini sebagai wahana untuk mendorong membentuk karakter anak yang kreatif dan inovatif. Dan ini sangat penting, mengingat anak usia dini 0-6 tahun, merupakan periode emas untuk pengembangan kemampuan si anak" ujar Syamsuar.  

Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran orangtua dan masyarakat tentang pentingnya PAUD demi mendapatkan sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas sejak dini.

Sementara hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah dapat menumbuh kembangkan anak secara menyeluruh baik dari sisi intelektual, psikis, dan keterampilannya sehingga dapat membentuk generasi yang berkarakter.

Rincian jumlah lembaga PAUD 2017 Kabupaten Siak sebanyak 479 itu terdiri dari, TK negeri 16 lembaga, TK swasta 194 lembaga, RA 23 lembaga, kelompok bermain 211, TPA 18 dan SPS 17 lembaga.

Siti Marfuah terharu dapat penghargaan.

Dikesempatan yang sama, penghargaan juga diberikan kepada Siti Marfuah (49 tahun) dari Kampung Buatan II Koto Gasib  yang telah mengabdi selama 25 tahun sebagai guru Paud.

Saat ini Siti, menjabat sebagai kepala sekolah merangkap guru di yayasan Taman Kanak-kanak Dharma Bunda, jalan Suak Keramat Kampung Buatan II, kecamatan Koto Gasib.

Diceritakan oleh Siti, awal TKnya berdiri numpang belajar di bangunan MDA di Buatan II. "Alhamdulillah tahun 2007 yang lalu kami dapat bantuan dari Pemkab Siak berupa bangunan gedung TK, terdiri dari 2 ruang belajar, 1 kantor dan 1 gudang serta wc guru dan anak.

Kemudian tahun 2017 ini dapat bantuan bangunan aula dari dana desa. Selain itu ia menerima honorarium sebesar 700 ribu rupiah perbulan untuk guru TK dan 450 ribu untuk guru kelompok bermain (KB).

Ibu lima anak ini menuturkan, bahwa saat ini anak didiknya sudah ada yang jadi polisi dan bertugas di polsek Siak.

Ia berharap, agar guru-guru Paud se kabupaten Siak tetap semangat, dan bangga karena menjadikan putra putri anak bangsa yang berkualitas, beriman, berakhlak mulia dan berkarakter. Adi

BKD Siak Taja Sosialisasi Transaksi Uang Kas Tunai

Siak (Riauoke.com)-BKD Kabupaten Siak taja Sosialisasi Implementasi transaksi uang non tunai pada pemerintah kabupaten/kota diatur dalam Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 910/1867/SJ yang menyatakan bahwa pelaksanaan transaksi nontunai pada pemerintah daerah dilakukan paling lambat 1 Januari 2018 meliputi seluruh transaksi penerimaan dan pengeluaran.

Hal itu disampaikan oleh Harianto, Akademisi Universitas Diponegoro, sebagai narasumber acara sosialisasi kas non-tunai pada pemerintah Kabupaten Siak, di ruang rapat kantor Bupati Siak, Rabu (1/11/2017) pagi.

Disampaiakannya pula, pengelolaan keuangan non tunai tersebut bisa untuk mencegah terjadinya penyelewengan dan korupsi keuangan daerah.

“Sosialisasi ini, untuk implementasi transaksi keuangan non-tunai, sehingga kedepannya semua transaksi lewat sistem yang dipakai oleh perbankan atau menyesuaikan dengan peraturan bupatinya,” sebut Harianto.

Dalam paparannya ia mencontohkan, pemerintah provinsi DKI yang telah sukses menjalankan transaksi keuangan non tunai tersebut, dan bahkan menjadi percontohan bagi daerah lain.

Dijelaskannya, transaksi non tunai tersebut merupakan pemindahan (membayar/menerima) sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain dengan mengunakan instrument berupa alat pembayaran menggunakan kartu (APMk), cek, bilyet giro, uang elektronik (e-money) atas sejenisnya.

“Dampak implementasi non tunai ini adalah terwujud efisiensi belanja APBD, memudahkan proses pencatatann dan pengawasan dan mendorong jalannya pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” jelas dosen fakultas ekonomi Undip itu.

Sementara itu Wakil Bupati Siak Alfedri, saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, untuk memulai implementasi transaksi nontunai tersebut pihaknya akan menyiapkan peraturan bupatinya. 

Alfedri menjelaskan, bagi Pemda yang telah memperoleh WTP lebih dari dua kali, maka pemda tersebut wajib melaksanakan dan menerapkan transasi non tunai di seluruh transaksi.



“Saat ini, untuk gaji dan tunjangan pegawai dan honorer sudah dibayarkan melalui transaksi non tunai atau melalui transfer ke rekening bank yang bersangkutan,” sebut Alfedri.



Menurut Alfedri, transaksi non tunai ini bisa mencegah terjadinya korupsi dan pungli, dan pengelolaannya lebih mudah karena mengunakan aplikasi. Melalui Bimtek ini diharapkan terwujudnya pengelolaan keuangan yang baik dimasa yang akan datang.



Dilain pihak, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) kabupaten Siak Yan Prana Jaya, menuturkan tujuan sosialisasi ini, adalah dalam rangka memberikan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan bagi para pejabat atau pegawai yang melakukan penata usahaan dan akuntansi pelaporan keuangan daerah, sehingga mempunyai kompetensi dan mampu mewujudkan tertib admintarasi pengelolaan keuangan daerah dengan pola non tunai.



Selain itu kata dia, dapat meningkatkan kompetensi aparatur keuangan daerah dalam memahami surat edaran Mendagri, paham tentang tatacara pelaksanaan pengelolaan dan penatausahaan keuangan daerah dengan pola transaksi non tunai di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Siak.

Sosialisasi transaksi keuangan non tunai tersebut diikuti oleh pejabat penatausahaan keuangan dan bendahara pengeluaran OPD, dilingkungan pemerintah kabupaten Siak, yang berjumlah sebanyak 90 orang rilis/humas.

Siak Diimbau Implementaskani Transaksi Keuangan Nontunai Paling Lambat Awal 2018

Siak (Riauoke.com)-Implementasi transaksi non tunai pada Pemerintah Kabupaten/kota diatur dalam Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 910/1867/SJ yang menyatakan bahwa pelaksanaan transaksi nontunai pada pemerintah daerah dilakukan paling lambat 1 Januari 2018 meliputi seluruh transaksi penerimaan dan pengeluaran.

Hal itu disampaikan oleh Harianto, Akademisi Universitas Diponegoro, sebagai narasumber acara sosialisasi kas non-tunai pada pemerintah Kabupaten Siak, di ruang rapat kantor Bupati Siak, Rabu (1/11/2017) pagi.

Disampaiakannya pula, pengelolaan keuangan non tunai tersebut bisa untuk mencegah terjadinya penyelewengan dan korupsi keuangan daerah.

“Sosialisasi ini, untuk implementasi transaksi keuangan non-tunai, sehingga kedepannya semua transaksi lewat sistem yang dipakai oleh perbankan atau menyesuaikan dengan peraturan bupatinya,” sebut Harianto.

Dalam paparannya ia mencontohkan, pemerintah provinsi DKI yang telah sukses menjalankan transaksi keuangan non tunai tersebut, dan bahkan menjadi percontohan bagi daerah lain.

Dijelaskannya, transaksi non tunai tersebut merupakan pemindahan (membayar/menerima) sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain dengan mengunakan instrument berupa alat pembayaran menggunakan kartu (APMk), cek, bilyet giro, uang elektronik (e-money) atas sejenisnya.

“Dampak implementasi non tunai ini adalah terwujud efisiensi belanja APBD, memudahkan proses pencatatann dan pengawasan dan mendorong jalannya pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” jelas dosen fakultas ekonomi Undip itu.

Sementara itu Wakil Bupati Siak Alfedri, saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, untuk memulai implementasi transaksi nontunai tersebut pihaknya akan menyiapkan peraturan bupatinya. 

Alfedri menjelaskan, bagi Pemda yang telah memperoleh WTP lebih dari dua kali, maka pemda tersebut wajib melaksanakan dan menerapkan transasi non tunai di seluruh transaksi.



“Saat ini, untuk gaji dan tunjangan pegawai dan honorer sudah dibayarkan melalui transaksi non tunai atau melalui transfer ke rekening bank yang bersangkutan,” sebut Alfedri.



Menurut Alfedri, transaksi non tunai ini bisa mencegah terjadinya korupsi dan pungli, dan pengelolaannya lebih mudah karena mengunakan aplikasi. Melalui Bimtek ini diharapkan terwujudnya pengelolaan keuangan yang baik dimasa yang akan datang.



Dilain pihak, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) kabupaten Siak Yan Prana Jaya, menuturkan tujuan sosialisasi ini, adalah dalam rangka memberikan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan bagi para pejabat atau pegawai yang melakukan penata usahaan dan akuntansi pelaporan keuangan daerah, sehingga mempunyai kompetensi dan mampu mewujudkan tertib admintarasi pengelolaan keuangan daerah dengan pola non tunai.



Selain itu kata dia, dapat meningkatkan kompetensi aparatur keuangan daerah dalam memahami surat edaran Mendagri, paham tentang tatacara pelaksanaan pengelolaan dan penatausahaan keuangan daerah dengan pola transaksi non tunai di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Siak.

Sosialisasi transaksi keuangan non tunai tersebut diikuti oleh pejabat penatausahaan keuangan dan bendahara pengeluaran OPD, dilingkungan pemerintah kabupaten Siak, yang berjumlah sebanyak 90 orang.rilis/humas.

Bupati Siak Sebut HMI sebagi Jalur Pemuda Belajar Jadi Pemimpin

PEKANBARU (riauoke.com)- Sebuah harapan terpasak di pundak Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), agar negeri ini lebih baik lagi karena organisasi ini berlambak alias banyak melahirkan tokoh nasional.

"HMI adalah jalur pemuda belajar menjadi pemimpin masa depan Indonesia. Jadi, manfaatkan waktu, usia muda untuk belajar," kata Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi, kepada sejumlah wartawan sebelum menjadi narasumber Seminar Nasional dan Pleno I Badan Koordinasi HMI Riau-Kepri, Selasa (31/10/2017), di Aula Kantor Kemenag Riau, Pekanbaru.

Dalam priode menjelang 100 tahun Indonesia, kata Syamsuar, 75 persen masa depan Indonesia ini nantinya diisi anak-anak muda, baik di legislatif, eksekutif maupun yudikatif. Bahkan, pengusaha nantinya juga diisi para pemuda.

"Mengambil moment Sumpah Pemuda, maka masa depan bangsa ini ada pada anak muda, dan tentunya moment ini menjadi semangat anak muda untuk belajar," ungkap Syamsuar.

Dalam pandangan Syamsuar, bahwa dari masa ke masa HMI masih tetap populer di Indonesia sehingga banyak melahirkan tokoh nasional.

"Terkait hal itulah, kita mendukung dan memberi semangat kepada HMI sehingga menjadi jalur untuk belajar menjadi pemimpin. HMI kita harapkan juga menjadi bekal anak muda dengan ilmu agama, kelak menjadi pemimpin negeri ini," ucap Syamsuar.

Sementara itu, sebagai sosok binaan HMI, Kakanwil Depag Riau, Ahmad Supardi MA, menyebutkan, bahwa HMI ini adalah wadah yang sangat besar, sehingga HMI menjadi kampus kedua.

HMI, kata Ahmad, adalah estafet atau jenjang membentuk kepemimpinan yang diisi oleh para generasi muda. Perjuangan ini untuk membawa bangsa ini lebih baik lagi.

"Sehubungan dengan rapat Pleno I Badan Koordinasi HMI Riau-Kepri, saya berharap HMI jangan lempar kursi, ikuti aturan yang ada," pinta Ahmad.  Adi

Wakil Bupati Siak Apresiasi Perpustakaan Trotoar

SIAK (riauoke.com)-Turunnya minat baca masyarakat di era digital saat ini, membuat anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas pemuda Siak berinisiatif untuk membuat “taman bacaan”. Ini salah satu bentuk kepedulian anak-anak muda dalam membantu pembangunan didaerahnya. “Sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca bagi masyarakat yang ada di Siak, kami membuat perpustakaan trotoar yang berada seputaran Taman Mahratu depan istana Siak,” kata Anggi, salah seorang penggagas perpustakaan trotoar.



Anggi bersama kawan-kawannya sudah tiga bulan ini memulai kegiatan yang tak lazim itu. Ia ceritakan kepada tim liputan Humas Setda Kab. Siak,  hanya beberapa orang saja yang mau singgah dan membaca buku-buku yang telah disediakannya.



“Kami berinisiatif membuka taman bacaan ini untuk menambah wawasan dan ilmu masyarakat, melalui berbagai buku bacaan yang telah kami sediakan. Mulai dari buku bacaan untuk anak-anak dan buku bacaan umum,” tutur Anggi, Senin (30/10/2017), usai upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda.



Ditambahkan Anggi, kami sangat mengharapkan bagi warga yang ingin menyumbang buku, kemudian buku yang tersedia belum bisa dibawa pulang, kecuali kawan-kawan terdekat saja. 



Anggi juga berharap agar kedepan Perpustakaan Trotoar ini semakin diminati masyarakat sehingga membaca buku menjadi budaya (kebiasaan) dimasyarakat kabupaten Siak.



Atas insiatif itu, Pemerintah Kabupaten Siak memberikan apresiasinya melalui sebuah piagam penghargaan.  Karena dinilai membantu pemerintah dalam menggalakkan Siak gemar membaca, yang telah dicanangkan oleh Bupati Siak tahun 2013 yang lalu.



Saat ditemui usai upacara, Wakil Bupati Siak Alfedri mengatakan, adanya perpustakaan trotoar ini, akan menarik minat baca serta ikut menggalakkan minat baca di hati Masyarakat Siak. Apa lagi saat ini anak-anak muda dan masyarakat kita sudah mulai jarang membaca.    



“Saya apresiasi, kreatifitas anak-anak muda kita ini. Sembari berwisata, masyarakat kita bisa membaca di ruang terbuka tersebut,” ujar Alfedri di halaman kantor Bupati Siak.



Alfedri berharap, adanya perpustakaan trotoar ini, minat baca masyarakat bisa meningkat. Dengan membaca bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Selain itu, dengan diserahkannya penghargaan ini, tentu semangat anak-anak muda pendiri perpustakaan trotoar tambah semangat. Begitu juga dengan masyarakat yang ikut mendukung minat baca dengan menyumbangkan buku-buku kepada pengurus perpustakaan trotoar tersebut.



Pada kesempatan itu juga, diserahkan penghargaan kepada Ketua DPRD Siak kategori pembina terbaik pemuda kreatif, komunitas Tanjak, UMKM Telajak Art, Komunitas Pengrajin, Komunitas Seni, Karateka Inkanas Riau dari kabupaten Siak, Atlet Dayung, pelajar SMA, dan lain-lain.rilis humas/adi.

Wakil Bupati Siak Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89

Siak (Riauoke.com)Wakil Bupati Siak Pimpin Upacara  Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89, di halaman kantor Bupati Siak, Senin (30/10/2017) pagi.

Menariknya, dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, puluhan pemuda-pemudi mengenakan pakaian adat tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Upacara memperingati hari Sumpah Pemuda berjalan hikmad dan teratur, Wabup Alfedri menyampaikan amanah dari menteri pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dimana pemuda dan pemudi haruslah bersatu untuk membantu membangun negeri yang sangat dicinta ini. "Hendaknya janganlah terpengaruh dengan politik adu domba sehingga terjadi perpecahan mari sama sama menjaga persatuan dan kesatuan," sebutnya.

Selain itu disampaikannya, jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. "Kalau sekedar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan kondisi sekarang yang sudah satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air, tapi ini bukan tujuan akhir," kata Alfedri.

Usai upacara, dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada pemuda kabupaten Siak yang dinilai telah berkarya dan berkontribusi terhadap pembangunan di kabupaten Siak.

Hadir saat itu sejumlah unsur Forkopimda, Sekda kab Siak, yang diikuti pelajar SMP, SMA, Pemuda Pancasila, KNPI, Pegawai Honorer, ASN, Polri dan TNI.
[]adi

Save

Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Siak Meriah, Momen Mempersatukan NKRI

Bungaraya (riauoke.com) - Hari  Sumpah Pemuda diperingati tanggal 28 Oktober  2017, upacara pukul 08-00 wib mulai dengan Komandan Upacara guru penjaskes SD Negeri 01 Buantan Lestari. Inspektur upacara Kepala Babinkamtibmas Kampung Buantan Lestari Kecamatan Bungaraya pak Rasidi   dipusatkan di Mapolsek Bungaraya (28/10) juga dihadiri   Winto Spd kepsek SD Negeri 01 Buantan Lestari.


Menurut Winto momen HUT Sumpah Pemuda sebagai ideologi bangsa Indonesia merupakan bagian dari jati diri bangsa. “Dengan kita memperingati hari kelahiran Pemuda ini agar kita bisa menghadapi tantangan global kedepan dalam meneguhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya.

Dalam menjaga kebhinekaan bangsa Indonesia, menurut Winto. Pancasila memang sudah menjadi jati diri bangsa Indonesia dan ini sudah diteguhkan lagi dengan memperingati setiap tahunnya.

“Supaya ke depan dengan tantangan global ini bersama-sama anak bangsa Indonesia meneguhkan komitmen untuk mempertahankan dan mengamalkan Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 45,” katanya usai menjadi pembina upacara.[] adiriansyah)

Demi Tingkatkan Produksi Pangan Siak, 10 Desa Dapat Bantuan Mesin Alsintan dari Pusat

Siak (riauoke.com)- Pemerintah Kabupaten Siak kerjasama dengan Pemerintah Pusat untuk membantu peningkatan hasil produksi pangan terhadap petani yang ada Untuk mempermudah cetak ladang sawah membalikan tanah dan menghaluskan serta membajak dan merotarinya.

Hal itu Disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Siak Budiman Safari kepada wartawan (riauoke.com) di Siak Jumat (27/10)  menyampaikan, bantuan mesin mesin alsintan 13 unit mesin itu dari pusat untuk dibagikan kepada masing masing kelompok tani yang ada sebanyak 10 kelompok tani Kabupaten Siak.kata Budiman Safari Kadis Pertanian Siak ini.

Menurutnya, dengan adanya mesin mesin alsintan tersebut kata Budiman Safari.guna mempermudah cara pengelolaan olahan tanah membalikan tanah dan menghaluskanya membajak dan lain sebagainya ini semua tidak terlepas berkat wujud kepedulian pemerintah Kabupaten Siak kerjasama Pemerintah pusat sehingga,petani kita dapat terbantu dengan mesin mesin itu kata  Budiman Safari. Dahulu menurut dia, petani sangat sulit  dan lambat mengolah lahan mereka. Sekarang tidak lagi bekerja dengan mesin mulai musim tanam sampai memanen hasil pangan mereka itu serba mesin menjadi cepat.

Kita sangat mengharapkan,mudah mudahan,dengan mesin mesin itu nanti supaya hasil produksi padi petani kita di Kabupaten Siak lebih meningkat 5 kali tanam Dalam setahun (IP250) pintanya.

Masing masing Desa/ kelompok Tani yang menerima peralatan mesin alsintan itu 1.Desa Muara Kelantan Kecamatan Sungai Mandau.

2.Desa Muara Kelantan Kecamatan Sungai Mandau.

3.Desa Muara Kelantan Kecamatan Sungai Mandau.

4.Desa Sungai Tengah Kecamatan Sungai Tengah.

5.Desa Sungai Tengah.

6 Desa Muara Kelantan Kecamatan Sungai Mandau.

7.Desa Muara Kelantan.Kecamatan Sungai Mandau.

8.Desa Muara Kelantan Kecamatan Sungai Mandau.

9.Desa Kemuning Muda Kecamatan Bungaraya.

10 Desa Bungaraya. []adiriansyah

Asisten lll Sekda Siak Resmikan Kampung Sadar BPJS

Bungaraya (riauoke.com)-Mewakili Bupati Siak H Syamsuar MSI.yang berhalangan datang,  Asisten lll Administrasi Umum Sekda Kabupaten Siak Drs Jamaludin MSI. turun ke Kampung Buantan Lestari, Kecamatan Bungaraya, Jumat (27/10) untuk meresmikan Kampung Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

 

Kedatangannya disambut semarak tabuhan kompang oleh warga kampung itu. Penghulu Sadeli menunggu di Kantor Camat setempat bersama tokoh masyarakat.

Jamaluddin kata sambutan mengatakan,dalam rangka pencanagan peresmian kampung sadar bpjs yang selama ini kita kenal dulunya Jamkesda sekarang sudah berubah menjadi BPJS.dan BPJS ini ada empat program pertama  jaminan kecelakaan kerja.jaminan kematian, jaminan hari tua jaminan pensiun.untuk itu melalui BPJS ini kami mengharapkan kepada elemen masyarakat dan saya berharap penghulu kampung bisa mendaftarkan ketenaga kerjaan baik kampung sendiri maupun kampung lain bisa mengetahui  marilah kita dukung program BPJS ini pemerintah kabupaten siak sangat mendukung berjalanya program BPJS ini urainya Jamaluddin Asisten lll Sekda Kabupaten Siak ini.


Kepala Cabang (Kacab) BPJS Perwakilan Siak Rini Rahmat Yani Zai.mengatakan.ini salah satu untukmembangun masyarakat yang pingiran hampir 75 persen jiwa  ketenaga kerjaan kabupaten siak yang membutuhkan tenaga kerja BPJS ada empat program yaitu perlidungan pekerja indonesia pertama.jaminan kecelakaan kerja.jaminan kematian.jaminan hari tua.dan jaminan pensiun.kami ingin mensejahterakan dan melindungi masyarakat kabupaten siak melalui BPJS ini dapat berjalan berkesinambungan bagi tenaga kerjaan yang diprogramkanya bapak Presiden kita RI Joko Widodo. dapat membantu ketenaga kerjaan di wilayah kabupaten kita siak ini Ujar Rini Rahmat Yani Kacab Perwakilan BPJS Siak ini.

Sementara itu Penghulu kampung Buantan Lestari Sadeli.menyambut baik dan berterimakasi banyak dengan terlaksanaya program BPJS dikampung kita ini dapat berkesinambungan  dan membantu ketenaga kerjaan dan elemen masyarakat pintanya Sadeli Penghulu Buantan Lestari (adiriansyah)

Kisah Sukses Perawat Siak di Ajang Nasional

Siak (riauoke.com) Waktu sudah menunjukkan pukul 21.10 WIB, saat Eki menginjakkan kakinya di kediamannya yang berlokasi di komplek BRI kecamatan Sungai Apit. Sebagai seorang tenaga farmasi di UPT Puskesmas Sungai Apit, hal itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya, kadang baru bisa meninggalkan tugas bila mendapat pengganti jaga. Hari minggu atau libur hanya impian, karena mereka mendapatkan libur sesuai rotasi jadwal yang telah ditetapkan.

Pria lajang yang hobi membaca itu menemukan data yang dirilis oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention) tahun 2013 bahwa kesalahan pengobatan (medication error) merupakan penyebab kematian ketiga setelah penyakit jantung dan kanker.

Dari sanalah yang melatarbelakangi Eki Naldi, S.Farm.,Apt. melakukan penerapan Poli CP atau membuat buku saku interaksi obat, labeling dan farmasi klinis (pocket drug interaction, labeling and clinical pharmacist). Tujuannya adalah untuk mencegah kesalahan pengobatan (medication error) di UPTD Puskesmas Sungai Apit, yang berdampak pada peningkatan keselamatan pasien (pasien safety) dan sekaligus peningkatan kualitas pelayanan di puskesmas.

Selain itu menurut  Eki, meningkatnya jenis dan jumlah obat di fasilitas kesehatan, meningkatnya permasalahan terkait obat, mulai dari interaksi obat, poli farmasi dan penyimpanan. Semuanya bermuara munculnya kesalahan pengobatan tersebut. Artinya, masyarakat (pasien) harus dilindungi dari kesalahan tersebut, inilah pentingnya apoteker di puskesmas, kata Eki kepada Humas Setdakab Siak, Rabu (4/10/2017) kemarin.

Artinya sambung Eki, pasien harus sabar saat menebus obat di apotik, baik di puskesmas maupun di rumah sakit. "Semua resep yang masuk harus di analisis (screening) terlebih dahulu oleh apoteker, dan itu butuh waktu. bukan sekedar diambil obatnya terus diberikan kepasien, bukan sesederhana itu," terangnya.

Inovasi yang dibuat Pria kelahiran 29 Oktober 1984 itu membawanya terpilih sebagai tenaga kesehatan teladan tingkat provinsi Riau tahun 2017 kategori farmasi/apoteker dan sekaligus tingkat nasional. "Alhamdulillah saya mewakili Riau untuk tingkat nasional dan mendapat peringkat ke 3 dalam kategori kefarmasian," tutur Alumnus Universitas Sumatera Utara itu.

Selain itu lanjutnya, dari 12 orang, dirinya salah satu perwakilan tenaga kesehatan yang diundang ke Istana Negara untuk mengikuti rangkaian upacara 17 Agustus bersama Presiden RI. Total tenaga kesehatan yang memperoleh anugerah sebagai nakes teladan sebanyak 258 orang. Dan penghargaan tersebut langsung diserahkan oleh Menteri Kesehatan.

Di lain pihak, Ns. Desy Yarsita, S.Kep, salah seorang perawat yang juga bertugas di Puskesmas Sungai Apit, terpilih mewakili Provinsi Riau dalam Pemilihan Perawat Teladan Nasional 2016 silam,  setelah lolos dari beberapa tahapan seleksi yang sangat ketat. Namun sayang, Desy hanya bisa masuk 10 besar nasional.

Desy saat itu berinovasi membuat penyulingan air gambut menjadi air bersih dan layak untuk diminum, tentunya setelah dimasak terlebih dahulu. Ia pun berhasil sebagai pemenang I sebagai Tenaga Kesehatan Teladan Kategori Paramedis tingkat Provinsi Riau Tahun 2016.

Tak tinggal diam, rekan sejawatnya, Yusniati, Amk berhasil membawa harum nama Kabupaten Siak. Kelompok Asuhannya berhasil mewakili Provinsi Riau dalam perlombaan Asuhan Mandiri Pemanfaatan Taman Obat Keluarga (Toga) dan Akupresur. Dua hari yang lalu tim penilai tingkat nasional telah melakukan verifikasi langsung di lokasi.

Perawat Puskesmas Sungai Apit itu melakukan kegiatan tersebut di akhir bulan April 2016 lalu, yang dimulai dengan pertemuan lintas sektor dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat Dusun Tanjung Layang Kampung Tanjung Kuras.

"Respon masyarakat disana cukup bagus, untuk tahap awal kami tanam 10 jenis tanaman toga, dan Alhamdulillah sekarang sudah sampai 80 jenis tanaman," kata Yusniata kepada Humas Pemkab Siak.

Dijelaskannya, hasil dari toga tersebut dijual sebagai tambahan penghasilan keluarga dan sisanya dikonsumsi sendiri, kemudian ada yang diolah menjadi jamu kering dan minuman jahe serbuk.

Inilah beberapa kisah sukses tenaga kesehatan, dimana sebagian besar waktu para tenaga kesehatan tercurahkan untuk menyelesaikan tugas administratif, melayani pasien, pembinaan di posyandu, mengantar rekam medis hingga mengantar pasien dirujuk ke RSUD.

Melalui penghargaan tersebut, tenaga kesehatan di puskesmas, diharapkan tidak hanya melakukan kegiatan yang sudah rutin, namun juga terus melakukan inovasi dan kreasi yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal kesehatan. []rls

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Daerah

Ekonomi

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Rabu 21 Februari 2018

Bersama Masyarakat Tembilahan, Tim KARIB Siap Menangkan Syamsuar-Edy di Inhil

Bersama Masyarakat Tembilahan, Tim KARIB Siap Menangkan Syamsuar-Edy di Inhil

Tembilahan (riauoke.com)  Riauin.com - Salah satu kandidat terkuat pada Pemilihan Gubernur Riau 2018 yakni pasangan...