Senin, 20 November 2017

PWI dan SKK MIgas Gelar Diskusi Pakar Ketahanan Energi Nasional

PEKANBARU (riauoke.com)PWI Riau bekerja sama dengan SKK Migas dan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) menggelar Diskusi Pakar tentang Ketahanan Energi Nasional, Selasa (22/12/15). Tampil sebagai pembicara dosen dan pengamat migas UIN Suska Riau Kunaifi, Ketua Harian Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Al  Alzhar dan Manager Operation and Maintenance Chevron Sukamto.


 

Kunaifi dari EnReach Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska memaparkan alasan mengapa kita membutuhkan energi terbarukan.  Dikatakannya, jumlah manusia dalam waktu singkat bertambah signifikan. Diperkirakan pada 2045 manusia di bumi akan berjumlah 9 miliar. Sayangnya, bumi hanya mampu menampung 8 miliar. Semakin banyak manusia, semakin tinggi kebutuhan energi. Sementara sumber energi fosil (batubara-gas dan minyak bumi) tidak bertambah. Maka perlu dicari energi terbarukan. Produksi energi fosil hanya menunggu waktu untuk menjadi sejarah dalam peradaban manusia, karena energi fosil tidak terbarukan.




Karena itulah perlunya dicari energi terbarukan. Energi terbarukan juga lebih banyak menyerap tenaga kerja dan ramah lingkungan. Indonesia punya peluang besar untuk mengembangkan energi  biogas dan biodisel,  demikian pula dengan Riau, punya potensi dari sawit dan lainnya.

 



Revolusi Mental untuk Menghemat Energi
Sukamto dari CPI mengatakan diperlukan revolusi mental semua pihak untuk menghemat energi. Ini dapat dimulai dari hal-hal kecil sehari-hari, seperti mematikan lampu saat tidur. Ini diperlukan karena cadangan minyak bumi Indonesia dari waktu ke waktu terus berkurang.

 



PT CPI sendiri terus berupaya untuk menahan laju penurunan produksi dan mencari sumber-sumber minyak baru dengan teknologi tinggi. Selain itu, perusahaan itu juga tengah berusaha mengembangkan energi biotermal yang bersumber dari panas bumi, seperti di Gunung Salak, Bogor.

 

"Persoalannya, sumber panas bumi itu adanya di gunung yang berada di kawasan hutan lindung. Pemerintah membuat regulasi yang meralang industri masuk dan melakukan eksplorasi di kawasan hutan lindung," katanya.



Untuk itu, pemerintah harus didorong untuk membuat regulasi yang memungkinkan investor melakukan hal itu, namun dengan syarat tetap ramah lingkungan.




Riau Tak Rasakan Apa-apa

Meskipun hasil bumi Riau khususnya dalam hal minyak bumi sudah memberikan banyak devisa bagi negara, sayangnya sebagian besar masyarakat Riau tidak merasakan apa-apa selain persoalan-persoalan sosial dan kultural. Setelah tanah mereka diserahkan untuk dieksploitasi, jalan-jalan mereka tetap licin berlumpur. Kabut asap melingkupi negeri selama berbulan-bulan saat musim kemarau. Demikian pendapat Ketua LAM Riau Al Azhar.

 

Karena itulah, membicarakan tentang ketahanan energi haruslah mencakup ranah etik dan logis. Ketika masyarakat yang hidup di daerah yang katanya memiliki cadangan minyak bumi yang banyak, mereka juga dapat merasakan dampak baiknya. Fenomena yang dirasakan sebagian warga Pekanbaru adalah, harga-harga yang 'memuai' naik saat mereka tahun orang-orang di Chevron baru saja gajian, biasanya di akhir bulan. Ironisnya, justru pada saat itu daya beli masyarakat umum sedang lemah, karena mereka menerima gaji di awal bulan.

 

Peran perusahaan migas dan lainnya yang beroperasi di Riau terhadap pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dipertanyakan peserta diskusi dalam sesi tanya jawab. "Perusahaan terus berusaha 'mengambil hati' masyarakat, entah atas nama CSR, filantropi, dan lainnya. Kami telah bergerak sebelum tahun 50-an, saat istilah CSR itupun belum ada. Biasanya kami selalu melakukan hal-hal yang sangat strategis, berbiaya besar, namun berjangka panjang, seperti membangun sekolah, jembatan, jalan dan lainnya," kata GM PGPA PT CPI Zainur Arif. []mad, yan


 

Daerah

Kamis 16 November 2017

FRPD Akan Gelar Diskusi Dana Desa

FRPD Akan Gelar Diskusi Dana Desa

Bangkinang Kota (riauoke.com)- Serikat rakyat miskin indonesia (SRMI), liga mahasiswa nasional demokrasi (LMND), dewan...

Ekonomi

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Selasa 31 Oktober 2017

Pemkab Siak Akan Bantu 12 Parpol Peseta Pemilu

Siak (riauoke.com) Pemerintah Kabupaten Siak akan memberikan bantuan keuangan kepada 12 partai politik peserta pemilu...