Senin, 20 November 2017

PWI Riau Gelar Refleksi Akhir Tahun Bersama BPJS Kesehatan

PEKANBARU (riauoke.com) -Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau bersama BPJS Kesehatan divisi regional Sumatera Barat (Sumbar), Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Refleksi akhir tahun 2015 di hotel Zaira Jalan Tuanku Tambusai-Pekanbaru?, Rabu (23/12/15).

 

 

Ketua PWI Riau, Dheni Kurnia dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan kegiatan Refleksi Akhir tahun 2015 ini selain mempererat hubungan silaturami antara BPJS Kesehatan dengan Media-media di Riau juga akan mendiskusikan tentang layanan-layanan yang diberikan BPJS kesehatan kepada masyarakat.?


 

"Semoga diskusi ini nantinya akan menjadi informasi baru di masyarakat, karena dalam diskusi ini kita akan membahas peran BPJS kesehatan di masyarakat dan hubungannya dengan media," ungkap Dheni.?

 



Dalam diskusi panel tersebut, Pihak BPJS Kesehatan dan PWI Riau membahas tentang peran BPJS kesehatan bagi masyarakat dan kemitraannya dengan media-media di wilayah Riau.


 

Kepala BPJS Divisi Regional Sumbar, Riau dan Kepri, Benjamin Saut menjelaskan bahwa keberadaan BPJS kesehatan selama satu tahun sebelas bulan berjalan sangat berpengaruh terhadap layanan kesehatan masyarakat.? Hal ini dibuktikan dengan jumlah pesertanya yang mencapai 1,5 juta jiwa.


 

Dengan banyaknya peserta BPJS Kesehatan di Indonesia? pihaknya sangat membutuhkan wadah untuk menginformasikan seluruh layanan-layanan dan informasi terbaru kepada seluruh masyarakat.


 

"Disinilah kita sangat butuh peran media? untuk menyebar luaskan informasi-informasi tentang BPJS," jelas Saut kepada seluruh peserta Refleksi akhir tahun yang mayoritas adalah jurnalis.?

 


 

Saut berharap dengan bekerja sama dengan media, kedepannya dapat memberikan kritik yang membangun untuk layanan bpjs yang lebih baik. Pasalnya target pihaknya 2019 mendatang seluruh masyarakat Indonesia ?telah memiliki jaminan kesehatan.




Sehingga taraf kesehatan masyarakat akan lebih tinggi dan ini akan berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat nantinya," singkatnya.

 

Sesi tanya jawab berlangsung seru karena banyak peserta yang mempertanyakan pelayanan BPJS yang
mereka dapatkan informasinya dari orang lain ataupun dirasakan sendiri, tidak memuaskan. Juga ada peserta  yang kritis menyatakan BPJS telah melanggar Undang-undang karena telah 'memaksa' rakyat untuk membayar biaya kesehatan mereka. Padahal sebelumnya pemerintah masing-masing daerah sudah menggratiskannya. Bahkan anggaran  APBD Pekanbaru sebesar Rp5 miliar untuk Jamkesda, hanya terserap sekitar Rp2 miliar.[]ian,syafri

Daerah

Kamis 16 November 2017

FRPD Akan Gelar Diskusi Dana Desa

FRPD Akan Gelar Diskusi Dana Desa

Bangkinang Kota (riauoke.com)- Serikat rakyat miskin indonesia (SRMI), liga mahasiswa nasional demokrasi (LMND), dewan...

Ekonomi

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Selasa 31 Oktober 2017

Pemkab Siak Akan Bantu 12 Parpol Peseta Pemilu

Siak (riauoke.com) Pemerintah Kabupaten Siak akan memberikan bantuan keuangan kepada 12 partai politik peserta pemilu...