Senin, 20 November 2017

CLBK, Nyawa Suami Melayang di Tangan Istri di Rohil

Rohil (Riauoke.com) Gara-gara Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK) Martiana Peranginan mengakhiri nyawa suaminya Manotar Marajohan Simamora, di bawah Jembatan Jumrah, Kecamatan Rimba Melintang, Rohil.


Kasus pembunuhan berencana  itu diotaki oleh sang istri dibantu oleh mantan suaminya Ahmad Jais (4) dan Abu Syofyan (26).


Peristiwa tersebut terjadi pada 28 November 2016 lalu, sekira pukul 02.00 Wib dini hari.  Rekonstruksi digelar Jajaran Polres Rokan Hilir dipimpin langsung Kasat Reskrim Akp Awaludin dan dihadiri Kanit II Iptu Raflita Ginting, KBO Iptu Zulmar, sementara dari kejaksaan Maruli Sitanggang dan Sulestri serta Penasehat Hukum tersangka Sartono, SH dan Kalna Siregar serta Jajaran Personil Polres Rohil lainnya.


Rekonstruksi diawali  di Bagan batu yang digelar di depan Polsek Rimba Melintang. Para pelaku memperagakan 30 adegan, bermula dari pembicaraan antara pelaku Martiana dan Ahmad Jais yang juga mantan suaminya.


Pelaku Martiana menyatakan kesal terhadap korban yang terus menghabisi hasil jerih payahnya selama ini, dan ingin mengajak Ahmad Jais menghabisi korban Manotar yang masih  suaminya.


"Dalam pertemuan pelaku Martiana berkata, "Jika Abang tak mau bantu biar aku yang bunuh dia dan akan kubawa sama abang."  Dalam rekon tersebut terlihat ada 3 pelaku pembunuhan berencana ini memakai baju orange bertuliskan tahanan dengan wajah datar saja, malah tersangka Ahmad jais terseyum.


Kapolres Rokan Hilir AKBP Henry Posma Lubis, SikMhum melalui Kasat Reskrim AKP Awaluddin di sela rekonstruksi, Kamis (26/1/17) dikonfirmasi  menyatakan rekontruksi ini dilakukan untuk pembuktian dilakukan oleh ketiga tersangka atas perbuatan telah menghilangkan nyawa orang lain secara berencana.


"Motif pembunuhan ini akibat hubungan lama bersemi kembali antara pelaku Martiana dan Ahmad Jais yang sebelumnya pernah hidup berumah tangga atau istilahnya Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK)," kata Kasat.


Dalam kasus ini ketiga tersangka  dapat dijerat dengan pasal 340 dan 338 tentang pembunuhan berencana yang menghilangkan nyawa orang lain secara berencana dengan ancaman maksimal seumur hidup.

"Akibat perbuatan ketiga tersangka ini mereka dikenai pasal 340 dengan ancaman minimal 20 maksimal seumur hidup."pungkas AKP Awaluddin.

Sementara pelaku martiana yang ditemui mengaku menyesal setelah membawa korban ke bagansiapiapi hingga terjadinya pembunuhan ini, Sedangkan pelaku ahmad jais mengaku menyesal dan tanpa banyak kata yang terucap dari mulutnya hanya tertunduk lemas. []fyan

Daerah

Kamis 16 November 2017

FRPD Akan Gelar Diskusi Dana Desa

FRPD Akan Gelar Diskusi Dana Desa

Bangkinang Kota (riauoke.com)- Serikat rakyat miskin indonesia (SRMI), liga mahasiswa nasional demokrasi (LMND), dewan...

Ekonomi

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Selasa 31 Oktober 2017

Pemkab Siak Akan Bantu 12 Parpol Peseta Pemilu

Siak (riauoke.com) Pemerintah Kabupaten Siak akan memberikan bantuan keuangan kepada 12 partai politik peserta pemilu...