Sabtu, 25 November 2017

Pemkab, TNI, Polri Komit Bersama Ccegah Karhutla

Pekanbaru (riauoke.com) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman mengingatkan ancaman panas ekstrim yang bisa memicu terjadinya kebakaran lahan dan hutan atau Karlahut. Gubernur Riau khawatirkan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) tahun ini. Menurutnya, cuaca panas ekstrim tahun ini berbeda dengan 2016 karena diiringi kemarau basah (la nina). Hal ini dikatakan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman ketika membuka acara  Komitmen Bersama  Pemerintah Daerah, TNI, Polri dengan Pelaku Usaha Perkebunan/Kehutanan Dalam Rangka Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Provinsi Riau Tahun 2017.


 

 

Meskipun tahun 2016 Provinsi Riau bebas asap, tetapi  itu tidak ada jaminan untuk tahun 2017 ini Karlahut 'bisa dijinakan'. Gubernur Riau pun meminta khususnya Kepala Daeah Bupati dan Walikota dan Dinas terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk memaksimalkan pencegahan dan penanggulangan sebelum Karlahut kembali terjadi ucapnya.

"Masalah lingkungan hidup, belum ada jaminan 2017 ini bisa seaman seperti tahun lalu. Karena diprediksi tahun ini lebih ekstrim. Saya minta seluruh Kepala Daerah Bupati dan Wali kota terkait segera mensosialisasikan ke masyarakat terhadap bahaya kebakaran lahan dan hutan," kata Arsyadjuliandi Rachman.

Tidak itu saja, orang nomor satu di Riau ini juga meminta kepada pejabat yang berasal dari berbagai daerah di Riau untuk turut mensosialisasikan tentang bahaya Karlahut ke daerah masing-masing. Andi lalu mencohtohkan Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi yang berasal dari Indragiri Hilir, jika pulang kampung bisa mensosialisasikannya ke masyarakat dan para tokoh di sana tentang bahaya Karlahut.

Pangdam Bukit Barisan Mayjen. TNI.  Lodewyk Pusung dalam sambutannya menyampaikan meskipun Provinsi Riau Tahun 2016 telah mendapatkan status bebas asap, tetapi dirinya meminta Provinsi Riau tetap siaga Karlahut, jangan melupakan faktor cuaca, karena faktor cuaca sangat menentukan kebakaran lahan dan hutan diprovinsi ini ucapnya.

Selanjutnya Lodewyk Pusung mengatakan selalu siaga tanpa meremehkan keadaan cuaca, hal ini bisa menjaga kita untuk tetap menjadi status Provinsi Riau bebas asap dan kebakaran lahan dan hutan. Diharapkannya pula kepada pengusaha lahan perkebunan untuk menjaga lingkungan dari membakar lahan, mensosialisasikan kepada lingkungan perusahaan dan lahan perusahaan untuk tidak membakar lahan untuk perluasan pungkasnya.


Kepala BNPD Nasional Willem Rampangilei dalam sambutannya mengungkapkan Ada beberapa faktor keberhasilan antisipasi, cuaca la nino basah, kemarau disertai hujan, untuk tahun 2017 kemarau diprediksi lebih kuat dari tahun yang lalu, hal ini tentunya harus disikapi lebih siap, antisipasi segini mungkin, Pencegahan lebih diutamakan, mensosialisasikan tidak membakar lahan, karena cuaca hanya pendukung terjadinya kebakaran lahan.

Selanjutnya kerjasama antara Pemerintah Daerah, TNI, Kabupaten/Kota serta BNPD harus lebih koorperatif, saling koordinasi antara elemen, hal ini juga merupakan salah satu kunci keberhasilan kita untuk memadamkan dan mencegah terjadi Karlahut ditahun ini.

Dirinya juga mengharapkan kepada pengusaha dan pelaku perkebunan untuk ikut serta Perusahaan agar melakukan langkah antisipasi pembentukan tim penanggulangan bencana Kebakaran serta perusahaan juga memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam  berkomitmen untuk pencegahan Kebakaran lahan dan Hutan bersama unsur lainnya ucap Willem Rampangiley.
Sementara itu Syahrial Abdi ketika memberikan keterangan menyatakan bahwa Hari ini kita melakukan Komitmen bersama sebagai tindak lanjut persiapan pencegahan dan selanjutnya kita kembali mengaktifkan satuan tugas yang siap melaksanakan tugas dilapangan ujar Syahrial Abdi.
Ditambahkan Pj.Bupati Kampar selanjutnya kita melakukan persiapan seperti tahun yang lalu dan ada beberapa tambahan persiapan lainnya seperti komunikasi lebih diintensifkan, sehingga terjalin satu Komando dilapangan, sehingga upaya ini lebih dirasakan efektif ungkapnya.

Mengulas titik api dikabupaten Kampar, Pj Bupati Kampar Syahrial Abdi menegaskan untuk saat ini titik api atau hotspot dikabupaten Kampar terpantau nol atau tidak ditemukannya Hotspot, hal ini juga dibantu oleh curah hujan yang cukup tinggi diwilayah Kabupaten Kampar, sehingga dengan adanya persiapan siaga kebakaran Karlahut ini musim kemarau mendatang kita telah mempersiapkan embung atau sumber air untuk mengantisipasi Karlahut pungkasnya.
Dalam acara Komitmen Bersama disaksikan oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman,  Pangdam Bukit Barisan Mayjen. TNI.  Lodewyk Pusung serta Kapolda Riau Irjen. Zulkarnain, Pemerintah Daerah Bupati/Walikota se-provinsi Riau, TNI, Polri dengan Pelaku Usaha Perkebunan/Kehutanan Dalam Rangka Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Provinsi Riau Tahun 2017 hadir 12 Bupati /Walikota se-provinsi Riau, Kepala BNPD Provinsi Riau, Kabupaten kota, unsur TNI/Polri, Pelaku perusahaan, Forkopinda Provinsi Riau. []mah

Foto : Pj.Bupati Kampar Syahrial Abdi ketika berfoto bersama Bupati/Walikota se-provinsi Riau dengan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman pada acara Komitmen Bersama  Pemerintah Daerah, TNI, Polri dengan Pelaku Usaha Perkebunan/Kehutanan Dalam Rangka Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Provinsi Riau Tahun 2017, di Hotel Pangeran Pekanbaru

Daerah

Ekonomi

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Selasa 31 Oktober 2017

Pemkab Siak Akan Bantu 12 Parpol Peseta Pemilu

Siak (riauoke.com) Pemerintah Kabupaten Siak akan memberikan bantuan keuangan kepada 12 partai politik peserta pemilu...