Selasa, 25 September 2018

Bahas Sengketa Lahan Koto Aman, Bupati Azis Telpon Jendral Pejabat BPN Pusat

E-mail Cetak PDF

Bangkinang (riauoke.com) Bupati Kampar, Azis Zaenal langsung menelepon seorang pejabat BPN Pusat dalam rapat penyelesaian sengketa antara masyarakat Desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir dengan PT. Sekarbumi Alamlestari.

Azis mengaku, orang yang dihubunginya itu adalah Hasyim Abdul Ghani. Diketahui, Hasyim Ghani adalah pejabat Polri berpangkat Brigadir Jenderal yang ditempatkan di BPN atau Kementerian Agraria dan Tata Ruang yang bertugas menangani sengketa.

Di awal pembicaraan, Azis menanyakan seputar sengketa di Koto Aman. Kemudian, ia meminta Ghadi menyediakan waktu untuk bertemu membahas penyelesaian sengketa.

"Data-data sengketa di Koto Aman sudah ada sama Bapak Jenderal," kata Azis memberitahu hasil pembicaraannya dengan Ghani. Ia mengatakan, Ghani juga menunggu kedatangannya langsung di Jakarta. Ia menjadwalkan pertemuan dengan Ghani dalam waktu dekat ini.

"Jadi nggak main-main ini. Saya nggak main-main. Saya pasang badan (dalam penyelesaian sengketa)," tegas Azis. Sebelumnya, Azis menanggapi permintaan masyarakat.

Soal menetapkan status quo pada lahan sengketa, Azis tidak bersedia. Menurut dia, tidak ada satupun aturan yang memperbolehkannya menetapkan status quo terhadap lahan sengketa.

Azis mengatakan, perusahaan pasti mempersoalkan status quo yang dia buat. Bahkan tidak menutup kemungkinan, perusahaan akan menempuh jalur hukum. "Apa nggak malu, Bupati kalian dipenjara," tandasnya.

Terkait desakan agar perusahaan membuka dokumen perizinannya, Azis mengaku sudah menerbitkan surat yang diteken sebelum rapat itu. Surat itu ditujukan kepada Kepala Kepolisian Daerah Riau agar ikut mendorong perusahaan membuka dokumen perizinannya.

Adapun dokumen yang diminta di antaranya, akta pendirian perusahaan, izin Hak Guna Usaha (HGU) dan lainnya. Azis meminta masyarakat bersabar menunggu upaya-upaya yang sedang ditempun Pemkab Kampar. "Saya akan selesaikan dengan cara saya. Dengan gaya saya," katanya.

Perwakilan masyarakat meminta Bupati menemui masyarakat yang sudah bertahan di tenda darurat selama enam hari di Desa Koto Aman. Bupati diminta menyampaikan progres penyelesaian langsung kepada masyarakat. Azis langsung menyatakan bersedia berangkat hari ini juga.

Sengketa ini bergulir karena masyarakat menuntut perusahaan Kelapa Sawit itu mengembalikan lahan mereka. Masyarakat menuding perusahaan belum mengganti rugi sekitar 1.500 hektare lahan mereka dari 2.000 hektare perkebunan yang dibangun di Koto Aman. []zar

 

Daerah

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Kamis 23 Agustus 2018

Presiden Apresiasi Perjuangan Anthony

Presiden Apresiasi Perjuangan Anthony

Jakarta (riauoke.com) Saat dijenguk oleh Presiden, Anthony tengah dirawat di ruang medis. “Masyarakat Indonesia bangga...

Politik

Senin 24 September 2018

Sejumlah Caleg Partai Berkarya Mandau dan Pinggir Mantapkan Strategi Bersama Caleg Provinsi Riau Bermasa Lombak Tobing

Sejumlah Caleg Partai Berkarya Mandau dan Pinggir Mantapkan Strategi Bersama Caleg Provinsi Riau Bermasa Lombak Tobing

Duri (riauoke.com)- Untuk memenangkan dalam merebut hati Masyarakat sejumlah kader dan para Caleg Partai Berkarya...