Jakarta, riauoke.com– Pers Indonesia dinilai memiliki peran besar dalam perjuangan bangsa Palestina untuk meraih kemerdekaan sejati. Sejak lama, media nasional konsisten menyuarakan isu kemanusiaan dan keadilan bagi rakyat Palestina, terutama sejak kembali pecahnya konflik di Jalur Gaza pada Oktober 2023.
Hal ini mengemuka dalam Seminar Internasional “The Role of Indonesian Media in Palestine’s Effort to Achieve True Independence” yang digelar di Jakarta, Jumat (7/11). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Palestine International Forum for Media and Communication (Tawasol) yang berkantor di Istanbul, Turki.
Direktur Eksekutif Tawasol, Dr. Bilal Khalil, memberikan apresiasi atas perhatian besar media Indonesia terhadap isu Palestina.
“Perhatian pers Indonesia terhadap kemanusiaan dan keselamatan warga Palestina merupakan contoh nyata komitmen bangsa Indonesia. Sikap ini sejalan dengan Pembukaan UUD 1945 yang menentang segala bentuk penjajahan,” ujarnya.
Liputan di Tengah Konflik
Wartawan senior Metro TV, Desi Fitriani, yang sudah tiga kali meliput di Gaza, menuturkan tantangan berat yang dihadapi jurnalis di wilayah konflik. Ia bahkan pernah menyaksikan langsung bagaimana bantuan makanan dan obat-obatan dari Indonesia dikirim melalui terowongan bawah tanah untuk menembus blokade Israel.
“Saya melihat sendiri mie instan dan produk Indonesia dikirim lewat terowongan demi menembus penjagaan Israel,” ujarnya.
Desi juga menyoroti banyaknya jurnalis yang gugur di Gaza, sehingga media Indonesia harus berhati-hati menggunakan gambar dan narasi dari media Barat agar tidak bias terhadap Israel.
Dukungan Lewat Media Digital
Wartawan senior Pizaro Gozali, mantan jurnalis Anadolu Agency, menegaskan pentingnya memperkuat dukungan terhadap Palestina melalui media digital.
“Konsumsi media digital semakin tinggi, dan ruang ini perlu dimanfaatkan untuk mengontraskan narasi Israel yang berusaha cuci tangan dari kejahatan kemanusiaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, media arus utama sering kali hanya menyoroti reaksi Palestina tanpa memaparkan tindakan Israel yang menjadi pemicu utama.
Seni Jadi Sarana Perlawanan
Aktivis Palestina Annisa Theresia menyebut bahwa apa yang terjadi di Gaza bukan sekadar konflik, tetapi pendudukan dan genosida yang disaksikan dunia secara langsung melalui media digital.
“Lebih dari 70 ribu warga Gaza telah tewas. Dunia seolah membiarkan genosida ini terjadi,” tegasnya.
Annisa menilai perjuangan kemanusiaan juga bisa dilakukan melalui karya seni, seperti lagu “Hind’s Hall” karya Macklemore yang bercerita tentang bocah perempuan Palestina, Hind Rajab, korban kekejaman tentara Israel.
Perlu Sorotan Hukum Humaniter
Pemimpin Redaksi indo.palinfo.com, Ahmad Tirmizi, menegaskan perlunya media Indonesia mengangkat isu hukum humaniter internasional dalam liputan konflik Gaza.
“Israel bukan hanya melakukan genosida terhadap warga Gaza, tetapi juga membunuh kebenaran melalui manipulasi narasi di media,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Asep Setiawan, mantan anggota Dewan Pers, memaparkan bahwa liputan pers Indonesia terhadap Gaza terbagi dalam tiga fase: periode solidaritas emosional (Oktober–Desember 2023), masa transisi (Januari–Juni 2024), dan periode substantif (Juli 2024–Juli 2025) dengan liputan yang lebih kritis dan mendalam.
Seminar ini turut dihadiri oleh wartawan dari berbagai media nasional, perwakilan RRI, akademisi Dr. Ryantori dari Indonesian Society of Middle East Studies, Ketua JMSI Dr. Teguh Santosa, serta perwakilan dari Asia Middle East Center for Research and Dialogue (AMEC) di Jakarta.[]rls
1.600 Tamu Diundang Hadiri Acara HUT ke-80 RI di Istana Negara
Jakarta, riauoke.com- Sebanyak 16.000 tamu diundang untuk menghadiri Upacara Detik-detik Proklamasi dan Penurunan Bendera dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan, jumlah tersebut terdiri atas 8.000 orang yang diundang pada upacara pagi dan 8.000 orang lagi pada upacara sore.
"Pagi 8 ribu, sore 8 ribu, padahal masyarakat sangat antusias untuk hadir," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/8/2025).
Prasetyo memastikan undangan sudah terpenuhi sesuai kapasitas yang tersedia.
Oleh karena itu, Prasetyo pun menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan tempat membuat sebagian masyarakat yang antusias mengikuti perayaan di Istana Merdeka tidak dapat tertampung.
"Banyak masyarakat yang ingin hadir merayakan tetapi sekali lagi karena keterbatasan tempat tidak bisa semuanya tertampung," kata dia.
Terkait kehadiran tokoh-tokoh nasional seperti Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Prasetyo menyampaikan hal tersebut belum bisa diungkap saat ini.
"Tunggu tanggal mainnya dong," ujar dia.
Dalam kesempatan itu, Prasetyo juga menyatakan bahwa pihaknya tidak mewajibkan masyarakat mengenakan baju adat saat menghadiri upacara. Namun, ia berharap semangat merayakan kemerdekaan HUT RI ditunjukkan dengan mengenakan pakaian bernuansa merah putih.
"Yang penting semangatnya, nuansanya kalau memang di rumah punya mungkin baju warna merah, ada warna merah putihnya pakailah," kata Prasetyo.
Sementara, peserta upacara jalur undangan resmi diharapkan mengenakan pakaian adat.
Pada peringatan HUT Ke-80 RI di Istana, Prasetyo mengungkapkan beragam pengisi acara dari unsur masyarakat, instansi, hingga kelompok seni turut ambil bagian. Hal itu karena masukan dan ide untuk memeriahkan acara di Istana dari berbagai kalangan terus bermunculan.
"Ada yang kemudian mengusulkan untuk ditambahkan ini. Bagi kami panitia, sepanjang itu bisa diakomodasi, tidak mengganggu acara inti, acara pokok, enggak ada masalah. Karena semangatnya semua ingin ikut berpartisipasi," kata dia.[]republika
Jakarta, riauoke.com- Sebanyak 12 orang pengurus PWI Pusat bersama PWI Provinsi dinyatakan lulus dan kompeten dalam pelatihan sertifikasi tata kelola risiko dan kepatuhan yang digelar PWI Pusat bersama PT Bataro Sinergi Nusantara (Basnus) dan Lembaga Sertifikasi Profesi Tatakelola Risiko dan Kepatuhan (LSPTRK), akan mendapatkan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Selasa (22/10/24).
Adapun ke-12 peserta ini, diantaranya, Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun, Sekjen M Iqbal Irsyad, Ketua Dewan Pakar Sayid Islandar, Wabendum Umi Sjahrifah, Ketua Bidang Organisasi Irmanto Lukman, Wakil Ketua Bidang Hendra J Kede, Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan Tundra Meliala, Ketua Satgas Anti-hoax Budi Nugraha, Ketua PWI Sumut Farianda Sinik, Seketarias Monang, PWI Riau Plt. Seketarias Eka Putra Nazir dan Plt. Bendahara Satria.
Hari terakhir, diisi oleh dua orang penguji, Dr. Ir. Kemal Harry S., MBA., GRCE dan Hardy R. Hermawan, S.Sos., M. Si memberikan materi Ujian Tata Kelola ini kepada para peserta, pelatihan berlangsung selama 2 hari, dari 21-22 Oktober 2024 di Tavia Heritage Hotel Jakarta. Sebelumnya, hari pertama diisi oleh pemapar Ir. Jermy Marmen, M.S., M.Ec.,M.Mgt., PhD., GRCE.
Para peserta antusias dan serius mengikuti pelatihan, tidak percuma dengan persiapan dan kematangan dalam berorganisasi, baik sebagai pengurus PWI maupun sebagai pengelola di media masing-masing, dapat memahami pelatihan tata kelola yang digelar PWI Pusat.
Para peserta mengikuti ujian Tata Kelola dinyatakan kompeten dan berhak menyandang gelar Governance Risk Compliance Executive (GRCE) tingkat pimpinan.
Berakhirnya pelatihan ini, akan berdampak pada penambahan pengetahuan dan lebih terstruktur dalam mengelola organisasi baik di pengurus PWI maupun di tempat kerja.[]rls
Jakarta, riauoke.com-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan LSPR Institute of Communication & Business (LSPR Institute) mengundang pers kampus se-Indonesia untuk mengikuti pelatihan di Auditorium LSPR, Jakarta, Sabtu (21/9/2024). Pelatihan ini bagian dari perayaan Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2024, disambut antusias mahasiswa di Jabodetabek.
“Tujuan Pelatihan Pers Kampus adalah untuk memperkaya pengetahuan dan ketrampilan jurnalistik mahasiswa, disamping untuk menginspirasi mereka menjadi agen perubahan yang mampu menyuarakan kebenaran melalui media kampus,”ujar Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun di Jakarta, Jumat (13/9/2024).
Dikatakan, Pelatihan Pers Kampus dirancang khusus untuk mahasiswa yang aktif dalam pers kampus, jurusan komunikasi, jurnalisme, fotografi dan berbagai bidang terkait lainnya.
“Ini kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk meningkatkan ketrampilan mereka di dunia jurnalistik dan media,”tambah Hendry Bangun.
Ketua Panitia Pelaksana Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2024, Dr Artini mengatakan, Pelatihan Pers Kampus merupakan salah satu upaya mempopulerkan Anugerah Jurnalistik Adinegoro di tengah-tengah masyarakat, terutama di kalangan Gen Z. Anugerah Jurnalistik Adinegoro adalah ajang kompetisi karya jurnalistik tertinggi dan terbesar di Indonesia dengan hadiah ratusan juta rupiah.
Dikatakan, Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2024 akan memperlombakan lima kategori, yaitu karya jurnalistik media cetak, daring atau siber, video, audio, dan foto. Pemenang setiap kategori akan mendapatkan hadiah Rp 100 juta.
Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2024 terbuka untuk semua wartawan Indonesia yang menerbitkan karyanya di media massa Indonesia periode 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2024.
Tahun 2024, untuk pertama kalinya Anugerah Jurnalistik Adinegoro mengajak pers kampus di Indonesia memperebutkan Penghargaan Khusus. Penghargaan ini untuk menyambut gairah jurnalisme di kampus-kampus dan mendorong minat kaum milenial dan Generasi Z terhadap jurnalisme dan kepedulian terhadap kehidupan sekitarnya.
Hal itu sesuai spirit Adinegoro, wartawan legendaris Indonesia. Adinegoro mengatakan, kampus adalah kebun terbaik untuk menyemai generasi muda menguasai dunia melalui jurnalisme.
Artini mengatakan, untuk kegiatan pelatihan, PWI Pusat akan menggandeng LSPR Institute sebagai tuan rumah Pelatihan Pers Kampus. Pelatihan tersebut akan dibagi menjadi tiga sesi, masing-masing sesi penulisan features; selanjutnya foto dan video, disamping sesi pengenalan Adinegoro dan Jurnalisme Adinegoro.
Edhy Aruman, penanggungjawab Pelatihan Pers Kampus mengatakan, pelatihan ini dimaksudkan untuk memperkaya pengetahuan dan ketrampilan jurnalistik mahasiswa. Untuk sesi pelatihan foto, misalnya, peserta akan diajarkan teknik pemotretan, pemilihan momen dan pengaturan kamera untuk menghasilkan foto yang menarik secara visual dan mampu menggugah emosi.
Anastasia, mantan wartawan MetroTV dan aktivis pers kampus di Universitas Bunda Mulia menyambut antusias diselenggarakannya Pelatihan Pers Kampus karena dapat meningkatkan ketrampilan dan wawasan mahasiswa, khususnya di bidang jurnalistik. ***[]rls
Jakarta, riauoke.com - PWI menyambut baik rekonsiliasi demi kebaikan organisasi. Ketua Bidang Pembinaan Daerah PWI, M. Harris Sadikin, menegaskan pentingnya rekonsiliasi PWI untuk menjaga kesatuan dan stabilitas organisasi. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada dualisme dalam PWI, dan organisasi tetap berada di bawah kepemimpinan Hendry Ch Bangun yang sah sesuai dengan keputusan Menteri Hukum dan HAM.
Pertemuan antara Hendry Ch Bangun dan pihak yang mengklaim sebagai pengurus PWI lainnya terjadi atas inisiatif Menteri Hukum dan HAM. Tujuan utama pertemuan tersebut adalah menghindari perpecahan di tubuh PWI. Harris menilai bahwa tawaran rekonsiliasi PWI ini merupakan langkah positif yang harus didukung oleh semua pihak. Hendry Ch Bangun sendiri sudah menyatakan kesiapannya untuk melakukan rekonsiliasi demi kepentingan bersama.
Rekonsiliasi PWI ini diharapkan mampu memperkuat kesatuan organisasi, meskipun ada pihak yang berbeda pandangan. Secara hukum, kepengurusan PWI yang sah tetap dipegang oleh Hendry Ch Bangun, yang terpilih melalui Kongres Bandung. Keputusan-keputusan yang diambil oleh Hendry Ch Bangun juga dianggap sah dan sesuai dengan mandat yang diberikan kepadanya.
“Rekonsiliasi PWI adalah jalan terbaik untuk menghindari konflik internal. Langkah ini perlu diambil agar semua pihak yang terlibat dalam PWI bisa bersatu dan bekerja sama demi kemajuan organisasi. Meskipun ada perbedaan pendapat, hasil Kongres Bandung tidak bisa diubah, dan Hendry Ch Bangun tetap diakui sebagai Ketua Umum yang sah,” jelas Harris Sadikin dalam keterangan dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis, 29 Agustus.
Selama proses rekonsiliasi PWI berlangsung, Hendry Ch Bangun tetap memiliki kewenangan untuk mengambil langkah-langkah strategis yang diperlukan bagi kemajuan organisasi. Seluruh pengurus di tingkat provinsi juga diharapkan terus menjalankan tugas sesuai amanah yang telah diberikan. Harris kembali menegaskan bahwa PWI tetap solid, dan rekonsiliasi adalah langkah penting untuk memastikan organisasi tidak terpecah.
Harris menegaskan bahwa hasil Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tahun 2024, yang digelar di Hotel Aria, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Rabu (21/8/2024), secara tegas menyatakan penolakan terhadap Kongres Luar Biasa (KLB) PWI yang baru-baru ini diadakan di Jakarta. KLB tersebut dinyatakan tidak sah karena diinisiasi oleh pihak-pihak yang sudah diberhentikan dari kepengurusan PWI. Konkernas yang mengusung tema “Merawat Kebersamaan Menuju PWI yang Lebih Baik” ini dihadiri oleh ketua dan pengurus dari 30 PWI Provinsi se-Indonesia dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun.[]rls
Jakarta, riauoke.com– Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menyatakan dukungannya terhadap upaya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mewujudkan Gedung Graha Pers Pancasila di Yogyakarta dan Pusat Diklat Wartawan Internasional di Palembang. Dukungan ini disampaikan dalam pertemuan dengan pengurus PWI Pusat di Jakarta, Rabu (28/8/2024).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum PWI, Hendry Ch Bangun, bersama beberapa pengurus lainnya, termasuk Sekretaris Jenderal Iqbal Irsyad, Bendahara Umum M. Nasir, Wakil Sekretaris Jenderal Raja Perlindungan Pane, Ketua Dewan Pakar Sayid Iskandarsyah dan Ketua Bidang Aset HMU Kurniadi. Pratikno menyambut baik usulan dari PWI Pusat dan berjanji akan membantu merealisasikan kedua proyek tersebut.
Terkait pembangunan Gedung Graha Pers Pancasila, Pratikno meminta PWI Pusat untuk segera berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Proyek ini dapat dimulai pada 2024 dan dilanjutkan pada 2025,” kata Pratikno.
Sementara itu, untuk rencana Pusat Diklat Wartawan Internasional di Palembang, Pratikno menyatakan dukungan penuh. Menurutnya, keberadaan pusat pelatihan ini penting untuk meningkatkan pendidikan jurnalisme baik di tingkat nasional maupun internasional. “Pemerintah pusat akan mencari solusi agar pembangunan ini dapat segera diwujudkan,” ujarnya.
Ketua Umum PWI, Hendry Ch Bangun, mengapresiasi dukungan dari Mensesneg Pratikno. Hendry menegaskan bahwa PWI Pusat selalu mendapatkan bantuan dari pemerintah, terutama selama masa kepemimpinan Presiden Jokowi. Dukungan ini telah memfasilitasi berbagai program penting seperti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI). “Kami juga sangat terbantu dalam sosialisasi pers berwawasan kebangsaan melalui kerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP),” ujar Hendry.
Sebelumnya, pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 di Jakarta, Presiden Jokowi telah menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan Graha Pers Pancasila. Hal ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap peningkatan profesionalisme wartawan di Indonesia.
Di bawah kepemimpinan Hendry Ch Bangun, PWI Pusat telah menjalankan berbagai program strategis. Salah satunya, pelaksanaan UKW Gratis yang telah diadakan di 20 provinsi dan ditargetkan rampung di 38 provinsi hingga akhir 2024. Selain itu, SJI Gratis juga telah dilaksanakan di beberapa provinsi, termasuk Sumatera Utara dan Jawa Timur, sebagai upaya meningkatkan kualitas jurnalisme di Indonesia.][]rls
Dukungan dari Mensesneg Pratikno dan pemerintah pusat menjadi dorongan penting bagi PWI Pusat untuk terus mengembangkan program-programnya. Hal ini sejalan dengan visi PWI untuk menciptakan media yang berkualitas dan berintegritas di Indonesia.
BANJARBARU, riauoke.com - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hendry Ch Bangun dampingi Ketua Dekranasda Kalsel, Raudatul Jannah (Acil Odah) saat menerima penghargaan rekor muri, Selasa (20/8).
Rekor muri yang dimaksud adalah bentangan kain sasirangan sepanjang 6 kilometer yang berlokasi di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel.
Hendry mengatakan, pemecahan rekor muri ini merupakan upaya luar biasa yang dilakukan oleh Pemprov Kalsel. "Kalsel memang selalu aktif dan dinamis. Cepat menanggapi situasi," kata Hendry seusai pembukaan Meratus Geopark Great Culture Carnival.
Hendry menilai, adanya pemecahan rekor muri ini berkorelasi dengan pelaksanaan Meratus Geopark Great Culture Carnival.
"Dengan adanya pemecahan rekor ini maka Geopark Meratus dapat menjadi tujuan wisata hijau alami yang populer. Kita tahu kecenderungan di dunia ini wisata hijau dan wisata lingkungan. Supaya alam tetap lestari," jelasnya.
Ia turut mengapresiasi Pemprov Kalsel yang telah menggandeng awak media dalam pelaksanaan pemecahan rekor muri. "Apalagi dengan melibatkan media, pemecahan rekor ini hanya pengungkit agar orang click add ternyata event besarnya Meratus," ujarnya.
Menurutnya, sangat jarang pemerintah provinsi memiliki inisiatif. Salah satunya Pemprov Kalsel yang sangat aktif melestarikan kain sasirangan. Terlebih, kain sasirangan merupakan kain khas Kalimantan Selatan.
"Barangnya sudah ada tinggal diungkit sedikit barangnya akan naik," sebut Hendry.
Terpisah, Ketua Dekranasda Kalsel, Raudatul Jannah berharap adanya pemecahan rekor muri ini dapat menambah prestasi Kalsel untuk produk khas daerah.
"Sehingga produk bisa terangkat dalam skala nasional dan global," ungkap perempuan yang akrab disapa Acil Odah ini.
Ia menyebut, dengan adanya pemecahan rekor muri disertai dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan masyarakat di Meratus Geopark Great Culture Carnival.
Ia turut berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pemecahan rekor muri kali ini. Menurutnya, rekor muri didapatkan dengan adanya sinergitas, kolaborasi semua pihak.
"Ini bentuk sinergitas dan kolaborasi serta kekompakan semua unsur yang ada di Kalsel. Kita adalah satu kesatuan yang kompak dan berkelanjutan," tutupnya.[]rls
Jakarta (riauoke.com)- Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun mengumumkan perubahan jadwal perayaan puncak Hari Pers Nasional yang semula 9 Februari 2024 menjadi 20 Februari 2024.
Sementara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 sendiri tetap berlangsung 9 Februari 2024 bertempat di Gedung PWI Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat.
"PWI ingin perayaan HPN 2024 berjalan sukses, sekaligus untuk ikut berpartisipasi membantu pemerintah menciptakan Pemilu Damai sehingga perayaan puncaknya kita undur," ujar Hendry Ch Bangun dalam Rapat Pleno Pengurus Harian PWI Pusat di Kantor PWI, Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (8/1/2024).
Sementara itu, peringatan hari persnya sendiri akan dilaksanakan tanggal 9 Februari di Gedung PWI Pusat lantai empat, Jalan Kebun Sirih, Jakarta Pusat. Acara peringatan akan diisi dengan tumpengan dan doa yang akan dihadiri seluruh pengurus, dan sejumlah undangan.
Dikatakan, semula rangakaian acara HPN 2024 akan dilaksanakan di Jakarta mulai tanggal 7-9 Februari, namun mempertimbangkan kepentingan nasional yang lebih besar, jadwalnya digeser menjadi tanggal 17 - 20 Februari 2024 mendatang.
Seperti diketahui bahwa Hari Pers Nasional (HPN) yang setiap tahun diperingati pada tanggal 9 Februari. Tema HPN 2024 adalah "Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Keutuhan Bangsa". Itu artinya, PWI ikut mensukseskan pelaksanaan Pemilu Serentak 2024.
Menurut Hendry, pengunduran perayaan puncak itu dilakukan setelah hasil evaluasi waktunya berdekatan dengan Pemilu sehingga dinilai kurang kondusif, dengan dua alasan: (1) Dapat menganggu wartawan anggota PWI yang akan meliput pelaksanaan Pemilu 2024 di daerahnya masing-masing. (2) PWI ingin berpartisipasi untuk menghadirkan Pemilu Damai, sesuai dengan tema HPN 2024.
"Untuk itu, PWI menahan diri agar tidak mengadakan pesta HPN pada saat semua pihak fokus pada pelaksanaan Pemilu," ujar Ketum PWi Pusat.
Perayaan puncak HPN 2024 dijadwalkan akan dihadiri pengurus dan anggota PWI dari 38 provinsi dari seluruh Indonesia dan cabang khusus Solo, kota kelahiran PWI. Serta sejumlah wartawan dari negara tetangga, seperti Malaysia, sebagaimana HPN sebelumnya.
Setelah pelaksanaan Pemilu dan hasilnya mulai diketahui, diharapkan tensi politik pun menurun, maka perayaan puncak HPN bisa dilaksanakan.
"Pengurus PWI Pusat menetapkan tanggal yang tepat, yakni dari tanggal 17-20 Februari. Acara puncaknya jatuh pada 20 Februari 2024. Sekali lagi, alasan pergeseran jadwal perayaan puncak HPN demi kepentingan nasional yang lebih besar," ujar Ketum.[] ril
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
- «
- Mulai
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- Berikutnya
- Akhir
- »






































