Selasa, 17 Juli 2018

Mohammad Zohri Juara Dunia, Sehari-hari jalan Tak Pakai Alas Kaki

Jakarta (riauoke.com)  Zohri atau lebih dikenal dengan  Mohammad Zohri si anak kampung dari NTB yang Juara I Dunia sprint 100 meter putra, membuat kita bangsa Indonesia bangga dan terharu.


 

 

Mata dunia terbelalak ketika membanding prestasi seorang Zohri dg realitas hidupnya sehari hari, rumah gubuk penuh tempelan koran, sehari hari tak pakai alas kaki karena tak mampu beli sepatu, dan tentu sulit ditebak bagaimana gizi makan dan minumnya sehari-hari.

 

Begitu Zohri menghadiahkan prestasi dunia ini, seperti bisa ditebak sebagai euforia para pihak terkait, kepala daerah, otoritas olahraga, menteri dan semua jenjang sosial yang menjanjikan hadiah macam-macam.

 

Ada yang janji belikan rumah, pekerjaan atau fasilitas pendidikan dan macam-macam. Apa yang dialami Zohrin tentu ada juga dilewati para atltet-atlet berprestasi dunia sebelumnya.

 

Banyak nama yang pernah tersohor dan dipuja, selangit tapi kini tenggelam tak tentu rimbanya. Sakah satu yang fenomenal dan penuh ironi adalah petinju Ellyas Pical.

 

Pical sempat ditemukan jadi satpam sebuah klab malam di Jakarta. Banyak pula atltet berprestasi masa lalu yang terpaksa jadi kuli kasar, pembantu rumah tangga, jaga warung atau pesuruh.

 

Penuh ironi memang. Belum jera jugakah para penguasa dan birokrat otoritas olahraga untuk menyediakan penghargaan, fasilitas dan pekerjaan permanen bagi atlet berprestasi, baik dunia, regional Asia dan Asean, nasional maupun lokal.

 

Akibat ketidakjelasan masa depan atlet itu jangan heran banyak orangtua yang mematahkan semangat anak-anaknya untuk jadi atlet ternama. Padahal cukup dibuat ketetapan baku: 1. Juara dunia memecahkan rekor diberi uang tunai Rp. 1 M (saving), rumah seharga Rp. 1-2 M, pekerjaan tetap atau kepemilikan saham. 2. Juara Regional: nilai dua pertiga dari poin 1. 3. Juara nasional senilai setengahnya dan seterusnya.

 

Jadi euforia yg dialami sang juara pengharum bangsa tidak berhenti dan suatu ketika mereka menjalani nasib nestapa. Menpora memang menyiapkan bonusutuk Zohri dan semua ini siapa bisa jawab? [] f.nas

Daerah

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Senin 25 Juni 2018

Sayangkan Berita Hoax, Keluarga Besar Herman Makin Solid Mendukung Syamsuar-Edy

Sayangkan Berita Hoax, Keluarga Besar Herman Makin Solid Mendukung Syamsuar-Edy

Pekanbaru (riauoke.com) - Keluarga besar mantan walikota Pekanbaru Herman Abdullah tetap solid mendukung pasangan calon...