KUALA LUMPUR (riauoke.com) Kerajaan Malaysia mencatat keberhasilan signifikan dalam mendongkrak sektor pariwisata melalui strategi sport tourism atau wisata olahraga. Langkah ini terbukti ampuh dalam menarik minat kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Indonesia dan negara-negara di kawasan ASEAN lainnya, yang datang untuk menikmati perpaduan antara kompetisi olahraga dan liburan.
Fokus utama Malaysia dalam strategi ini adalah menyasar komunitas penggemar tenis lapangan. Pemerintah setempat secara rutin menyelenggarakan berbagai ajang turnamen tenis yang dirancang menarik bagi peserta amatir maupun profesional dari negara tetangga. Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan menjadi magnet kuat yang mengundang ribuan penghobi tenis untuk datang dan bertanding di sana.
Kesuksesan ini tidak lepas dari keseriusan pemerintah dalam membangun infrastruktur. Malaysia telah mempersiapkan fasilitas lapangan tenis yang sangat representatif dan berstandar internasional untuk mendukung berbagai skala pertandingan. Dengan lapangan yang berkualitas dan terawat, para atlet dan wisatawan merasa nyaman dan mendapatkan pengalaman bertanding yang profesional di berbagai lokasi strategis.
Dukungan penuh dari pemerintah Malaysia juga terlihat dari sektor aksesibilitas udara. Bekerja sama dengan maskapai penerbangan, mereka menyediakan tiket pesawat dengan harga murah dan terjangkau dari berbagai negara ASEAN. Kebijakan ini memudahkan mobilitas wisatawan asal Indonesia dan negara tetangga lainnya untuk berkunjung ke Malaysia tanpa harus mengkhawatirkan biaya transportasi yang membengkak.
Selain fasilitas olahraga, daya tarik wisata yang beragam dengan biaya yang kompetitif menjadi nilai tambah utama. Banyak wisatawan asing memilih Malaysia karena mereka dapat melakukan aktivitas fisik melalui olahraga tenis, sembari menikmati objek wisata populer setelah pertandingan berakhir. Konsep "bermain sambil berolahraga" ini menjadi tren baru yang sangat diminati oleh wisatawan keluarga maupun komunitas.
Dampak positif dari strategi ini sangat terasa pada sektor okupansi penginapan dan kuliner. Selama masa libur dan penyelenggaraan event olahraga, hotel-hotel serta restoran di berbagai kota besar di Malaysia dilaporkan penuh oleh pengunjung. Puluhan ribu warga asing memadati destinasi wisata, yang memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pelaku usaha lokal di negeri jiran tersebut.
Selain pengalaman bertanding, para wisatawan juga dimanjakan dengan kemudahan mendapatkan peralatan olahraga. Malaysia dikenal menjual perlengkapan tenis dan alat olahraga lainnya dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan negara lain. Hal ini menjadikan kunjungan ke Malaysia terasa lengkap; para wisatawan pulang tidak hanya membawa pengalaman bertanding, tetapi juga perlengkapan baru dengan harga bersaing.
Secara lebih luas, inisiatif ini berhasil mempererat hubungan silaturahmi antarnegara di kawasan ASEAN. Melalui olahraga tenis, interaksi antarwarga negara tetangga terjaga dengan baik dalam suasana yang positif dan sehat. Malaysia telah berhasil membuktikan bahwa olahraga dapat menjadi jembatan yang efektif untuk memajukan ekonomi sekaligus memperkuat persaudaraan di kawasan Asia Tenggara.
Tokoh tenis senior Riau, Rizal Fauzi, yang kini telah memasuki usia 70 tahun lebih, mengakui daya tarik tersebut. "Kita sering diundang ke sana untuk main tenis sekaligus berwisata," ujarnya. Senada dengan itu, Prof. Yusni Ikhwan Siregar, MSc, yang di usia 68 tahun masih menjadi "maniak" tenis, tercatat sudah beberapa kali mengikuti event serupa di Malaysia. Terakhir, ia bertanding membawa nama Bina Pratama Club Pekanbaru dalam laga persahabatan dengan DH Tenis Club Selangor. []hk
Foto. Team Victory Pelti Riau, Nur Azmi berpose di Tun Razak National Tennis Centre KL (foto/dok Taman)

























