Selasa, 19 Desember 2017

Kebijakan Pemkab Rohul, Yang Merugikan Rakyat Kecil?

Pasipengaraian (riauoke.com) Berbulan-bulan, nasib pedagang Pasar Tugu Pasirpengaraian terganggu. Psikologis mereka pun terganggu akibat kebijakan Pemkab Rokan Hulu (Rohul), pasalnya setiap paginya, petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP terus menguji kesabaran para pedagang.


Sudah empat kali mereka mengadu ke DPRD Rohul, namun hingga saat ini belum ada penyelesaian. Pun, Ketua DPRD Rohul, H Hasanuddin SH, hanya memberi ultimatum kepada Pemkab agar tidak lakukan intimidasi, nyatanya Bupati Achmad masih turunkan anggotanya, dari Dishub dan Satpol PP, untuk melakukan aksi mengganggu aktifitas jual-beli disini, tentunya menganggu psikologis para pedagang, yang didera ketakutan akan digusur.


Seperti dituturkan para pedagang, Pemkab melalui Bupati Achmad terlalu ikut campur. Bupati dituding tempramental terhadap rakyat kecil. Pasalnya, banyak tugasnya yang belum terselesaikan, namun soal urusan masyarakat kecil, khusus pedagang Pasar Tugu Pasirpengaraian, ia tidak beri kesempatan kepada pedagang agar ekonomi mereka terpenuhi.



Sebenarnya, masih banyak tugas Pemkab, seperti izin gedung penangkaran walet (sarang walet) yang menjulang tinggi di tengah Kota Pasirpengaraian dan sudah menyebar di pedesaan, sampai sekarang hanya Izin Membangun Bangunan (IMB) ruko saja, belum terealisasi izin usaha.

 

Seperti diketahui, pemilik penangkaran rata-rata adalah para masyarakat ekonomi tinggi, dan pejabat Rohul yang memilikinya, sehingga Pemkab takut keluarkan kebijakan untuk penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Walau berjuluk negeri seribu suluk, namun di negeri ini warung remang-remang alias kafe mesum tumbuh subur, bak jamur yang tumbuh selesai musim penghujan, dan tanpa izin usaha. Terbukti, Satpol PP hanya sita minuman keras (Miras), tanpa berikan sanksi kepada pemiliknya, sehingga para pengusaha ini tidak takut sama sekali.

 

Apalagi Miras bisa diambil kembali oleh pemiliknya, seperti halnya dikatakan Kakan Satpol PP kepada pemilik kafe bawah tanah, ketika puluhan karton Mirasnya disita, karena pemilik menangis.



Perihal ini juga disesalkan para Pedagang Pasar Tugu. Mereka menuding, Pemkab sengaja menggusur pedagang untuk pindah ke Pasar Modern Kampung Padang, Pasirpengaraian, karena Pemkab akan mendirikan lokalisasi di
Pasar Tugu, seperti halnya lokasi di Doli Surabaya, Pasar Kembang (Sarkem) Yogyakarta, Teleju di Kulim Pekanbaru, yang sudah ditutup oleh Pemkot Pekanbaru.



Kata mereka, diduga para pelacur dari Teleju sekarang ini, mulai berbisnis lendir di Rohul, tersebar di sejumlah kafe mesum di 16 kecamatan, tapi sikap Pemkab acuh tak acuh, dan konsentrasi untuk menggusur pedagang Pasar Tugu dengan membentuk Tim Yutisial.


Salah satu program dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, dan meminimkan angka kemiskinan, sudah dicanangkan. Dan itu juga didukung oleh pedagang, namun dengan dipindahkan mereka ke Pasar Modern, tentu
ekonomi pedagang juga akan terancam, pasalnya aktifitas jual-beli di Pasar Modern, tak seramai di Pasar Tugu. Dengan alasan tersebut, mereka tetap ingin  bertahan di Pasar Tugu, yang sudah berdiri sejak tahun
2003 lalu.


Selain masalah izin sarang walet, dan miskinnya moral terkait bisnis pelacuran ini, ada hal lain yang mesti diselesaikan Pemkab, yakni masalah sepinya obyek wisata Rohul yang hingga kini belum menunjukkan
keberhasilan. Pasalnya, hampir seluruh obyek wisata terbengkalai, sehingga kurang menarik simpatik masyarakat untuk datang ke tempat ini.


Seperti halnya, obyek wisata unggulan Air Panas Hapanasan di Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah. Proyek ratusan juta bahkan sampai milyaran rupiah ini terbengkalai tak terurus.

 

Dalam hal ini, Bupati Achmad hanya diam seribu bahasa, tanpa bereaksi, walau sejumlah media sudah memojokkannya. Gedung kupu-kupu, dan sarana permainan anak-anak sudah mulai rusak, dan itu tidak menjadi pekerjaan rumah Bupati Achmad, tetapi konsentrasi akan menggusur pedagang.

Padahal, jika potensi pariwisata di Rohul terus digali, tentu akan menambah PAD Rohul dari tahun ke tahun. Pun, Pemkab belum menyerahkan keseluruhan pengelolaan dan finansialnya kepada kecamatan, sehingga obyek tersebut tidak menarik perhatian untuk dikunjungi.

 

Para murid sekolah dasar (SD), hingga Siswa SLTA pun tahu, obyek wisata tidak menarik, sehingga mereka minta guru untuk piknik pada liburan sekolah ke Danau Toba Sumatera Utara, Bukit Tinggi Sumatera Barat, atau tempat
wisata lainnya di luar daerah yang menarik untuk didokumentasikan.



Para pedagang juga menuding Pemkab, yakni melalui Bupati Achmad hanya keinginannya sendiri. Pasalnya, Pasar Modern, yang merupakan proyek Multi Years tersebut, tidak menjadi gunjingan masyarakat, karena dibangun dengan milyaran rupiah, namun tidak digunakan.

 

Sama halnya dengan Masjid Agung Islamic Centre Pasirpengaraian, Bupati juga terapkan wajib Shalat Zuhur dan Ashar kepada seluruh pegawainya. Jika absen, uang kesejahteraan mereka pun dipotong 100 persen.

 

Agar tidak tergusur, pedagang Pasar Tugu adakan Tahlilan Akbar di pasar tersebut. Tujuannya adalah meminta
petunjuk, dan dibukanya hati pejabat Rohul agar tidak menggusur mereka, sebab dalam hal ini Bupati Achmad sudah menerapkan tangan besi, padahal keberadaan pasar ini diterima masyarakat, karena lokasinya strategis.


Namun semua perjuangan pedagang itu tidak berarti, dan jeritan-jeritan para pedagang pupuslah sudah. Tidak ada lagi keramaiyan jual beli seperti tujuh tahun yang lalu. Kini hanya tinggal, bekas puing-puing para pedagang, yang dibongkar Satpol-PP.

 

Hanya orang bodohlah yang mengatakan tindakan Achmad itu benar, yang katanya demi pemerataan. Apa yang diratakan, mulai dari areal milik warga, sampai lapak-lapak yang dibeli  dan dibuat ukuran 4x5, dengan biaya hasil  untung dagangan, kini hancur bersama hancurnya harapan para pedagang. []tim/fan

 

Foto :  Demo pedagang kecil melawan pedagang modern

Daerah

Ekonomi

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Sabtu 25 November 2017

14 Atlet Bulutangkis Riau Berlaga di Kejurnas

14 Atlet Bulutangkis Riau Berlaga di Kejurnas

Pekanbaru (riauoke.com)Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Riau mengirimkan 14 atlet untuk...

Politik

Jumat 24 November 2017

Zulkifli Hasan, Akan Buka Rakerwil I DPW PAN Kepri di Tanjungpinang

Zulkifli Hasan, Akan Buka Rakerwil I DPW PAN Kepri di Tanjungpinang

Tanjungpinang (riauoke.com) Kalau tidak ada aral melintang Ketua Umum Partai Amanat Nasional H Zulkifli Hasan,...