Sabtu, 25 November 2017

Potret Kepemimpinan Bupati Rohul Drs. Ahmad Dimata Masyarakat,

Rokan Hulu (riauoke.com) Simpatik, Kharismatik dan Siap Dikritik,   itulah kesan dari sosok Bupati Rohul sekarang. Rokan Hulu (Rohul) dikenal dengan filosofi negeri seribu suluk, menganut sistem dan corak budaya yang sangat agamis, masyarakatnya saling menghormati, mengasihi dan menyayangi meskipun tidak 100 persen menganut agama muslim dan berbeda latar belakang adat budaya, tetapi tetap kompak bersinergi dalam merealisasikan visi dan misi pembangunan di bawah pimpinan Bupati Rohul Drs.  Ahmad, Msi

 

.

Hegemoni latar belakang budaya tetapi tetap dalam ruang lingkup melayu, yakni suku Melayu, Jawa, Batak, Minang dan lainya, tidak menimbulkan perbedaan, baik dalam pelakasanaa adat berjalan sebagaimana mestinya tanpa ada hambatan atau penzaliman sukuisme dibawah bimbingan Bupati Rohul Drs. Ahmad, MSi, tetap toleran dan demokratis tertama dalam menentukan kebijakan-kebajakan publik.

 

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2003 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Batam, termasuk landasan utama dalam kebersamaan untuk mewujudkan  pembangunan agar kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan, baik secara ekonomi, pendidikan, kebudayaan, politik dan lainnya.Kabupaten Rohul bergerak dengan cepat dan pasti membangun daerahnya hingga kelak menjadi Kabupaten terbaik di Provinsi Riau.

 

 

Jika ditilik dari sejarah, jauh sebelum terbentuknya Kabupaten Rokan Hulu, Desa Tandun, Desa Aliantan dan Desa Kabun sudah berada dalam Kecamatan Tandun dalam wilayah Eks Kewedanaan Pasir Pangarayan wilayah kerja Pembantu Bupati Kampar Wilayah I yang menjadi dasar wilayah pembentukan Kabupaten Rokan Hulu.  Bahwa luas wilayah kerja Pembantu Bupati Kampar Wilayah I meliputi 7 (tujuh) Kecamatan, yaitu Kecamatan Tambusai, Kecamatan Rambah, Kecamatan Rambah Samo, Kecamatan Kepenuhan, Kecamatan Tandun, Kecamatan

 

 

Rokan IV Koto, dan Kecamatan Kunto Darussalam dengan luas wilayah keseluruhan 7.449,85 km2 dan jumlah penduduk (1998) sebanyak 268.291 jiwa, dimana Di dalamnya termasuk wilayah dan penduduk Kecamatan Tandun dengan Desa Tandun, Desa Aliantan, dan Desa Kabun. Sesuai dengan data yang diusulkan Gubernur Riau melalui surat Nomor 136/TP/1433 tanggal 15 Juni 1999 perihal Usulan Pemekaran Daerah Tingkat II di Provinsi Riau dengan surat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau tanggal 24 Juni 1999 Nomor 19/KPTS/Pimp/DPRD/1999 tentang Rekomendasi Dukungan Terhadap Usulan Pemekaran Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II di Provinsi Riau dan surat Bupati Kampar Nomor 180/HK/86/1999 tanggal 3 Juni 1999.

Tapi akhir-akahir ini, selama satu priode Bupati Rohul Drs. Ahmad,   memimpin dinilai sukses membanguan Rohul yang lebih bermartabat, wajar jika masyarakat kembali memberikan kepercayaan kepadanya untuk melanjutkan estafet pembangunan, buktinya pada tahun 2010 lalu  pendapatan daerah senilai Rp 967.692.886.047.18 dengan belanja daerah Rp 1.065. 692.886.047.18, untuk pembangunan kesehatan ditampung sebesar Rp 43.722.873.037.96 dan pembangunan bidang pendidikan Rp 265.978.377.012.18, hal ini terbukti kepeduliannya terhadapa pendidikan dan kesehatan masyarakat sangat tinggi, tidak itu saja bahkan BupatiRohul tetap berinovasi menumbuhkembangkan potensi-potensi yang digagas untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.

 

 

Bupati Rohul Drs. Ahmad,   sangat peka terhadap masyarakat tidak hanya di kalangan masyarakat bawah tetapi para investorpun merasa sangat nyaman ketika berinvestasi di Rohul, bukti perusahaan terus ditumbuhkan kembangkan baik yang bergerak di bidang perkebunan, industri, bisnis, pertambangan dan lainnya, buktinya untuk dunia usaha PemerintahKabupaten Rohul memberikan stimulus bagi pengusaha seperti bantuan terhadap Peruasahaan Daerah, perbankan, minyak bumi, bahkan yang akan digagas yakni tambang batu bara dan semen, tidak hanya kalangan pengusaha besar tetapi tetap konsisten dalam membangun ekonomi masyarakat.

 

Dalam reaslisasi di lapangan, konsistensi Bupati Rohul dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat yakni, selain program Proyek Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) juga pembangunan lewat dana Alokasi Dana Desa (ADD) dinilai sangat tepat dan dalam menumbuhkembangkan pembangunan di tingkat pemerintahan desa. Bahkan masyarakat terlalu manja seperti pelayanan pembangunan masyarakat lewat kelompok tani, ratusan lahan-lahan persawahan dicetak untuk usaha pertanian padi, holti kultura dan tanaman lain.

 

 

Umpanya, Petani gabah Dahlan  R dan S. Sinaga warga Rambah Tengah Hulu Kecamatan Rambah merasa bersyukur dengan system yang diterapkan Bupati Rohul, para petani sawah diberikan peralatan pertanian, semuanya ditanggulangi oleh Pemkab Rohul, baik bibit, pupuk, peralatan pertanian bahkan ada lagi biaya operasional, sehingga para petani bisa dengan mudah melakukan aktifitas pengelolaan dan pengolahan pertanian. Sebenarnya jika masyarakat mendukung program yang diterapakan Bupati Rohul sudah layak Kabupaten Rohul menjadi lumbung padi terbesar di Provinsi Riau, untuk termasuk target pembangunan masyarakat dalam mewujudkan swasembada beras.

 

 

Selain itu terhadap penyakit masyarakat sangat antusias dalam menanggulanginya baik upaya reprensentatif maupun preventif, buktinya pembinaan yang dialukan cukup diacungi jempol dalam memberikan dakwan ustwatun hasanah yakni dalam pengembangan dakwah bil hal atau dakwah organisastoris, buktinya seluruh pegawai Rohul diwajibkan melaksanakan shalat dan mengikuti pengajian di Masjid kebanggaan Pemkab Rohul dengan membangun islmic center.

 

Namun, khususnya pembangunan mental spritualistik setidaknya dapat belajar dengan provinsi tetangga, sebagai agenda khusus dalam daerah daerah yakni Kabupaten Solok dan Kota Padang Provinsi Sumbar yang menerapkan Perda bebas buta Baca Tulis Al-quran, jika dilaksanakan dengan ikhlas bukan tidak mungkin membentuk krakteristik tersendiri, buktinya mantan Bupati Solok Provinsi Sumbar Gawaman Fauzi hal itu merupakan program paling utama, akhirnya dengan  kehendak Allah karir beliau melonjak dari gubernur menjadi menteri.

 

 

Mengingat Kabupaten Rohul memiliki landasan filosofis negeri seribu suluk dan latar belakang keagamaan yang sangat relevan, bukan tidak mungkin menyulap program tersebut, mengingat masyarakat Rohul mayoritas beragama muslim. Alangkah indah Kabupaten Rohul dihiasi dengan gema-gema bacaan ayat-ayat suci Al-quran, khususnya generasi penerus bangsa, mumpung mereka masih muda ibarat-kayu kayu kecil masih bisa diatur dan diarahkan mau menjadi bunga atau tanaman tua. Setidaknya ada program khusus sehingga dapat memfilterisasi kenakalan remaja bahkan dapat membentuk generasi yang berilmu, beriman dan bertaqwa kepada Allah.

 

 

Melihat potensi yang di miliki Bupati Rohul saat ini bukan tidak mungkin Drs. Ahmad   menjadi Gubernur Provinsi Riau, bahkan menjadi salah satu anggota Kementerian RI, hal itu tak luput dari dukungan dari berbagai pihak terutama masyarakat Kabupaten Rohul, otomatis masyarakat pasti mendukung, karena beliau adalah putra asli daerah tentu potensi itu sangat terbuka lebar-lebar,  asalkan saja jangan jadi gubernur dan menteri di republik mimpi.

 

Namun sebagai mahkluk Allah yang tidak pernah luput dari kelemahan dan kekurangan, bukan tidak mungkin adanya ditemukan kurang absahan, sebab dalam kesempurnaan itu perlu perjuangan dan kerja sama kolektif dari semua elemen baik dari eksekutif, legislative, yudikatif, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan lainnya, perlu memberikan kontribusi sehingga motorik pembangunan dapat berjalan secara efektif dan efesien.

 

Memang di sepajang kedai-kedai kopi, khususunya di daerah Pasir Pengeraian Ibu Kota Rohul, masih banyak kritikan ke kurang sempurnaan Bupati Rohul dalam menggerakkan roda pembangunan, namun apakah pembahasan mereka itu perlu manjadi perhatian, tergantung dalam menyikapi isu yang mereka bahas. Tapi sebagai public pigur perlu mencari strategi khusus dalam menerima output dan input,  tapi kemungkinan mereka hanya segilitir lawan politik yang masih kurang dewasa, sehingga tidak siap menerima dan bergemgaman tangan dalam membentuk kordinasi yang konstruktif.   []endar rambe

Daerah

Ekonomi

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Selasa 31 Oktober 2017

Pemkab Siak Akan Bantu 12 Parpol Peseta Pemilu

Siak (riauoke.com) Pemerintah Kabupaten Siak akan memberikan bantuan keuangan kepada 12 partai politik peserta pemilu...