Senin, 20 November 2017

Peran Seorang Guru Dalam Pendidikan

Guru menurut UU No 14 tahun 2005 adalah pendidikan porfesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilia dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar,dan pendidikan menengah.



Pakar pendidikan Barat melakukan penelitian tentang peran guru yang diidentifikasikan dan dikaji mendalam oleh Pullias dan Young (1988), Manan (1990) serta Yelon dan Weinstein (1997) yang menjelaskan ada beberapa peran sebagai berikut,pertama guru adalah pendidik menjadi tokoh dan panutan serta identifikasi peserta didik dan lingkungan.Guru harus memiliki standar kualitas tertentu mencakup tanggungjawab,wibawa yang mandiri dan disiplin.



Kedua, guru berperan sebagai pengajar,implementasinya melalui kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi berbagai faktor seperti motivasi, kematangan,hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa aman dan ketrampilan guru dalam berkomunikasi. Faktor di atas terpenuhi melalui proses pembelajaran dan peserta didik dapat belajar dengan baik dan guru harus membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah.



Sejumlah hal harus dilakukan guru pembelajaran berupa membuat ilustrasi, mendefenisikan, menganalisis,mensintesis,bertanya,merespon,mendengarkan,mencipatkan kepercayaan, memberikan pandangan bervariasi, menyediakan media mengakaji materi standar. Selajutnya menyesuaikan metode pembelajaran, memberikan nada perasaan agar pembelajaran memiliki kekuatan maksimal dan guru harus senantiasa berusaha mempertahankan dan meningkatkan semangat yang dimilikinya ketika mempelajari materi standar.



Ketiga, guru sebagai pembimbing,diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya yang bertanggungjwab atas kelancaran perjalanan itu. Perjalanan bukan saja menyangkut fisik namun mental dan emosional serta kreatifitas moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks.



Perjalanan dibutuhkan kompetensi tinggi dalam melaksanakan empat hal pertama,guru harus merancang tujuan dan megindetifikasi kompetensi hendak di capai, kedua guru harus melihat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran,dan yang paling penting peserta didik melaksanakan kegiatan belajar tidak hanya jasmaniah namun harus terlibat psikologis. Ketiga, guru harus memaknai kegiatan belajar,keempat guru harus melaksanakan penilaian.



Keempat, guru sebagai pelatih di mana proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan ketrampilan intelektual dan motorik yang menuntut guru bertindak sebagai pelatih. Ini lebih ditekankan dalam kurikulum 2004 berbasis kompetensi di mana tanpa latihan tidak akan mampu menunjukkan penguasaan kompetensi dasar dan tidak akan mahir berbagai ketrampilan yang dikembangkan sesuai materi standar.



Kelima, guru sebagai penasehat,bagi peserta didik juga bagi orang tua meski tidak dimiliki latihan khusus penasehat dan beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang. Peserta didik senantiasa berhadapan dengan kebutuhan membuat keputusan dalam prosesnya lari kepada gurunya. Namun demikian agar guru menyadari perannya sebagai orang kepercayaan dan penasehat secara lebih mendalam ia harus memahami psikologis kepribadian dan ilmu kesehatan.



Keenam, guru sebagai pembaharu (Innovator), di mana guru mampu menterjemahkan yang telah lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik,hal ini terdapat jurang dalam, luas antara satu generasi dengan lainnya.Demikian juga pengalaman orang tua memiliki arti lebih banyak dari pada nenek dan peserta didik bisa belajar secara psikologis berada jauh dari pengalaman manusia yang harus dipahami dicerna dan diwujudkan dalam pendidikan. Tugas guru menterjemahkan kebijkan dan pengalaman berharga ke dalam istilah atau bahasa modern yang di terima peserta didik dan sebagai jembatan antara generasi tua dan muda juga mampu menterjemahkan pengalaman guru harus menjadi pribadi yang terdidik.



Ketujuh, Guru sebagai model dan teladan, bagi peserta didik dan semua orang di mana terdapat kecenderuangan besar menganggap peran guru tidak mudah untuk di tentang apalagi di tolak. Sebagai teladan sosok pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapatkan sorotan peserta didik serta orang sekitarnya termasuk lingkungan lebih luas.



Ada beberapa hal yang diperhatikan guru, sikap dasar,bicaranya dan gaya bicara, kebiasaan kerja, sikap melalui pengalaman dan kesalahan,pakaian, hubungan kemanusiaan,proses berpikir, perilaku neurotis, selera,keputusan, kesehatan,gaya hidup secara umum perilaku guru sangat mempengaruhi peserta didik. Peserta didik harus berani membangun dan mengembangkan gaya hidup pribadinya sendiri dan guru yang baik itu adalah menyadari kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang ada pada dirinya kemudian menyadari kesalahan ketika memang bersalah dengan berusaha untuk tidak mengulanginya.



Kedelapan, guru sebagai pribadi di mana guru harus mempunyai kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik dan ungkapan sering dikemukan bahwa guru bisa di gugu dan di tiru di mana pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya dan dilaksanakan dan pola hidupnya bisa di tiru dan di teladani. Guru memerlukan kemampuan berbaur dengan masyarakat melalui kemampuannya di antaranya olahraga, keagamaan dan kepemudaan,keluwesan bergaul harus dimiliki untuk menghindari kekakuan dan masyarakat sulit menerima.



Kesembilan, guru sebagai peneliti di mana guru merupakan pelaksana yang memerlukan penyesuaian dengan kondisi lingkungan yang membutuhkan berbagai penelitian dan mencari apa yang belum diketahui untuk meningkatkan kemampuan melaksanakan tugas.



Kesepuluh, guru sebagai pendorong kreatifitas,di mana guru memberikan kreatifitas penting pembelajaran dan guru dituntut mendemonstarsikan dan menunjukkan proses kreatifitas yang bersifat inuversal. Kreatifitas ditandai dengan kegiatan menciptakan sesuatu sebelumnya tidak ada menjadi ada.Guru berusaha mencari cara lebih baik dalam memberikan layanan terhadap anak didik sehingga anak didik menilai guru seorang yang kreatif dan apa yang dikerjakan saat ini jauh lebih baik dari yang dikerjakan sebelumnya.



Kesebelas, guru sebagai pembawa cerita,di mana guru tidak takut menjadi alat menyampaikan cerita tentang kehidupan sebab dirinya mengetahui cerita sangat bagi manusia di mana cerita adalah cerminan bagus dan merupakan tongkat pengukur. Menemukan gagasan dalam kehidupan yang nampak diperlukan manusia lain bisa disesuaikan dengan kehidupan mereka.



Ketigabelas, guru sebagai aktor,guru melakukan penelitian tidak terbatas pada materi yang harus di transferkan, melainkan juga  kepribadian manusia yang mampu memahami dan merespon pendengarannya dan merencanakan kembali pekerjaannya sehingga dapat di kontrol. Sebagai aktor guru berangkat dengan jiwa pengabdian dan inspirasi dalam mengarahkan kegiatannya.Tahun demi tahun sang aktor berusaha mengurangi respon bosan dan berusaha meningkatkan minat pendengar.



Keempatbelas, guru sebagai emansipator, guru dengan kecerdikannya, guru mampu memahami potensi peserta didik,menghormati  setiap insan dan menyadari bahwa kebanyakan insan merupakan budak stagnasi kebudayaan. Guru mengetahui pengalaman, pengakuan dan dorongan seringkali membebaskan peserta didik dari self image yang tidak menyenangkan, kebodohan dan perasaan tertolak dan rendah diri.Guru melaksanakan peran sebagai emansipator ketika peserta didik dicampakkan secara moril dan mengalami berbagai kesulitan dibangkitkan menjadi pribadi percaya diri.[]


Siti Aminah SPd, adalah Guru Ekonomi-SMAN 7 Mandau

Daerah

Kamis 16 November 2017

FRPD Akan Gelar Diskusi Dana Desa

FRPD Akan Gelar Diskusi Dana Desa

Bangkinang Kota (riauoke.com)- Serikat rakyat miskin indonesia (SRMI), liga mahasiswa nasional demokrasi (LMND), dewan...

Ekonomi

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Selasa 31 Oktober 2017

Pemkab Siak Akan Bantu 12 Parpol Peseta Pemilu

Siak (riauoke.com) Pemerintah Kabupaten Siak akan memberikan bantuan keuangan kepada 12 partai politik peserta pemilu...