Senin, 20 November 2017

Meli Sehati: Pendidikan Maju Melalui Proses Kerjasama

Pendidikan membutuhkan sebuah ikhtiar besar dari sebuah unity yang tergabung oleh sebuah lembaga pendidikan atau sekolah di sana terdapat kerjasama erat tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serta orang tua termasuk peserta didik itu sendiri bahkan masyarakat yang berada dilingkungan sebuah sekolah.

Pendidikan itu seperti membalikkan telapak tangan sebagaimana mudahnya tangan digerakan sesuai dengan keinginan manusianya namun pendidikan membutuhkan sebuah proses waktu dan masa pertumbuhan serta perkembangan bahkan hasilnya memberikan nilai keberhasilan bagi individu yang berada di titik belajar.


Di masa kini,pendidikan tidak lagi menjadi urusan dan kepentingan guru-guru semata agar anak-anak yang didiknya berhasil sesuai target dan pencapaian atau beban kerja yang telah dipanggulkan di bahu tenaga pendidik dari satuan kerjanya yakni sebuah sekolah yang berada di bawah naungan kepala sekolah.


Namun pendidikan itu membutuhkan perhatian semua pihak sebab pendidikan itu sendiri punya tujuan mulia di mana akan melahirkan anak banga yang punya kemampuan intelektulitas tinggi melalui prosesi pembentukan kepribadian anak itu sendiri.Ini bukan pekerjaan guru saja namun perlu keterlibatan banyak pihak untuk menciptakan sebuah generasi emas dan menjadi ujung tombak pemimpin bangsa dimasanya nanti.


Anggapan klasik yang menyatakan pendidikan bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan atau pejabat bahkan masuk sebagai Apratur Sipil Negara (ASN) dilingkungan pemerintah bahkan lulus sebuah pendidikan untuk mendapatkan lapangan pekerjaan tertentu.


Namun pendidikan disebutkan tidak ada hasil dan tidak bermanfaat jika apa yang disebutkan di atas gagal di peroleh bahkan pendidikan dianggap tidak memberikan manfaat kepad individu yang telah melintas waktu yang panjang dalam menuntut sebuah pendidikan di bangku perkuliahan.Harapan mendapatkan yang enak di dalam pendidikan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pikiran manusia terhadap anaknya bahkan upaya cepat selesai menjadi tujuan utama.


Kondisi ini sangat tidak bagus sebab punya mental yang jauh dari harapan dan mutu pendidikan itu sendiri sebab beranggapan pendidikan hanya tujuan seperti yang telah dijelaskan di atas akan melahirkan sebuah tanya di dalam hati seperti apa yang akan dikerjakan di lapangan sebuah pekerjaan.


Pendidikan itu sebuah komponen dasar dan penting dalam upaya mencapai sebuah keinginan masa depan yang mumpuni dan mencerahkan namun bukan memberikan makna ada kebebasan untuk berekpresi secara liar dan tanpa proses moral pendidikan yang membangun sikap dan mental.


Kemuliaan tujuan pendidikan melalui sebuah proses pembentukan manusia untuk menjadi diri dan pribadi yang fisik dan nurani yang memberikan makna ada keseimbangan pengatahuan otak dan perasaan di dalam hati dengan lahirnya pembentukan sikap mental yang bermoral.


Aspek pendukungan terlaksananya sebuah proses pendidikan itu seperti peranan orang tua yang mendidik anaknya berprilaku baik dan benar bahkan punya sikap dan bertindak terpuji dan bimbingan orang tua itu akan menjadi tali kendali kuat dalam menciptakan proses penciptaan dan pematangan sikap dan mental anak dalam mencari identitas diri dan dorongan sebuah semangat untuk anak belajar dan mendapatkan ilmu pengetahuannya.


Peserta didik akan mendapatkan perhatian besar di sekolah melalui tunjuk ajar dan pengasuhan dari tenaga pendidik di sekolah dan proses yang diberikan terhadap anak didik itu sendiri dengan menggerakan spirit belajar yang sungguh-sungguh untuk melahirkan semangat belajar mengejar cita-cita dan harapannya.

Antara sekolah dan rumah ada celah yang mampu memberikan teguran dan nasehat atas prilaku dan sikap salah yang dilakukan anak didik dan itu dapat diberikan oleh masyarakat yang punya kontrol sosial terhadap lingkungan masyarakatnya yang kebetulan salah satu perhatiannya anak didik yang masih menimba ilmu pengetahuan di sekolah.


Ada wilayah lain yang menjadi miliknya pemerintah dengan pencanangan program kerjanya di bidang pendidikan melalui satuan kerja kementrian membidangi pendidikan hingga dinas pendidikan di tingkat ibukota sebuah provinsi maupun kabupaten dengan perpanjangan tangan unit pelayanan terpadu di tingkat kecamatan melalui akses sarana dan prasana yang disediakan pemerintah.


Kerjasama itu diwujudkan melalui saling memahami tugas dan fungsi masing-masing antara peranan orang tua dan guru serta masyarakat bahkan pemerintah termasuk elemen peduli pendidikan berupaya membingkai sebuah keinginan kuat untuk sukseskan pendidikan anak melalui proses bersama-sama.

Penulis adalah : Dra Meli Sehati, Wakil Kepala Sekolah SMPN 06 Pinggir

Daerah

Kamis 16 November 2017

FRPD Akan Gelar Diskusi Dana Desa

FRPD Akan Gelar Diskusi Dana Desa

Bangkinang Kota (riauoke.com)- Serikat rakyat miskin indonesia (SRMI), liga mahasiswa nasional demokrasi (LMND), dewan...

Ekonomi

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Selasa 31 Oktober 2017

Pemkab Siak Akan Bantu 12 Parpol Peseta Pemilu

Siak (riauoke.com) Pemerintah Kabupaten Siak akan memberikan bantuan keuangan kepada 12 partai politik peserta pemilu...