Selasa, 19 Desember 2017

Mahasiswa Kampar Jangan Apatis, harus Optimis

Kalangan mahasiswa di Riau walkhusus Kampar saat ini dianggap cenderung apatis. Mereka tidak melakukan pergerakan, selama persoalan yang terjadi tidak mengganggu kepentingan mereka. Kondisi itu disebabkan mahasiswa sudah merasa relatif nyaman, sehingga bersikap individualis. Apatis artinya acuh atau masa bodoh. Mahasiswa yang apatis berarti mahasiswa yang tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.



Disaat carut-marutnya Negri, mahasiswa seakan terbungkam dengan aktivitas akademisnya. Mereka lebih suka diam dan hanya melihat dari kejauhan bagaimana kondisi negeri saat ini. Kemana mahasiswa ketika melihat korupsi merajalela? Kemanakah mereka ketika melihat rakyat menjerit menderita karena harga kebutuhan hidup semakin melambung? Yah, mahasiswa sedang sibuk belajar, mahasiswa sedang sibuk praktikum dan penelitian, mahasiswa sedang sibuk banyak tugas.



Dimana mahasiswa yang sering diidentikkan dengan sebutan agent of change dan iron stock atau yang lainnya yang selalu ada digarda terdepan dengan gerakan-gerakan massif dan progressifnya ternyata bersikap apatis (tidak mau tahu).
Sikap apatis mahasiswa dalam melihat kondisi sekitarnya secara fakta dan realita yang menyangkut masa depan bangsa dan negeri ini serta keberadaan orang banyakpun sudah merajalela tertanam dalam diri mahasiswa hari ini. Sungguh tragis, kepekaan dan sikap kritis yang seharusnya menjadi life style, mind style dan paradigma idealis para mahasiswa dalam berfikir kini malah justru dilupakan bahkan ditinggalkan. Jiwa reformis dan revolusioner seakan menghilang dalam sanubari hati nurani mahasiswa sebagai kaum intelektual muda yang akan menjadi iron stock (cadangan dimasa depan) baik berupa ide dan konsep pemikirannya, kontribusi dan kerja-kerja nyatanya




Sejatinya mahasiswa sudah terjajah oleh budaya luar sperti  perilaku hedonis dengan budaya konsumerisme yang sering dilakukan para mahasiswa dengan mengatasnamakan modernitas dan life style seakan-akan menyempurnakan sikap dan kondisi mahasiswa hari ini yaitu apatis dan hedonis sehingga menghasilkan sifat-sifat personal yang kerdil yaitu individualistik apatis-hedonis life style. Mementingkan diri sendiri tidak peduli dengan keadaan yang ada, kondisi sekitar juga orang lain, miskin ide, mudah frustasi, bertingkah laku bodoh dan semaunya. Itulah sifat dan sikap yang terlihat dalam diri mahasiswa hari ini.




Pengaruh gaya hidup hedonisme dilingkup mahasiwa ini telah merubah banyak aktivititas mahasiswa sebagai kaum intelektual, yang mana dulu tugas mereka sibuk belajar, mengkritisi para penguasa dan memperjuangkan hak rakyat, namun kini kegiatan mereka justru condong ke arah kegitan yang berbau kesenangan. Pergeseran perilaku ini tak bisa dilepaskan dari pengaruh arus globalisasi sehingga cenderung sangat sulit untuk dibendung.



Peran organisasi saharusnya mampu memberikan kesibukan positif kepada mahasiswa agar tidak terjebak pada apatisme. Kegiatan-kegiatan sosial seperti bakti sosial atau kegiatan yang kompetitif seperti lomba menulis dan sebagainya diharapkan mampu untuk membangunkan kembali jiwa dan pikiran mahasiswa yang telah lama tertidur dalam zona nyaman. Sehingga mereka mampu untuk berpikir kreatif, inovatif, dan kritis terhadap keberadaan lingkungan sosialnya namun sayangnya mahasiswa hari ini seperti anti pati dengan organisasi.



Berdasarkan penjelasan di atas,  Kita perlu berinstropeksi diri dan menyadari peran kita sebagai agen perubahan sekaligus penyambung lidah rakyat. Sebagaimana yang kita ketahui, mahasiswa adalah calon-calon pemegang estafet kepemimpinan bangsa. Jangan sampai virus-virus apatis menyebar menggerogoti jiwa dan pikiran calon pemimpin bangsa. Untuk itu, jika kita masih mengaku cinta dan peduli dengan negri ini. Buanglah jauh-jauh sikap apatis tersebut dalam pikiran kita. Caranya yaitu  dengan mengasah ketajaman berpikir, kritis dan peduli dengan lingkungan sekitar dalam leburan organisasi yang progressif sehingga akan tercipta negri yang berkemajuan karena sejatinya jika mahasiswa kritis maka rakyat akan sejahtera.

 

Penulis: Rido Mukhti Mahasiswa Universitas Pahlawan.

Daerah

Ekonomi

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Sabtu 25 November 2017

14 Atlet Bulutangkis Riau Berlaga di Kejurnas

14 Atlet Bulutangkis Riau Berlaga di Kejurnas

Pekanbaru (riauoke.com)Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Riau mengirimkan 14 atlet untuk...

Politik

Jumat 24 November 2017

Zulkifli Hasan, Akan Buka Rakerwil I DPW PAN Kepri di Tanjungpinang

Zulkifli Hasan, Akan Buka Rakerwil I DPW PAN Kepri di Tanjungpinang

Tanjungpinang (riauoke.com) Kalau tidak ada aral melintang Ketua Umum Partai Amanat Nasional H Zulkifli Hasan,...