Selasa, 09 Maret 2021

Pilkada Pertarungan antar Cukong

Kalau meminjam pengertian demokrasi menurut Prof. Sidney Hook (Mahaguru Filsafat New York University) yang mengatakan  suatu bentuk pemerintahan di mana keputusan-keputusan penting pemerintah atau garis kebijaksanaan di belakang keputusan-keputusan tersebut secara langsung atau tidak langsung hanya dapat berlangsung jika disetujui secara bebas oleh mayoritas masyarakat dewasa yang berada dalam posisi diperintah.



Maka jelas demokrasi merupakan kendaraan paling ideal untuk membawa suatu bangsa menuju masyarakatnya yang adil dan makmur. Karena dari konsep demokrasi seperti ini jelas tersirat bahwa semua kebijakan pemerintah pasti berpihak kepada seluruh rakyat.

​Persoalannya kemudian dalam proses membangun demokrasi, kita justru menemukan fenomena bahwa demokrasi itu hanya berpihak dan menguntungkan kelompok elite saja, baik secara politik maupun ekonomi. Disinilah ironisnya! Karena di tengah penderitaan rakyat yang tereksploitasi dalam membangun demokrasi itu, muncul beberapa kelompok yang memiliki akses ekonomi dan politik justru memanfaatkan suasana demokrasi untuk menghambur-hamburkan uang dalam meraih jabatan tertentu.

Dalam proses membangun demokrasi, yang diuntungkan hanya orang-orang yang memiliki akses ekonomi dan mobilitas politik yang tinggi. Dengan dalil demokrasi yang selalu berpihak kepada kelompok mayoritas, maka hanya orang yang memiliki ekonomi tinggi yang dapat memenangkan persaingan untuk meraih atau membeli kelompok  mayoritas tersebut.Maka dalam setiap proses Pilkada itu merupakan sebuah pertarungan antar cukong.

Menurut Prof. Dr. Djohermansyah mantan Plt Gubernur Riau yang juga pernah menjabat Dirjen Otda Kemendagri ada dua sumber dana untuk membiayai Pemilu berbiaya tinggi. Pertama, murni dari kantongnya sendiri. Kedua, sponsor atau cukong-cukong.

Seorang kandidat kepala daerah, akan dicukongi para pengusaha besar untuk memenangkan jabatan tersebut. Pengusaha tidak segan mengeluarkan uang puluhan sampai ratusan miliaran rupiah sebagai biaya politik untuk mendukung kandidatnya memenangkan pertarungan dalam Pilkada.

Biasanya daerah yang memiliki sumber daya alam melimpah akan diperebutkan cukong besar baik lokal maupun nasional untuk membiayai segala kebutuhan kampenye kandidat. Provinsi Riau yang kita cintai salah satu daerah yang memiliki kekayaan alam berlimpah dari pertambangan, Hutan sampai hasil lautan. Maka tidak perlu ditutup- tutupi lagi, pertarungan pilkada tidak sekedar pertarungan antar kandidat tetapi sudah melibatkan raksasa besar "bergigi" kepentingan.

Besarnya potensi alam, konon membuat para cukong berani pasang dua lokang atau berapa banyak calon yang bertarung. Kongkritnya cukong tak segan memberikan modal pada semua pasangan. Maka siapapun yang terpilih pemenangnya adalah cukong. Sampai dimana kebenarannya silahkan bicara jujur para kandidat yang sudah pernah dan akan bertarung pada pilkada.

Kita bisa bayangkan, berapa banyak uang yang harus dikeluarkan seorang pengusaha untuk mendanai kampanye calon kepala daerah? Tetapi semua itu tidak gratis dan masuk hitunggan dagang sapi, karena para pengusaha tersebut akan memperoleh balasannya berupa pemberian proyek-proyek yang jumlahnya berlipat-lipat, bila kandidatnya sudah menjadi penguasa pemilik otoritas di daerah.

Proyek hanya sebagian dari perhitungan kecil dari para cukong. Di sebalik itu ada permintaan lain yang lebih dahsyat terutama terkait jaminan perizinan bisa perkebunan, pertambangan , peruntukan kawasan, sampai dunia hiburan.

​Fenomena politik yang berkembang dalam bursa demokrasi terkini di republik ini menunjukkan bahwa Pilkada sudah menjadi “industri politik” yang membutuhkan banyak modal untuk investasi. Konsekuensi dari semua itu adalah hanya individu atau kelompok pemilik modal banyak berpeluang bermain dan menjadi pemenang dalam industri politik Pilkada.

Kondisi inilah yang dimanfaatkan para cukong untuk menjadi mitra politisi lokal dalam memburu rente melalui Pilkada. Rekan saya Novialdi Jusman atau lebih dikenal dengan sebutan Dedet dalam percakapan di WAG saat ditanyakan kenapa tidak ikut pilgub dijawab dengan santai gak akan bisa balikkin modal. Dengan ilustrasi hitungan gaji Gubernur 50 juta x 60 bulan = Rp 3 miliar, sementara Modal habis untuk bertarung selevel gubernur minimal dibutuhkan duit Rp 60 miliar , pertanyannya yang Rp 57 miliar di cari darimana?

Pilkada berbiaya sangat tinggi mendapat justivikasi dari Thomas Koten yang mengutip Diamond (1995) yang mengatakan bahwa
“kehidupan politik demokratik hanya sebagai ladang perburuan rente ekonomi dan bukan kegiatan produktif. Kekuatan uanglah yang bermain di ladang demokrasi.
Maka kekuatan uang yang dimotori semangat kapitalis telah melumpuhkan kekuatan lain.
Orang-orang berkantung tebal adalah pemilik demokrasi, merekalah penguasa lahan-lahan komunikasi publik”.

Tidak terelakkan lagi kita sudah masuk dalam “Pusaran Demokrasi Uang” dan sulit lagi untuk keluar dari pusaran itu. Harapannya adalah meski dibiayai oleh cukong kepala daerah terpilih bisa istiqomah dan sanggup menolak permintaan cukong yang menyesatkan.  Akan lebih mulia jika cukong adalah mereka yang berkepentingan untuk membangun daerah bukan "menjual" daerah.

Itulah proses panjang perjalanan demokrasi, saat saya diskusi bersama Dr Ward Barenschot peneliti politik dari Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies di Universitas Leiden Belanda ketika mengupas buku hasil penelitiannya di Indonesia yang diberi judul Demokrasi For Sale.

Bahwa demokrasi  dalam sejarahnya memang harus melalui proses jalan panjang dan butuh waktu yang lama menuju demokrasi sebagaimana telah berlaku di negara yang maju. Politik lokal masih jauh dari demokrasi yang ideal - masih diwarnai dengan politik uang, serangan fajar dan politik balas budi cukong serta permintaan tim sukses. Konsekwensinya adalah akan mempengaruhi arah kebijakan kepala daerah akhirnya menjauh dari keberpihakan pada masyarakatnya.

Pemikiran Dr Barenschot yang saya anggap sebagai terobosan adalah menawarkan penyelenggaraan pilkada yang murah dan terhindar dari cukong. Caranya adalah pilkada diserentakkan dengan pemilu legislatif, maka kepala daerah yang terpilih otomatis parpol pemenang pemilu di setiap daerah. Dengan cara demikian akan mengurangi biaya pilkada dan keterlibatan cukong sehingga hasilnya betol- betol fair demokratis.

Sekali lagi, kendati pertarungan pilkada masih melibatkan cukong, berharap cukong yang mulia hatinya. Begitupun dengan kepala daerah meski tidak bisa lari dari sponsor tetapi ketika sudah terpilih harus berani dan tidak mau dikte oleh cukong.

Lalu bagaimana dengan pilkada yang akan digelar serentak Februari 2017? Kalau berpatokan pada pendapat Diamond di atas, jelas pilkada adalah pertarungan antar cukong !.

Penulis : Bagus Satoso

Minggu, 06 Okt 2019

Pertelagahan Batik Nasional : Batik, Warisan Budaya Kerajaan Muara Takus

 Pertelagahan Batik Nasional : Batik, Warisan Budaya Kerajaan Muara Takus

BATIK, adalah kain khusus buatan (kerajinan) Indonesia. Bahkan United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), memutuskan bahwa pemilik batik "yang sah" adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia.Meski negara-negara lain...

Sabtu, 29 Jun 2019

Hari Pers Nasional 9 Februari Sejarah Panjang Peninggalan Rezim Orba, De Express-Indonesische Persbureau 1913 Sejarah yang Terlupa

Hari Pers Nasional 9 Februari Sejarah Panjang Peninggalan Rezim Orba, De Express-Indonesische Persbureau 1913 Sejarah yang Terlupa

Hari Pers Nasional (HPN) diselenggarakan setiap tanggal 9 Februari bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia, berdasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985. Keputusan Presiden Soeharto pada 23...

Sabtu, 20 Apr 2019

Pilih Aktor Sosial Bukan Aktor Politik

Pilih Aktor Sosial Bukan Aktor Politik

Persepsi selama ini yang dimaksud Aktor adalah orang yang bekerja dalam seni pertunjukan yang mendapat peran utama dalam melakoni sebuah cerita, seperti aktor film atau aktor sinetron. Aktor adalah panggilan...

Kamis, 10 Mei 2018

Balimau Kasai "Jadikan" Sebagai Agenda Wisata

Balimau Kasai

Bangkinang  (riauoke.com): Pemerintah Kabupaten Kampar Komit dengan agenda Balimau Kasai yang merupakan salah satu iven wisata religi tahunan di Kabupaten Kampar, hal ini sudah dikenal oleh masyrakat luas di Riau,...

Senin, 18 Des 2017

Pilkada Pertarungan antar Cukong

Pilkada Pertarungan antar Cukong

​Kalau meminjam pengertian demokrasi menurut Prof. Sidney Hook (Mahaguru Filsafat New York University) yang mengatakan  suatu bentuk pemerintahan di mana keputusan-keputusan penting pemerintah atau garis kebijaksanaan di belakang keputusan-keputusan tersebut...

Selasa, 28 Nov 2017

Mahasiswa Kampar Jangan Apatis, harus Optimis

Mahasiswa Kampar Jangan Apatis, harus Optimis

Kalangan mahasiswa di Riau walkhusus Kampar saat ini dianggap cenderung apatis. Mereka tidak melakukan pergerakan, selama persoalan yang terjadi tidak mengganggu kepentingan mereka. Kondisi itu disebabkan mahasiswa sudah merasa relatif...

Sabtu, 11 Nov 2017

Meli Sehati: Pendidikan Maju Melalui Proses Kerjasama

Pendidikan membutuhkan sebuah ikhtiar besar dari sebuah unity yang tergabung oleh sebuah lembaga pendidikan atau sekolah di sana terdapat kerjasama erat tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serta orang tua termasuk...

Rabu, 18 Okt 2017

Pilkada 2018: Duel Mahal dan Paling Akbar

Pilkada 2018: Duel Mahal dan Paling Akbar

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, anggaran Pilkada 2018 telah disepakati yaitu Rp 11,4 triliun. Anggaran ini untuk membiayai pelaksanaan pilkada di 171 daerah.

Pekanbaru

Sabtu, 06 Mar 2021

Jumat Berkah, Anak Asuh Rumah Yatim Riau Berbagi Makanan untuk Anak Yatim Dhuafa Lainnya

Jumat Berkah, Anak Asuh Rumah Yatim Riau Berbagi Makanan untuk Anak Yatim Dhuafa Lainnya

Pekanbaru (riauoke.com) Jumat (5/3) sore, Anak Asuh Rumah Yatim Cabang Riau membagikan 40 paket makan malam untuk anak yatim dan...

Pelalawan

Sabtu, 20 Feb 2021

Wabup Pelalawan dan Bupati Terpilih Hadiri Peresmian Lapangan Silat Podang Pengean

Wabup Pelalawan dan Bupati Terpilih Hadiri Peresmian Lapangan Silat Podang Pengean

Bandar Seikijang (riauoke.com)- Wakil Bupati Pelalawan H Zardewan meresmikan Lapangan Silat Podang Pengean di Kelurahan Sekijang sekaligus mengukuhkan Datuk H.Salim...

Siak Sri Indrapura

Minggu, 22 Nov 2020

Tanam Cabe dan Bawang, Pria Siak Ini Sukses Menjadi Petani

Tanam Cabe dan Bawang, Pria Siak Ini Sukses Menjadi Petani

Siak (riauoke.com) Banyak yang beranggapan jadi petani itu tidak bisa membuat seseorang sukses karena di nilai hanya pekerjaan yang tidak...

Bengkalis

Sabtu, 06 Mar 2021

Jumat Berkah, Anak Asuh Rumah Yatim Riau Berbagi Makanan untuk Anak Yatim Dhuafa Lainnya

Jumat Berkah, Anak Asuh Rumah Yatim Riau Berbagi Makanan untuk Anak Yatim Dhuafa Lainnya

Pekanbaru (riauoke.com) Jumat (5/3) sore, Anak Asuh Rumah Yatim Cabang Riau membagikan 40 paket makan malam untuk anak yatim dan...

Jumat, 05 Mar 2021

Dilaksanakan Juni Mendatang, PWI Riau Buka Penerimaan Anggota Baru

Dilaksanakan Juni Mendatang, PWI Riau Buka Penerimaan Anggota Baru

Pekanbaru (riauoke.com)-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau akan melakukan penerimaan anggota baru yang dilaksanakan pada Juni 2021 mendatang. Pelaksanaan penerimaan...

Rabu, 03 Mar 2021

Berikan Motivasi, Kapolda dan Istri Ikut Berjibaku Padamkan Karhutla di Tanjung Kapal-Rupat Bengkalis

Berikan Motivasi, Kapolda dan Istri Ikut Berjibaku Padamkan Karhutla di Tanjung Kapal-Rupat Bengkalis

Bengkalis (riauoke.com) - Berdasarkan hasil pantauan aplikasi Dashboard Lancang Kuning pada Rabu (3/3/2021) terdapat 7 (tujuh) lokasi titik Hot Spot...

Minggu, 28 Feb 2021

Didukung sebagai Ketua KTNA Riau, Yusri Dt. Bandaro Mudo terpilih Secara Aklamasi

Didukung sebagai Ketua KTNA Riau, Yusri Dt. Bandaro Mudo terpilih Secara Aklamasi

Pekanbaru (riauoke.com)- Gubernur Riau H Syamsuar membuka acara Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Riau yang dilaksanakan dari...

Minggu, 28 Feb 2021

Kini, Donasi Melalui Rumah Yatim Bisa Lewat Qris

Kini, Donasi Melalui Rumah Yatim Bisa Lewat Qris

Pekanbaru (riauoke.com) QRIS (Quick Response Indonesia Standard) adalah Metode transaksi pembayaran dengan menggunakan Scan kode QR yang sudah distandardisasi oleh...