Minggu, 19 Agustus 2018

Program Full Day School Mulai Diterap Mandau, Keberadaan PDTA Terancam

E-mail Cetak PDF



DURI (riauoke.com)-Full Day School yang disebut-sebut sebagai program unggulan, mulai diujicobakan di Kecamatan Mandau dan Bukitbatu, Bengkalis.

Praktisi pendidikan jebolan Ponpes Gontor Nana Nasyaruddin ungkapkan bila pelaksanaan program Full Day School di sekolah umum ada baiknya.


Selain anak lebih padat waktunya belajar, kesempatan bermain di luar jam sekolah semakin sempit. Pulang sekolah sekitar pukul 17.00 Wib anak sudah lelah.


Namun bila mereka menjadi peserta didik di sekolah agama seperti PDTA atau MDA, maka kini mereka tidak bisa lagi masuk pada jam sebagaimana yang dijadwalkan.


"Bila PDTA atau MDA punya jadwal pukul 15.00 hingga 17.00 WIB,  praktis siswanya akan berkurang atau hilang sebab jam 17.00 WIB peserta didik baru pulang sekolah. Itupun jika anak tidak lelah selama proses belajar di sekolah, waktunya mereka pulang sekolah bisa pukul 17.15 Wib sampai di rumah tergantung jauh dekatnya rumah siswa," terangnya.


Jika ini yang terjadi, sama saja posisi sekolah PDTA dan MDA lisensi dari Kemenag di persimpangan, hingga lambat laun akan berhenti operasional.

Bila PDTA dan MDA tidak lagi operasi atau matinya sekolah agama ini,jelas akan merugikan anak dalam usaha dirinya mendapatkan didikan agama.


Namun begitu praktisi pendidikan sangat berharap,sekolah umum tidak terlalu memaksakan diri belajar hingga pukul 17.00 Wib.


Artinya pulang sekolah pukul 14.45 Wib bagi anak sekolah umum masih bisa mengikuti jam belajar PDTA dan MDA sedikit telat waktunya. []jonish

Daerah

Ekonomi

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Selasa 31 Juli 2018

NasDem Kampar Serahkan Perbaikan 45 Berkas Bacaleg Ke KPUD Kampar

NasDem Kampar Serahkan Perbaikan 45 Berkas Bacaleg Ke KPUD Kampar

Bangkinang Kota (riauoke.com) - DPD Partai NasDem Kampar antarkan Perbaikan 45 Berkas Bacaleg yang diminta...