Sabtu, 25 November 2017

Jika Jadi Bupati : Muhammad Amin Ingin Tetap Dekat dengan Rakyat

KAMPAR KIRI TENGAH (riauoke.com) Tak bisa dipungkiri memang, dari lima pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kampar saat ini, sosok Muhammad Amin dan Muhammad Saleh adalah dua tokoh yang punya kemampuan lebih yakni bisa dekat dengan rakyat. Hal itu telah terbukti dari berbagai kegiatan sosialisasi dan kampanye yang dilakukannya.




Dan, Amin pun berkali-kali memberikan garansi bahwa jika ia ditakdirkan menjadi bupati maka ia ingin rakyatnya dekat dengan bupati.

"Kalau jadi pejabat (bupati), rakyat wajib dekat dengan saya. Karena pemimpin itu kewajibannya mengayomi rakyat, tidak zamannya lagi kita menyembah penguasa. Tidak zamannya lagi menyanjung pejabat karena pejabat digaji dari uang rakyat, pejabat harus berani mati karena rakyatnya" tegas Amin dalam kampanye dialogis di Desa Lubuk Sakai, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Jumat (30/12/2016).  

Turut hadir dalam kampanye ini Ketua Tim Pemenangan Amin-Saleh H Syafrizal, Anggota DPRD Kabupaten Kampar dari Dapil Serantau Kampar Kiri Syarifudin atau Arif Subayang,  Ketua Tim Pemenangan Alumni Darussalam KH Alwi Arifin, Koordinator Kecamatan Tim Pemenangan Amin-Saleh, Kecamatan Kampar Kiri Tengah Aprianto, tokoh agama, toloh masyarakat, tokoh pemuda dan ratusan masyarakat.

Pria yang kini juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Besar Pondok Pesantren Darussalam (IKAPD) dan Ketua DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Kampar itu menegaskan bahwa ia adalah orang biasa karena lahir dari rahim rakyat. "Saya anak petani, malu saya sombong dengan masyarakat saya. Dunia ini punya Allah, semua Allah yang menentukan. Mungkin karena takdir saja saya bisa jadi calon bupati, mungkin suatu saat nanti bapak-bapak dan ibu-ibu yang akan jadi bupati," ujar Amin.

Ia juga menegaskan bahwa ia ingin hidup bersama rakyat. "Cita-cita kami tak banyak, kami ingin Kampar sejahtera. Kami ingin bangun industri, dengan industri semua kita akan bekerja. Kalau sudah sejahtera jangan lupa ibadah," kata Amin.

"Insya Allah Kampar akan kami pimpin dengan amanah, dengan arif dan bijaksana, bagaimana kita bisa hidup selalu tenang dan senang" pungkas Amin.

Dalam orasinya Muhammad Amin juga menyampaikan, setelah dirinya bersama tim berkeliling ke ratusan pelosok negeri Kabupaten Kampar, dia sering menerima bahwa  hari ke hari ekonomi masyarakat jauh menurun. "Dulu masyarakat berlama-lama di pasar, namun sekarang masyarakat tak punya uang untuk dibelanjakan. Tak ada kemampuan menyekolahkan anak sampai jenjang perguruan tinggi," katanya.

"Kita harus berangkat dari ekonomi, bahwa Kampar hampir dua puluh ribu masyarakat menganggur. Kalau kami ditakdirkan kami jadi bupati kami akan membangun dunia industri agar anak-anak kita bisa bekerja," ujar Amin.

Pengusaha sukses dan mantan santri yang kini juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Kampar ini menegaskan bahwa pengangguran harus dicarikan solusi dengan mendirikan berbagai industri, yakni industri hilir.

Sementara itu Ketua Tim Pemenangan Amin-Saleh H Syafrizal dalam sambutannya menyampaikan alasan masyarakat Kabupaten Kampar memilih pasangan nomor urut 1 Muhammad Amin-Muhammad Saleh.  

Dikatakan bahwa Muhammad Amin adalah satu-satunya calon bupati yang secara tegas menyatakan bahwa pemerintahannya tidak akan hanya mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) namun akan membangun Kabupaten Kampar, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampar dan mengurangi pengangguran yang sangat tinggi dengan membangun dunia industri.

"Hanya Amin-Saleh yang tidak bergantung kepada APBD. Selebihnya hanya manfaatkan APBD, kalau APBD Rp 2,4 triliun diberikan waktu satu tahun menghabiskan APBD, saya kira semua kita bisa jadi bupati," tegas Syafrizal.

Kenapa Amin jadikan sumber daya alam dijadikan sebagai sumber kesejahteraan? Dikatakan Syafrizal,  Kampar punya perkebunan yang sangat luas, ada kandungan minyak, ada bukit kapur di Kecamatan Kampar Kiri Hulu.
"Kalau bukit kapur itu dibuat semen maka selama 200 tahun tak akan habis. Nah selama ini tidak pernah dimanfaatkan Pemkab Kampar potensi ini," ulas mantan Ketua DPRD Kabupaten Kampar periode 2009-2014 itu.

Lebih lanjut dikatakan, sejak berdirinya Kabupaten Kampar tak ada bupati yang berani buat terobosan memanfaatkan sumber daya alam.

Visi Misi Amin Saleh yang menyatakan bahwa: "Terwujudnya Kabupaten Kampar menjadi negeri industri yang berbudaya dalam lingkungan masyarakat yang agamis tahun 2022 bukanlah sebuah janji politik, tapi itu adalah program dari pemerintahan Amin-Saleh. "Artinya ketika Amin jadi bupati harus diperdakan," beber Syafrizal.

Sedangkan Anggota DPRD Kampar dari Fraksi Demokrat Syarifuddin atau akrab disapa Arif Subayang menyampaikan bahwa Kampar telah lama merindukan soso pemimpin yang menyejukkan, yang membuat hati pegawai dan rakyat senang. "Dan hari ini hanya Pak Amin lah yang bisa seperti itu," tegas Arif Subayang.[] mah

Daerah

Ekonomi

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Selasa 31 Oktober 2017

Pemkab Siak Akan Bantu 12 Parpol Peseta Pemilu

Siak (riauoke.com) Pemerintah Kabupaten Siak akan memberikan bantuan keuangan kepada 12 partai politik peserta pemilu...