Senin, 20 November 2017

Wujud Terimakasih, Masyarakat Buluh Nipis Sambut Amin-Saleh dengan Memotong Kerbau

SIAK HULU (riauoke.com) Tangis haru dari masyarakat Desa Buluh Nipis, Kecamatan Siak Hulu mewarnai kedatangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kampar Nomor Urut 1 Muhammad Amin-Muhammad Saleh di Desa Buluh Nipis. Puluhan ibu-ibu tampak tak kuasa membendung air matanya begitu Amin keluar dari mobil yang membawanya dan dikalungkan bunga.

Ya, Muhammad Amin dan Muhammad Saleh yang datang bersama istrinya telah dipersiapkan penyambutannya dalam beberapa hari terakhir. Masyarakat bahkan rela mengumpulkan sumbangan untuk membeli dua ekor kerbau guna disembelih untuk acara makan siang bersama. Hal ini dilakukan masyarakat Buluh Nipis tak terlepas sebagai wujud terima kasih kepada Amin yang sukses memperjuangkan pengembalian sekitar 2230 hektar yang rencananya akan dibagi 1115 kepala keluarga. Lahan ini dikuasai  PT RGM selama 12 tahun terakhir. Telah puluhan kali masyarakat menggelar aksi demonstrasi ke kantor Bupati Kampar dan DPRD Kampar.

Acara ini juga sebagai syukuran atas terbentuknya Koperasi Sejahtera Bersama untuk menyambut kerjasama perusahaan dengan masyarakat. Dari pantauan di lapangan, ribuan masyarakat telah menunggu Amin-Saleh sejak pagi. Begitu Amin dan rombongan menginjakkan kaki di Buluh Nipis, Amin dan rombongan langsung dikaungkan bunga, disambut dengan gondang oguong, diarak dengan tarian pencak silat sampai di panggung acara.
Dalam kesempatan ini Amin juga didaulat menggunting pita dan pelepasan balon ke udara sebagai  pertanda dibukanya Kantor Koperasi Sejahtera.

Turut hadir dalam acara ini Ketua Bidang OKK DPD Demokrat Provinsi Riau Ibnu Huzairin, sejumlah anggota DPRD Kampar d dari Partai Demokrat dan Hanura diantaranya Toni Hidayat, Dwi Hadi, Yuli Akmal, Sekretaris DPC Hanura Kampar H Nasri Haroen Ergen, tokoh agama KH Alwi Arifin, ninik mamak, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lainnya.

Ketua Kelompok Tani Sejahtera Wardi dalam sambutannya menyampaikan, ini adalah bentuk perjuangan masyarakat Buluh Nipis karena  sudah lama berpanas-panas menyuarakan aspirasi. "Kami seluruh masyarakat berterimakasih atas bantuan Bapak Amin yang telah mengembalikan kebun kami. Mudah-mudahan bapak menjadi bupati yang diidam-idamkan," ujar Wardi.

Dikatakan, masyarakat Buluh Nipis sudah lama menderita akibat diserbotnya hak masyarakat. "Kami kekurangan sesuap nasi. Kami akan memilih Pak Amin menjadi Bupati Kampar. Pertama karena Pak Amin telah membuktikan kerjanya sebagai Ketua Apindo Kampar mengembalikan hak masyarakat Buluh Nipis," tegas Wardi disambut tepuk tangan.

"Kebun yang menjadi hak rakyat itu hendaknya bermanfaat sampai anak cucu. Mudah-mudahan masa depan kami cemerlang dan negeri ini jangan menjadi incaran orang berduit. Pendidikan berjalan baik karena telah terpenuhinya sesuap nasi," imbuh Wardi. Dia mengakui, telah lama masyarakat menginginkan pemimpin yang memperhatikan hidup masyarakat.


Sementara itu Muhammad Amin dalam pengarahannya  menyampaikan bahwa ia siap memihak rakyat meskipun selaku Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Kampar.

"Saya gadaikan jabatan ketua Apindo saya. Untuk apa jabatan Ketua Apindo kalau tak bisa bantu rakyat," tegas Amin. Dikatakan, pasca dilantik sebagai Ketua DPK Apindo Kampar pada 25 Desember 2015 lalu, ia diundang rapat di Jakarta oleh Apindo pusat dan diketahui ada 21 perusahaan bermasalah di Kampar termasuk dengan masyarakat Buluh Nipis. "Saat itu tak gubris karena itu sudah biasa ada masalah perusahaan dengan masyarakat. "Namun kemarin saya datang ke Buluh Nipis dalam rangka kampanye, saya lihat nenek-nenek saya di sini menangis, semua masyarakat sedih. Itu adalah wujud awal kita semua mengurus ini. Mudah-mudahan ada titik terang untuk kita semua dan kita masyarakat Buluh Nipis mendapatkan hak kita," beber mantan santri yang merakyat, bersih dan berani itu.

Lebih lanjut Amin menceritakan, atas dasar itu pula, seminggu setelah kampanye di Buluh Nipis ia membuat surat ke perusahaan dan dilanjutkan ke pembinca Apindo pusat Sofyan Wanandi dan sampai ke meja Wakil Presiden. Lalu Apindo pusat menitipkan ke perusahaan yang ia pimpin PT Citra Buana Inti Fajar untuk mengurus sengketa kebun ini. "Namun kita masih ada perjuangan, belum berhenti sampai di sini. Rencananya Dirjen Planologi dan Dirjen Pertanahan akan datang ke sini," ulasnya.

Langkah lainnya adalah membuat koperasi supaya kebun tak dikelola secara pribadi. "Saya akan bersama masyarakat untuk mengambil hak kita, sampai hak kita kembali kepada kita," tegasnya lagi. Jika seandainya ia tak ditakdirkan sebagai bupati Amin juga siap berjuang bersama rakyat untuk mengambil hak warga. "Tinggal selangkah lagi, mou tinggal dibuat," ucapnya.

Amin dalam perjuangan ini mengaku tak  pernah menggunakan status calon bupati. "Saya hanya menggunakan Apindo, saya akan pakai jabatan saya Apindo. Satu-satunya ketua Apindo di Indonesia yang berpihak rakyat hanya ketua Apindo Kampar. Acara ini tak ada sumbangan sepeserpun dari saya, semua acara ini, dua ekor kerbau dari masyarakat, kelompok tani," ujar Amin disambut tepuk tangan.

Berkaitan dengan pencalonannya sebagai bupati, Muhammad Amin menyampaikan bahwa yang sulit itu ketika duduk bukan membangun jalan dan jembatan, namun yang sulit itu adalah  bagaimana rakyat bisa makan.  "Ternyata saya ke Buluh Nipis tak butuh jalan bagus, tapi masyarakat Buluh Nipis perlu kebun. Jadi tak jadi bupati saya tetap bersama rakyat," pungkas Amin.[] mah

 

Daerah

Kamis 16 November 2017

FRPD Akan Gelar Diskusi Dana Desa

FRPD Akan Gelar Diskusi Dana Desa

Bangkinang Kota (riauoke.com)- Serikat rakyat miskin indonesia (SRMI), liga mahasiswa nasional demokrasi (LMND), dewan...

Ekonomi

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Selasa 31 Oktober 2017

Pemkab Siak Akan Bantu 12 Parpol Peseta Pemilu

Siak (riauoke.com) Pemerintah Kabupaten Siak akan memberikan bantuan keuangan kepada 12 partai politik peserta pemilu...