Senin, 20 November 2017

Hadiri Gebyar Seni Darussalam Pesantren Gontor Putri 7, M Amin Dido'akan Jadi Bupati

TAMBANG (riauoke.com)  Calon Bupati Kampar Nomor Urut 1 Muhammad Amin, S.Ag,MH,  menghadiri Gebyar Seni Darussalam di Pondok Pesantren Modern Gontor Putri Kampus 7, di Desa Rimbo Panjang.



Muhammad Amin yang juga didampingi istri Asnawati,S.Ag dan tim suksesnya H Nurmailis Syaiful disambut oleh Pengasuh Pondok Modern Gontor Putri Kampus VII KH Ma'ruf. Sebelum ke lokasi acara Muhammad Amin dan istri disuguhi makan malam.

Acara Gebyar Seni Darussalam ini berlangsung meriah, berbagai seni ditampilkan oleh santriwati kelas IV tersebut. Acara ini juga dihadiri ratusan orang tua wali santriwati, tokoh masyarakat. Selain itu juga hadir Alumni Pondok Pesantren Gontor, alumni dari Mesir dan masyarakat.

Muhammad Amin juga didaulat bersama pengasuh dan pimpinan Pondok Pesantren Modern Gontor menabuh beduk tanda dimulainya Gebyar Seni Darussalam. Diantara seni yang ditampikan adalah shalawat, khadarah, gurindam, tari persembahan, drama dalam Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, drama musikal, tarian nusantara dan tari saman.

KH Ma'ruf dalam sambutannya menyampaikan, pada acara ini Pondok Pesantren Modern Gontor Putri Kampus 7 kedatangan tamu yakni Muhammad Amin yang minta restu dan dido'akan agar diberi amanah memimpin Kabupaten Kampar. Lebih lanjut dikatakan, Pondok Pesantren Modern Gontor Putri Kampus 7, di Desa Rimbo Panjang ini masuk tahun keempat.

Dia menambahkan, di Gontor mengajarkan supaya kepribadian anak-anak berkarakter, bermental Islam. Menurutnya, zaman terus berkembang dan banyak perubahan budaya. Perkembangan budaya itu masuk ke Indonesia dan Melayu dan Melayu identik dengan adat keIslaman.

Lebih lanjut dikatakan, Kabupaten Kampar sebagai pelataran atau Serambi Mekkah di Provinsi Riau. "Pesantren adalah pilar memperjuangkan adat bersendi sarak dan sarak bersandi kitabullah," ucap Kiyai Ma'ruf.

Dikatakan, anak-anak atau santri dan santriwati di Gontor diajarkan  berbahasa Al Quran dan Inggris agar memmiliki mental internasional dan agar cara berfikirnya internasional. "Kalau paham internasional, pikirannya tak terkotak lagi. Dari bahasa, budaya mengatur cara berfikir dan bersikap," ulasnya. Mengajarkan Bahasa Arab juga agar kelak mengerti Bahasa Al Quran. "Di seluruh dunia akan jumpa Bahasa Arab," terangnya.

Kiyai Ma'ruf juga menegaskan bahwa Gontor tidak ekstrim, radikal dan keras kepala, tapi Gontor tampil memberikan pencerahan kepada umat. "Ketika Indonesia tercabik-cabik maka Gontor kedepan jadi perekat umat. Dengan pendidikan dan kontribusi. Gontor untuk seluruh golongan," ulasnya.

Pada gebyar seni ini ditampilkan santriwati dengan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, hal ini  untuk menguji sejauh mana penguasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris apakah mereka bisa ditampilkan setelah diajarkan sehari-hari Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Di Pondok Pesantren Gontor diajarkan pelajaran umum dan agama, puasa Senin dan Kamis, sholat malam dan mendo'akan orang tua.

"Kita berharap anak-anak tidak hanya tumbuh secara fisik, intelektual dan jiwanya. Do"akan semoga jadi orang pilihan dan menjadi anak sholeha," pungkas Kiyai Haji Ma'ruf. Sementara itu, Calon Bupati Kampar Nomor Urut 1 Muhammad Amin terkait acara ini mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. "Karena saya orang santri saya ingin pesantren jadi benteng, jadi tempat pembinaan dan pengembangan bagi anak-anak, tempat mencetak generasi yang Islami, tangguh, generasi cerdas, berakhlak mulia," ujar Amin.

Pria yang juga Ketua Ikatan Keluarga Besar Alumni Pondok Pesantren Darussalam (IKAPD) se-Sumatera itu juga menyampaikan, pemerintah daerah wajib membantu pondok pesantren. "Selama ini pondok pesantren terabaikan. Kalau Insya Allah saya mendapat amanah menjadi bupati maka saya akan bantu pondok pesantren dan madrasah (sekolah agama). Sadar tak sadar pondok pesantren adalah benteng bagi generasi kedepan," terang Amin.

Lebih lanjut Amin mengatakan, kalau pesantren dan madrasah dibantu maka ia yakin, setelah santri dan santriwati dewasa akan lahir orang-orang yang bijaksana, jujur, Islami. "Oleh sebab itu pondok pesantren dan sekolah agama, madrasah wajib diperhatikan. MI, MTs, MA adalah bagian penting untuk mencerdaskan masyarakat. Andilnya besar untuk mencerdasan masyarakat Kampar," ulas Amin. "Sebagai orang pesantren saya tahu betul pembinaan di pesantren sangat pas untuk melahirkan pemimpin," pungkasnya. [] mah


Daerah

Kamis 16 November 2017

FRPD Akan Gelar Diskusi Dana Desa

FRPD Akan Gelar Diskusi Dana Desa

Bangkinang Kota (riauoke.com)- Serikat rakyat miskin indonesia (SRMI), liga mahasiswa nasional demokrasi (LMND), dewan...

Ekonomi

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Selasa 31 Oktober 2017

Pemkab Siak Akan Bantu 12 Parpol Peseta Pemilu

Siak (riauoke.com) Pemerintah Kabupaten Siak akan memberikan bantuan keuangan kepada 12 partai politik peserta pemilu...