Senin, 17 Desember 2018

Taman Nasional Bukit Tigapuluh Punya Kekuatan Magis Wisata

Inhu (riauoke.com) Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) yang terdapat di Kecamatan Batanggansal merupakan kawasan wisata alam yang sangat menarik dikunjungi selain itu juga TNBT memiliki potensi yang besar jika dikelola dengan maksimal oleh pemerintah setempat. Dimana TNBT kawasan perbukitan di tengah-tengah hamparan dataran rendah, disana juga terdapat potensi keanekaragaman jenis tumbuhan, satwa endemik yang bernilai cukup tinggi.

Tipe ekosistem penyusun hutan TNBT adalah hutan dataran rendah, hutan pamah dan hutan dataran tinggi dengan jenis floranya seperti jelutung (Dyera costulata), getah merah (Palaquium spp.), pulai (Alstonia scholaris), kempas (Koompassia excelsa), rumbai (Shorea spp.), cendawan muka rimau/raflesia (Rafflesia hasseltii), jernang atau palem darah naga (Daemonorops draco), dan berbagai jenis rotan.

TNBT memiliki lebih dari 59 jenis mamalia, 6 jenis primata, 151 jenis burung, 18 jenis kelelawar, dan berbagai jenis kupu-kupu.

Disamping merupakan habitat harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), ungko (Hylobates agilis), beruang madu (Helarctos malayanus malayanus), sempidan biru (Lophura ignita), kuau (Argusianus argus argus) dan lain-lain; juga sebagai perlindungan hidro-orologis Daerah Aliran Sungai Kuantan Indragiri

Semula kawasan TNBT merupakan hutan lindung dan Hutan Produksi Terbatas† (HPT). Meskipun demikian, kondisi hutan taman nasional tersebut relatif masih alami. ďDisekitar perbukitan ada juga yang digarap oleh masyarakat sertas ada perusahaan yang melakukan penggarapan daerah tersebut demi menanam pohon sawit,Ēucap Riky salah seorang warga Desa Siambul ††††(20/5)† kemaren

Anggota DPRD Inhu asal Partai Demokrat Adila Ansori ketika dimintai tanggapannya mengatakan, dengan adanya potensi yang cukup besar di TNBT diharapkan kesiapan pemerintah dalam melakukan pengolahan tempat wisata tersebut. dengan dikelola secara maksimal maka akan bisa memberikan keuntungan yang besar bagi daerah ini.

"Kalau jalan menuju lokasi tesebut bagus dan tidak ada hambatan maka kedepan masyarakat luar Inhu akan banyak mengunjungi TNBT. Ini akan menjadi pemasukan untuk meningkatkan PAD,"jelasnya

Masyarakat disekitar TNBT terdiri dari beberapa suku dengan adat istiadat dan budaya yang relatif masih sangat tradisional yaitu Suku Anak Dalam, Suku Talang Mamak dan lain-lain. Masyarakat tersebut terutama Suku Talang Mamak, percaya bahwa bukit dan tumbuhan yang ada di taman nasional ini mempunyai kekuatan magis dalam kehidupan mereka. Secara tidak langsung mereka ikut berpartisipasi aktif dalam menjaga dan melindungi bukit, tumbuhan di taman nasional.[]eri

Daerah

Ekonomi

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Rabu 12 Desember 2018

Wadahi Potensi Kaum Muda, PPI Kampar Gelar Turnamen Futsal

Bangkinang (riauoke.com) Untuk mewadahi para pecinta olah raga futsal di Kampar, Persatuan Paskibraka Indonesia (PPI)...

Politik

Kamis 13 Desember 2018

Anggota DPRD Bengkalis Tinner Wetbet Tumanggor Kunjungi Konstituennya di Mandau

Anggota DPRD Bengkalis Tinner Wetbet Tumanggor Kunjungi Konstituennya di Mandau

Bengkalis/Duri (Riauoke. Com) Anggota DPRD Bengkalis Tinner Wetbet Tumanggor dari Partai PKPI mengikuti rapat perangkat...