Sabtu, 25 November 2017

Wisata Alam Air Panas RTH Perlu Polesan

Pasir Pengaraian (riauoke.com) Potensi Pendapatan  Anggaran Daerah (PAD) Desa Rambah Tengah Hulu (RTH) lebih di kenal dengan Desa Pawon, Kecamatan Rambah Kabupaten Rokn Hulu (Rohul) terkubur dan berlimpah ruah, belum dikelola dengan maksimal, poptensi itu yakni, obyek Wisata Alam yaitu, air panas dan  bebatuan penuh goa, juga adanya tambang emas dan tambah timah, kalau potensi ini dikelola selektif, bukan tidak mungkin masyarakat Kabupaten Rohul akan sejahtera.

 

 

Warga RTH dikenal dengan masyarakat beradat dan berbudaya, hampir 99 persen masyarakatnya memiliki suku Batak Angkola atau lebih dikenal dengan Batak Mandaling 100 persen menganut agama Islam penduduknya sekitar 500 Kepala Keluarga (KK), mereka ramah dan familiar saling keterkaitan satu sama lain, rata-rata warganya bermarga Hasibuan, Lubis, dan Nasution, konsep adatnya tetap memiliki garis keturunan terhadap laki-laki (Patrialis).

 

Jika datang ke desa ini terasa nyaman dan asri, meskipun hanya sekitar 4 Kilo Meter (KM) dari Ibukota Kabupaten Rohul yaitu Pasir Pengaraian, Desa ini masuk wilayah pemberian Raja Rambah di masa lampau atau lebih dikenal dengan Tujuh Kampung, (Luhak napitu-Napitu Huta), dulu kala khusus masyarakat bermarga dijadikan pagar kerajaan agar Kerajaan Rambah tidak mudah diserang pasukan asing. Sebab rata-rata orang bermarga memiliki watak keras dan tegas pantang menyerah, bahkan disebut-sebut sebagai warga dibekali dengan ilmu ghaib dan ilmu bela diri.

 

Desa RTH sekitar 20 KM dari Bukit barisan berbatasan langsung dengan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Kabupaten Pasaman Timur Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), daerahnya perbukitan dengan suhu udaranya 30-35 derajat Cercuis, sekitarnya penuh dengan pepohonan hijau, hingga suasananya nyaman, tententram, rata-rata masyarakat memiliki mata pencaharian sebagai petani karet dan pencari kayu hutan untuk dijual ke agen itu dilakukan hanya untuk munutupi kebutuhan hidup sehari-hari.

 

Didesa RTH terdapat 2 obyek wisata Air Panas dengan sumber  panas 50-60 C, gelaja Vulaknis Lokasi Gunung Bongsil 60-419 DPL, Pemrintah Kabupaten (Pemkab) Rohul sudah merehabilitasi obyek wisata ini, yakni membangunnya dengan fasilitas lainya, seperti  tempat- ibadah  Mushalla, WC, bangunan-pondok tempat peristirahatan, pengolahan rumput hijau, tempat bermain anak-anak, kolam renang dan penangkaran kupu-kupu, laus wilayah Air panas baru sekitar 5 Hektar persegi. Sedangkan air panas lama luas sekitar 4 Hektar, keunikanya langsung ketemu dengan sungai air tawar setelah mandi di air panas langsung mencebur ke air tawar, kemudian lukisan atau ornament berbentuk kapal laut terdampar seperti bukit kecil menjadi ke khasan obyek wisata ini.

 

Selain Air Panas adalagi wisata alam yakni bebatuan memiliki goa, ini dikenal dengan nama  goa sikafir, entah siapa pemberi nama goa ini, dan siapa pemilik dan pemahatnya, tidak jelas diketahui masyarakat setempat, tapi ornament goa dan seni ukiran goa membuat daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk betah dan kembali lagi ke lokasi ini, ukuran mulut goa sekitar 5 meter lebar, kedalamnya tidak diketahui pastinya, jarak tempuh dari Kota Pasir Pengaraian sekitar 5 KM, tapi belum ada orang sanggup masuk ke dalam hingga menyusuri seluruh isi goa. Pemkab Rohul sudah membuat fasilitas ke goa itu dengan membuat jenjang hingga ke mulut goa.

 

Menurut seorang Tokoh Spritualis dan Pejelajah tempat misteri, Endah Rukhyana, saat mengunjungi lokasi itu, ia belum mampu mengukur ke dalaman goa dan apa mesteri dan makna goa itu sendiri, tapi dirinya simpatik dan tertarik untuk meneliti lebih lanjut keberadaannya, sebab menurutnya goanya sangat eksotik dan memiliki ciri tersendiri, dalam pengamatannya pasti ada rahasia tersimpan di dalamnya, saat ini tabir itu belum dapat terbuka bagi alam nyata yakni manusia.

.

Jika diwaktu hari-hari libur seperti Tahun Baru, Idul Fitri dan hari lainnya,  tempat ini sesak penuh pengunjung, puluhn ribu pengunjung baik menggunakan roda dua dan empat, menyempatkan datang ke lokasi ini untuk menikmati sejuk dan asrinya wisata alam, disamping warga juga sangat bersabat dengan pengunjung, hanya dengan tiket Rp 5 ribu pengguna roda dan Rp 10 Ribu untuk roda empat sudah bisa larut berjam-jam di lokasi ini sehingga tidak menyadari matahari sudah mengupuk di barat.

 

Selain potensi obyek wisata ini, Pemkab Rohul memberikan fasilitas agar Desa RTH mampu menampilkan identitasnya, sehingga ekonomi masyarakat dapat ditingkatkan, yakni melakukan pembinaan terhadap kelompok tani tanaman tua seperti durian, manggis, duku, mata koling dan lainya, ini terbukti jika musim buah-buahan, Desa RTH paling dikenal memiliki buah durian paling lezat, tak heran jika desa ini kembali dikunjungi orang hanya untuk mendapatkan buah durian asli dari pokoknya, makanya banyak pengujung mendapat suguhan buah durian olahan seperti dodol durian, sambal asam durian dan lainnya.

 

Selanjutnya tambang emas dan timah di Muara Pandulangan, sebuatan muara yakni dua sungai bertemu, sedangkan padulangan, mendulang emas berarti mencari atau mengambil emas secara manual dengan alat tertentu di dalam air sehingga menghasilkan emas, jika dari Pasir Pengaraian sekitar 10 KM, potensi sangat ideal jika di kelola Pemkab Rohul sebagai asset untuk meningkatkan perekenomian masyarakat, 5 KM bisa dilalui dengan roda empat, seterus 4 KM berikut bisa dialui dengan roda dua hanya 1 KM  memang harus dilalui dengan jalan kaki, tapi medannya cukup ringannya.

 

Riau Oke menelesuri potensi tambang emas murni, di tempat itu ternyata ada penambang illegal, mereka mengakui berasal dari Palembang, jumlahnya sekitar 25 orang, mereka menggunakan mesin genset untuk mengebor bebatuan berisikan emas murni, anehnya masyarakat setempat pun tidak mengetahui keberadaan mereka, sekillas di sungai di daerah itu terlihat pernak-pernik warna ke kuning-kuningan berbentuk emas tapi ketika diambil pecah belum utuh, menurut warga emas masih muda.

 

Menurut keterangannya salah satu penambang Suprianto (36), mereka sudah ada 20 hari di lokasi itu, hasilnya memang sedikit, tapi mereka takut kalau warga mengetahui keberadaan mereka akan diusir, makanya di sini tidak bebas, kalau ada waktu 3 bulan bisalah beruntung, tapi kalau masyarakat mengetahui terpaksa harus angkat kaki, jadi kalau waktunya sebantar otomatis merugi, karena biayanya sangat besar selain untuk makan pekerja, juga bahan-bahan untuk mengambil juga sangat mahal, seperti minyak bensin, alat mesiu dan lainnya.

 

Sebanarnya kalau potensi itu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, mungkin RTH  sebagai penyumbang PAD terbesar bagi Kabupaten Rohul, saat kadang-kadang jangankan untuk menyumbagkan PAD ke Kabupaten Rohul untuk mengelola desa itu sering keuangannya terseok-seok, mulai dari pendanaan pengurus masjid, MDA, RT/RW, dan opersional kantor, tapi kalau disiasatinya dengan bentuk koperasi terhadap petani karet  dikelola desa mungkin ada solusi efektif, sehingga tidak menjual kepada tengkulak-tengkulak masyarakat petanipun lebih diuntungkan.

 

Sekretaris Desa (Sekdes) RTH Ervan Nasution menyebutkan, terkait tambang emas dan timah, sudah ada 3 tahun lalu tim ahli melakukan survey terhadap lokasi itu, yakni dari Newzelan, tapi hasil penelitian mereka hasil emasnya masih terlalu muda, kalau dikelola akan mengamai kerugian, sekitar 50 tahun ke depan baru bisa dikelola dengn baik, diperidiksikan mampu mengakomodir pembangunan rumah warga muali dari umur 14 tahun sampai seterusnya, juga segala kebutuhan masyarakat ditangulangi secara signifikan itu baru dari dana Corporate Sosial Responsiblty (CSR) atau Community Deplohaedment (CD).

 

Menurutnya, potensi itu masih terkubur, tapi tidak masalah itu warisan kepada generasi berikutnya, memang anugerah tuhan bagi masyarakat belum dapat dimanfaatkan, tapi itu merupakan keistimewaan dan takdir dari tuhan, jika suatu saat nanti ada investor berminat untuk mengelolanya sesuai komitmen dengan perangkat adat dan masyarakat RTH, tentu masyarakat akan menikmatinya dan mendapatkan kesejahteraan lebih.

 

Bupati Rohul Drs. Ahmad, MSi sering menyebutkan dan mempromosikan wisata ini kepada tamu Pemkab Rohul untuk menyempatkan diri menikmati lokasi obyek wisata ini, bahkan baru-baru ini kepada peserta dan ofisial Pekan Olah Raga (PON) Dirgantara mengajak agar dapat berkujung ke sana, sebab Rohul memiliki sejuta potensi untuk dinikmti dengan metoda penyajian wisata yakni wisata ramah dan religus. Ia juga berpesan agar mereka ikut menjadi duta wisata Rohul di daerah sendiri.

 

Setiap project pemerintah perlu kerja sama konstruktif, buktinya untuk meningkatkan standar ekonomi masyarakat, pihak Pemkab Rohul terus menciptkan kenyamanan dan stuasi konsifitas terhadap para investor, buktinya belum lama ini, Kabupaten Rohul terbaik di seluruh Kabupaten di Indonesia untuk pelayanan investment award, prestasi itu mesti tetap dipelihara semua aspek agar  perekonomian masyarakat dapat ditingkatkan.  [f}endar rambe

Foto : Sumber air panas (atas)

 

Foto : Penangkaran kupu-kupu

 

 

Daerah

Ekonomi

Pendidikan

Hukum

Olahraga

Politik

Selasa 31 Oktober 2017

Pemkab Siak Akan Bantu 12 Parpol Peseta Pemilu

Siak (riauoke.com) Pemerintah Kabupaten Siak akan memberikan bantuan keuangan kepada 12 partai politik peserta pemilu...