Jumat, 14 Mei 2021

Pertelagahan Batik Nasional : Batik, Warisan Budaya Kerajaan Muara Takus

BATIK, adalah kain khusus buatan (kerajinan) Indonesia. Bahkan United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), memutuskan bahwa pemilik batik "yang sah" adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Meski negara-negara lain juga punya batik seperti Uganda, Djibouti, Nigeria, Kamerun, Afrika Selatan, China, Malaysia, Brunai, Vietnam, Filipina, India, Pakistan dan banyak lagi negara yang memiliki khasanah budaya batik, tapi UNESCO bilang; Emang gue pikirin. Ini punya Indonesia!

Tepatnya, sembilan tahun lalu (2/10/2009), UNESCO memutuskan bahwa batik masuk  daftar "representative list of the intangible cultural heritage of humanity" atau daftar budaya tak-benda warisan manusia, dalam sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah/Negara  yang diselenggarakan di Abu Dhabi. Bersama batik, juga diakui wayang, keris, noken, dan tari saman dari Aceh.

Saking senangnya Pemerintah Republik Indonesia atas keputusan UNESCO tersebut,  melalui Kementerian Dalam Negeri, maka sejak sembilan tahun lalu diputuskan pula; setiap tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. Seluruh Pegawai Negeri, BUMD/N, perbankan, swasta nasional, anggota DPR, sekolah,  petani dan buruh kantoran, mulai dari pusat sampai kelurahan, "wajib" pakai batik.

Karenanya, setiap 2 Oktober (khususnya tiga tahun belakangan), Indonesia berubah jadi lautan batik. Bahkan warga negara asing yang bertugas di Indonesia, atau hanya sekadar jadi turis, pun nampak berbatikria. Motifnya, juga maragam-ragam. Ini dimaklumi, karena hampir semua daerah kini punya produksi batik sendiri-sendiri. Harganya juga beda kelas. Mulai dari Rp15-20 juta, sampai yang seharga Rp30-40 ribu di pasar rakyat. Bahkan ada pula yang mengenakan batik berumur sembilan tahun, persis seumur UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya Indonesia 2009.

DI RIAU, seperti halnya di daerah lain di Indonesia, Hari Batik Nasional  juga ditandai dengan mengenakan batik secara serentak. Khususnya di kantor-kantor pemerintah dan swasta. Sayangnya, masih ada beberapa instansi di Riau yang tidak mewajibkan memakai batik. Mereka masih menggunakan seragam atau atribut kantor masing-masing. Misalnya beberapa kantor perkebunan nasional dan swasta yg memang banyak di Riau. Alasan mereka, Batik bukanlah khasanah budaya asal negeri ini. "Batik berasal dari Jawa," begitu alasan mereka.

Memang, dalam katalog sejarah Batik Nasional, batik Indonesia disebut-sebut berawal saat pemerintahan  Kerajaan Majapahit abad 11-15 Masehi. Batik merupakan pakaian para raja dan keluarganya, yang kemudian berketurunan hingga raja raja Jawa berikutnya.

Sejak Majapahit didirikan, pakaian paling tren ketika itu adalah Batik; kain yang dirajah dengan cairan lilin menggunakan alat bernama 'canting' dan menghasilkan pola-pola tertentu pada kain. Kata batik dirangkai dari kata ‘mba’ yang berarti kain yang lebar dan kata ‘tik’ berasal dari kata titik. Kain tersebut kemudian  digambar, sehingga menghasilkan pola-pola yang indah. Bukti bahwa Kerajaan Majapahit yang pertama kali menerapkan batik di Indonesia, bisa dilihat pada sisa-sisa peninggalan batik yang ada di wilayah Mojokerto dan Tulungagung yang merupakan bekas wilayah Kerajaan Majapahit.

Usai kejayaan Majapahit, menurut sejarah batik nasional, pola batik  berlanjut ke masa keemasan Kerajaan Mataram, lalu Kasunanan Surakarta dan Yogyakarta. Namun, sesuai perkembangan zaman,  jika dulu kerajinan batik hanya diperuntukkan bagi kaum bangsawan atau priyayi, belakangan batik sudah menjalar menjadi pakaian rakyat jelata. Ini dikarenakan batik lama kelamaan ditiru oleh masyarakat dan menjadikannya usaha "home industri" yang juga disukai bangsa bangsa di dunia.

Ahli dan peneliti batik Indonesia, Ismadi, mengatakan…
[23:30, 10/5/2019] +62 812-6654-5008: https://mimbarsumbar.id/2019/10/05/pertelagahan-batik-nasional-batik-warisan-budaya-kerajaan-muara-takus/
Meski negara-negara lain juga punya batik seperti Uganda, Djibouti, Nigeria, Kamerun, Afrika Selatan, China, Malaysia, Brunai, Vietnam, Filipina, India, Pakistan dan banyak lagi negara yang memiliki khasanah budaya batik, tapi UNESCO bilang; Emang gue pikirin. Ini punya Indonesia!

Catatan Dheni Kurnia : Wartawan , Sastrawan dan Olahragawan

Senin, 10 Mei 2021

TEHAER Alias THR

TEHAER Alias THR

Catatan Bagus Santoso (Wabup Bengkalis)Tehaer (THR) alias tunjangan hari raya. Ramai orang yang berharap tapi sedikit yang dapat. Ramai orang yang senang tapi tak sedikit yang dibuat pening lalat. Banyak...

Minggu, 09 Mei 2021

Hidup Damai Lewat Pesan Gus Dur

Hidup Damai Lewat Pesan Gus Dur

(Motivasi Santri Pondok Pesantren Nurul Hidayah Bantan) Oleh; Bagus Santoso (Wabup Bengkalis) “Sebenar apapun tingkahmu, sebaik apapun perilaku hidupmu, kebencian dari manusia itu pasti ada. Jadi jangan diambil pusing" (Gus...

Selasa, 04 Mei 2021

Jadilah Pohon Kuat Dilempar Batu Dibalas Buah

Jadilah Pohon Kuat Dilempar Batu Dibalas Buah

Oleh; Bagus Santoso (Wabup Bengkalis)"Jadilah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, tumbuh di tepi jalan. Dilempar buahnya dengan batu, tetapi tetap dibalas dengan buah." (Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq)Perlu kesabaran...

Selasa, 20 Apr 2021

Wabup Bengkalis Nikmati Sensasi Nunggang Gajah Sarma

Wabup Bengkalis Nikmati Sensasi Nunggang Gajah Sarma

Surprise, tak disangka dan tak direncanakan.  Aku ditemani 5 orang kawan dari Bengkalis disela sela acara agenda safari ramadhan, berkesempatan melihat, menyentuh dan menunggang diatas punggung binatang super besar Gajah...

Minggu, 06 Okt 2019

Pertelagahan Batik Nasional : Batik, Warisan Budaya Kerajaan Muara Takus

 Pertelagahan Batik Nasional : Batik, Warisan Budaya Kerajaan Muara Takus

BATIK, adalah kain khusus buatan (kerajinan) Indonesia. Bahkan United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), memutuskan bahwa pemilik batik "yang sah" adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia.Meski negara-negara lain...

Sabtu, 29 Jun 2019

Hari Pers Nasional 9 Februari Sejarah Panjang Peninggalan Rezim Orba, De Express-Indonesische Persbureau 1913 Sejarah yang Terlupa

Hari Pers Nasional 9 Februari Sejarah Panjang Peninggalan Rezim Orba, De Express-Indonesische Persbureau 1913 Sejarah yang Terlupa

Hari Pers Nasional (HPN) diselenggarakan setiap tanggal 9 Februari bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia, berdasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985. Keputusan Presiden Soeharto pada 23...

Sabtu, 20 Apr 2019

Pilih Aktor Sosial Bukan Aktor Politik

Pilih Aktor Sosial Bukan Aktor Politik

Persepsi selama ini yang dimaksud Aktor adalah orang yang bekerja dalam seni pertunjukan yang mendapat peran utama dalam melakoni sebuah cerita, seperti aktor film atau aktor sinetron. Aktor adalah panggilan...

Kamis, 10 Mei 2018

Balimau Kasai "Jadikan" Sebagai Agenda Wisata

Balimau Kasai

Bangkinang  (riauoke.com): Pemerintah Kabupaten Kampar Komit dengan agenda Balimau Kasai yang merupakan salah satu iven wisata religi tahunan di Kabupaten Kampar, hal ini sudah dikenal oleh masyrakat luas di Riau,...