
Meski demikian, tim Flying Squad tetap memastikan kebutuhan dasar Indro terpenuhi dengan menyuplai pakan berupa batang pisang, pelepah kelapa, rumput gajahan, serta menyediakan air minum dari jarak yang aman.
Sebagai langkah pengamanan selama fase musth yang berlangsung lebih lama dari biasanya, pada 24 Juni 2026 petugas memasang rantai tambahan setelah melalui proses pembiusan. Namun, setelah tindakan tersebut, kondisi Indro justru terus menurun dengan penurunan drastis pada nafsu makan dan minumnya.
Tim medis kemudian melakukan pemantauan selama 24 jam dan berkoordinasi intensif dengan dokter hewan. Berbagai upaya penyelamatan dilakukan, mulai dari pemasangan infus, pemberian suplemen energi, evakuasi feses secara manual, hingga terapi cairan dalam jumlah besar untuk memulihkan kondisi tubuhnya.
Kondisi Indro sempat menunjukkan tanda-tanda membaik. Ia mulai minum, memperlihatkan ketertarikan terhadap pakan, serta memiliki suhu tubuh yang kembali normal. Namun harapan tersebut tidak bertahan lama.
Pada Senin dini hari sekitar pukul 03.30 WIB, Indro ditemukan dalam posisi terbaring. Tim dokter hewan dan mahout kembali berupaya menyelamatkannya melalui tindakan darurat, tetapi nyawanya tidak dapat dipertahankan.