
JAKARTA (Riauoke.com) — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia hari ini berpartisipasi dalam Jambore Nasional XII 2026, mengajak para anggota Pramuka muda mengikuti kegiatan interaktif yang menghubungkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Diselenggarakan di kawasan Global Development Village (GDV) Pramuka untuk SDGs di Buperta Cibubur, program PBB ini menyatukan berbagai badan PBB di bawah lima tema yang saling berkaitan: Manusia (People), Bumi (Planet), Perdamaian (Peace), Kesejahteraan (Prosperity), dan Kemitraan (Partnership).
Jambore Nasional XII, yang diselenggarakan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dari tanggal 13-20 Agustus 2026, mempertemukan 20.857 anggota Pramuka berusia 11–15 tahun dari 38 provinsi. Acara ini juga dihadiri oleh gugus depan Pramuka Indonesia yang berada di luar negeri serta perwakilan Organisasi Kepanduan Nasional dari seluruh kawasan Asia-Pasifik.
“Anak muda bukan hanya penerima manfaat dari pembangunan berkelanjutan; mereka adalah mitra penting dalam mewujudkannya. Pilihan yang mereka buat di lingkungan mereka, cara mereka memperlakukan satu sama lain, menjaga lingkungan, mendorong perdamaian, dan bekerja sama berhubungan langsung dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dengan waktu kurang dari lima tahun untuk mencapai Agenda 2030, kita semakin membutuhkan energi, kreativitas, dan kepemimpinan generasi muda Indonesia,” ujar Gita Sabharwal, Kepala Perwakilan PBB di Indonesia.
Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta Pramuka mengikuti program interaktif berdurasi satu jam. Tidak hanya mendatangi stan PBB yang terpisah-pisah, peserta juga diajak merasakan satu perjalanan yang saling terhubung melalui lima tema SDGs dengan menggunakan permainan, simulasi skenario, peragaan, kuis, dan aktivitas kelompok. Lima putaran pertama mengulang program lima pilar terpadu ini untuk kelompok Pramuka yang berbeda, sementara putaran terakhir dikhususkan untuk sesi pemutaran film spesial dan sosialisasi perlindungan anak (safeguarding).