
"Mari kita ikuti kegiatan ini sampai selesai agar kita bisa meminimalisasi serta mendeteksi secara dini potensi karhutla di Kelurahan Sekijang. Mari kita dengarkan dengan baik pemaparan dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Pelalawan," tutur Sekcam Oky Ardiansyah.
Pada sesi materi, Kabid Damkar Kabupaten Pelalawan, Zukriwan, menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi antarelasi di lapangan. Ia membagikan sejumlah langkah praktis bagi warga, terutama para pemilik kebun.
"Selama ini sering terjadi miskomunikasi, namun insyaAllah Kelurahan Sekijang dan Kecamatan Bandar Seikijang masih aman terkendali. Bagi warga yang memiliki kebun, wajib membuat akses jalan yang cukup agar mobil pemadam kebakaran dapat masuk. Selain itu, buatlah embung sebagai sumber air, minimal ukuran 2x2 meter, agar saat musim kemarau tidak kesulitan mencari air seperti pengalaman di Desa Rantau Baru," jelas Zukriwan.
Ia juga mengingatkan bahwa petugas Damkar di tingkat kecamatan siap siaga 24 jam di kantor dan dapat segera dihubungi apabila ditemukan titik api.
Kegiatan pelatihan tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif antara pihak Damkar Kabupaten Pelalawan dengan para peserta, yang tampak didominasi oleh keaktifan ibu-ibu RT se-Kelurahan Sekijang.[]srt, bsr. red