Dukung Kesetaraan Gender, Perempuan-perempuan Tangguh Ini Bangga Berkarir di PT RAPP
Pangkalan Kerinci (riauoke.com) Bekerja diantara laki-laki tidak membuat mereka canggung dan membatasi diri. Hal
tersebut tercermin dari perjuangan dua wanita yang bisa dikategorikan sebagai
ibu-ibu zaman now, yang terus berjuang untuk mewujudkan mimpi dengan berkarier di PT
Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Strategic Planner RAPP, Catur Wulan Yuniastuti, memandang jika kesetaraan gender
akan tercipta ketika seorang wanita tidak membatasi diri dalam hal apapun. Wanita
yang mengidolakan Kanselir Jerman Angela Merkel ini mengatakan seorang perempuan
memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki jika memang ada keinginan dan
kegigihan, meski di Indonesia menganut budaya timur.
Wanita yang pertama kali bergabung di RAPP pada tahun 2011 melalui program Assistant
Trainee ini berhasil memperoleh berkah karena tidak menerapkan batasan terhadap
dirinya. Ia mendapatkan gelar Master setelah menempuh pendidikan di Jerman yang
dibiayai oleh RAPP. Saat dikirim ke Jerman, wanita yang mengenyam pendidikan S1 di
Universitas Gadjah Mada ini sedang dalam masa kehamilan muda. Ia pun harus
melahirkan anak di Jerman tanpa dampingan keluarga.
"Sebagai seorang perempuan, kita harus berpikir bahwa kita pasti mampu. Apabila
optimis, kita pasti bisa menghadapi dan menyelesaikan segala tantangan," katanya.
Catur mengakui bahwa menjalani peran sebagai seorang ibu sekaligus wanita karier
tidaklah mudah. Hingga saat ini ia pun masih terus belajar untuk menyeimbangkan
antara keluarga dan karier.
Untungnya, ia menikah dengan sesama karyawan RAPP yang juga membidangi kehutanan.
Alhasil, keduanya bisa saling mendukung agar tercipta keseimbangan tersebut. Ia pun
sempat meluangkan waktu untuk pulang ke rumah menemui anaknya saat jam makan siang.
"Terus terang saat ini saya masih belajar untuk menyeimbangkan antara keduanya.
Beruntung suami saya selalu memberi support agar keluarga tetap nyaman dan target
kerjaan tercapai," ucapnya.
Senada dengan Catur, Jayanti Primades yang merupakan karyawan RAPP di bidang
Business Continuous Improvement Department (BCID) ini menyatakan jika seorang
perempuan apalagi yang telah menjadi ibu harus mempersiapkan mental ketika
memutuskan untuk menjadi wanita karier. Pasalnya, mereka memiliki tantangan untuk
menyeimbangkan peran dalam mengembangkan perusahaan dan buah hati.
"Terkadang, saya sedih karena tidak bisa mendampingi aktivitas anak sehari-hari.
Kalau tidak siap mental, kita akan selalu kepikiran si kecil di rumah sehingga tidak
fokus dalam bekerja," ucapnya.
Ibu muda ini pun memiliki resep tersendiri dalam mengatasi tantangan tersebut.
Menurutnya, sikap profesional merupakan kunci untuk menjawab hal tersebut. "Kalau
memang sedang bekerja, kita fokus dengan kerjaan. Lalu saat tiba di rumah kita fokus
dengan keluarga," ungkapnya.
Wanita yang bergabung di RAPP pada tahun 2013 lewat program Graduate Trainee ini pun
bersyukur karena pihak perusahaan selalu memfasilitasi setiap kebutuhan karyawan.
Salah satunya adalah dengan menyediakan perumahan di lingkungan kerja. Hal tersebut
sangat membantu karena ia bisa memiliki waktu lebih lama untuk bersama dengan
keluarga.
Selain itu, RAPP kerap melaksanakan kegiatan yang melibatkan keluarga karyawan. Di
sisi lain, perusahaan yang berada di bawah naungan APRIL ini pun membuka kesempatan
yang besar bagi karyawan untuk berkembang dengan tidak membeda-bedakan gender. Dalam
mengembangkan karier dan perusahaan, ibu satu anak ini terinspirasi oleh Maria
Skodowska-Curie yang merupakan ahli dalam bidang fisika dan matematika dan merupakan
pemenang hadiah Nobel dua kali, yakni fisika pada tahun 1903 dan kimia pada 1911.
Ia mengisahkan jika Marie-Curie harus sembunyi-sembunyi untuk belajar karena
diskriminasi gender yang menimpa dirinya sebagai seorang perempuan. Pada tahun 1891
Marie melanjutkan studi tentang fisika dan matematika di Universitas Sorbonne. Baru
setelah pergi ke Paris, dia bisa lebih leluasa untuk melakukan riset.
"Saya terinspirasi dengannya. Dia memiliki sifat pekerja keras dan tak pantang
menyerah dalam menggapai mimpi. Saya rasa setiap perempuan di dunia ini bisa
melakukan hal yang sama dengannya untuk mewujudkan cita-cita," pungkasnya. (rls)