×
HOME / Ekonomi
Tersumbat Kanal Parit PT. CPI Diduga Penyebab Banjir Sejumlah Titik Badan Jalan Kota Duri
Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:59:00 WIB
Editor : admin | Penulis : admin

Duri (Riauoke.com) - Keluh kesahnya Masyarakat Mandau akibat banjir di sejumlah titik ruas Badan Jalan Protokol di Kota Duri, di duga penyebabnya akibat tersumbatnya aliran air di Kanal Parit milik PT. Chevron Pasific Indonesia, CPI Duri, yang melintasi di sepanjang pemukiman Masyarakat berbatas drainase Warga dengan Kanal pagar Ladang Minyak milik PT CPI Duri.

Seperti diketahui bahwa Kota Duri, Kecamatan Mandau, merupakan daerah penghasil migas yang ditandai dengan berdirinya tugu dua juta barrrel pada tahun 2006 lalu di Duri. Pencapain produksi minyak ini dihitung sejak tahun sejak tahun 1958.


Tapi sangat disayangkan tidak seiring dengan pembangunan di kota tersebut. Beberapa jalan utama dan kanal atau parit masih rusak dan tidak berfungsi dengan baik sebagaimana keluhan warga berikut ini, Penghasilan Jutaan Barrel Minyak Bumi, Jalan di Tengah Kota Ini Rusak Parah.



PT CPI Klaim Telah Bantu Bersihkan Drainase

Sonitha Poernomo selaku Manager Corporate Communications PT Chevron Pacific Indonesia, melalui Okta Herifandi Humas PT. CPI -Duri pada Jumat (14/06/19) menyampaikan lewat WhatsApp nya, bahwa  perusahaan itu telah berkomunikasi dan memberikan masukan kepada dinas terkait pada 2018 lalu. Drainase di Kota Duri merupakan fasilitas umum sehingga perawatan maupun perbaikannya menjadi kewenangan dan tanggung jawab dinas yang terkait.

PT CPI beberapa kali membantu pembersihan drainase di daerah Duri-13, terakhir kali pada 2017 lalu.

Menurut hemat PT CPI, agar penanganannya menyeluruh dan permanen, dinas terkait perlu mempertimbangkan untuk melakukan studi penataan drainase di Kota Duri, termasuk menyangkut masalah topografi.

Selain itu, penanganan banjir di Kota Duri juga memerlukan partisipasi masyarakat dengan cara tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyebabkan tersumbatnya drainase.

Baca :

Wakil Rakyat Tetap Harapkan Partisipasi PT CPI

Sementara itu Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis asal Dapil Mandau Nanang Haryanto SH, saat dimintai pendapatnya  mengatakan, "Berdasarkan hasil pantauan kami, (red. survei) kanal Parit PT CPI Duri sudah dangkal sehingga aliran buangan air dari parit Masyarakat ke dataran yang paling rendah tersumbat. Kita menduga inilah penyebab banjir di sejumlah titik di Kota Duri," katanya.

"Kita sangat berharap, pihak PT CPI Duri segera melakukan normalisasi kanalnya yang mengelilingi pagar Ladang Minyak serta melintas di pemukiman masyarakat, mulai dari Kelurahan Gajah Sakti, Kelurahan Duri Timur, Kelurahan Babusalam, Kelurahan Air Jamban, Desa Batang Dui dan Desa Pematang Obo, untuk mengatasi banjir di pemukiman penduduk."


"Memang benar parit yang ada di pemukiman masyarakat adalah tanggung jawab pemerintah, namun penyebabnya Kanal Chevron sudah dangkal dan menyumbat aliran buangan air dari parit masyarakat ke dataran rendah. Ini yang menjadi persoalan tersendiri," terusnya.

Ia juga mengakui bahwa PT CPI telah melakukan upaya normalisasi terhadap kanal itu. "Apa yang disampaikan PT. CPI Duri itu tidak salah. Tetapi itu sekitar tahun 2010 dan 2011 lalu. Sekarang ini berdasarkan hasil pantauan kami di lapangan, kanal di sepanjang pagar PT. CPI Duri itu sudah dangkal kembali, sehingga di saat musim penghujan seperti ini, air parit warga tersumbat dan meluber ke badan jalan protokol Kota Duri, karena panel kontrol air yang dibangun Pemkab Bengkalis tidak mampu menampung debit airnya yang begitu banyak sehingga tergenang di badan jalan.
Drainase Kota Duri memang benar tanggung jawab pemda. Drainase itu ada di sepanjang Jalan Hangtuah dan Jenderal Sudirman, tapi kanal PT CPI yang berbatas dengan masyarakat itu tanggung jawab PT CPI," ujarnya lagi. er


Pilihan Editor
Berita Lainnya
Ekonomi
Nasional
Internasional
Travelling
Daerah