Kedatangan material ini menjadi sinyal dimulainya pekerjaan fisik di lapangan. Proses perbaikan akan diawali dengan pemasangan tiang pancang di bagian luar bahu jalan, diikuti dengan pemasangan sheet pile dan geobag.
Material-material ini dirancang untuk memperkuat struktur tanah dan berfungsi sebagai penahan tambahan bagi bahu jalan yang rawan longsor. Diharapkan, dengan struktur yang lebih kokoh, ancaman abrasi sungai dapat diminimalisir.
Selama masa pengerjaan, Ludfi memastikan bahwa aktivitas lalu lintas di jalan lintas Rengat-Tembilahan tidak akan terganggu. Ia menegaskan tidak ada penutupan jalan karena seluruh proses pemasangan tiang pancang dan material lainnya akan dilakukan menggunakan ponton dari arah sungai. Metode ini dipilih untuk meminimalisir dampak terhadap kelancaran arus kendaraan.
"Kita upayakan secepatnya termasuk masa pengerjaan. Nanti untuk pemasangan spun pile dan sheet pile menggunakan ponton sungai," tambah Ludfi, menegaskan efisiensi dan kecepatan penanganan yang menjadi prioritas. Pemanfaatan jalur air diharapkan dapat mempercepat proses konstruksi tanpa mengganggu kenyamanan pengguna jalan darat.
Penyebab utama keretakan bahu jalan ini diidentifikasi akibat abrasi sungai. Kondisi Sungai Indragiri yang sedikit melengkung di titik tersebut menyebabkan tendangan arus air secara terus-menerus mengarah langsung ke bahu jalan, memicu erosi dan melemahkan struktur tanah di sekitarnya. Perbaikan ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang terhadap masalah abrasi di ruas jalan krusial tersebut.[]mcr