"Pendidikan sejatinya tidak memberikan perbedaan," pungkasnya, diiringi penampilan tari Randai Kuantan dari mahasiswa disabilitas yang diikuti oleh Menteri dan para undangan.
Rektor Unilak menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menteri dan menyoroti komitmen Unilak sejak 2022 dalam menerima mahasiswa disabilitas. Ia menjelaskan Unilak membuka Program Studi Pendidikan Khusus, bahkan saat moratorium, demi memberikan kesempatan pendidikan tinggi.
"Sebagian besar mahasiswa disabilitas di Unilak memilih Prodi Bisnis Digital. Mereka menerima beasiswa Adiks, Pemda, dan Unilak, serta didukung Pusat Layanan Psikologi dan Disabilitas serta program relawan mahasiswa," ujarnya.
Meski demikian, Prof. Junaidi mengakui tantangan besar dalam penempatan kerja bagi lulusan disabilitas. Ia menyerukan perubahan sudut pandang, dari melihat keterbatasan menjadi melihat kemampuan, serta menekankan peran kolaboratif perguruan tinggi, pemerintah, dan swasta untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi disabilitas.[]mcr