Gubri sampaikan, di era globalisasi dan digitalisasi ini perpustakaan harus diperlakukan lebih dari sebatas bangunan. Meskipun sudah ada perpustakaan digital, ada banyak wawasan yang bisa diperdalam lewat perpustakaan.
Sementara itu Regional Manager Agung Toyota Wilayah Barat, Mahmud Fauzi menjelaskan bahwa pembangunan perpustakaan ini adalah sebuah komitmen guna mendukung dunia pendidikan dan dampak sosial di sekitarnya. Tentunya tidak mengecilkan tujuan melestarikan lingkungan lewat pembangunan menggunakan limbah plastik dan serat alami.
"Dibangunnya perpustakaan dengan material ramah lingkungan juga untuk mengajarkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan sejak dini," ungkapnya.
Dengan adanya kesadaran sejak dini tersebut, bukan hanya fasilitas belajar saja yang semakin memadai. Namun, hal itu bisa menjadi inspirasi untuk terus membawa dampak positif di dunia pendidikan dan lingkungan.
"Semoga setiap langkah selaras dengan nilai masa depan yang berkelanjutan," tutupnya.[]mcr