Selain membahas pengelolaan keuangan negara, rapat juga menyinggung sejumlah isu strategis menjelang kunjungan kenegaraan Presiden ke Australia. Dalam kunjungan singkat selama satu hari itu, Presiden dijadwalkan membahas penguatan kerja sama ekonomi, pertahanan, dan investasi antara Indonesia dan Australia.
Kunjungan ini dinilai memiliki arti penting dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara. Pemerintah berharap, hasil pertemuan di Sydney dapat membuka peluang baru bagi peningkatan perdagangan dan kerja sama strategis yang saling menguntungkan.
Usai memimpin rapat di Halim Perdanakusuma, Presiden Prabowo langsung bertolak menuju Sydney dengan menggunakan pesawat kepresidenan. Sejumlah pejabat turut mendampingi dalam perjalanan tersebut, menandai komitmen pemerintah dalam menjaga kesinambungan antara kebijakan dalam negeri dan diplomasi luar negeri demi kemajuan bangsa.[]rls