Kapolsek Bandar Seikijang, Iptu Bambang Saputra, menyampaikan pandangan senada. Ia menilai penyelenggaraan kegiatan perkemahan dalam kondisi cuaca ekstrem berisiko tinggi dan tidak mendapatkan rekomendasi keamanan dari kepolisian. Karena itu, ia menyatakan tidak dapat mengeluarkan izin keramaian untuk kegiatan tersebut.
Dukungan untuk menunda perkemahan juga disampaikan Datuk Batin Kerinci, Suranto Gandra. Sebagai pemuka adat, ia menilai bahwa dua bulan ke depan merupakan masa yang tidak tepat untuk kegiatan besar di luar ruangan, terutama karena banyak daerah di Sumatra sedang dilanda musibah. “Sebagai orang tua, saya tidak memberikan izin. Saudara kita sedang berduka, dan cuaca pun tidak bersahabat,†ujarnya.
Berdasarkan masukan dari camat, kapolsek, dan pemuka adat, Kwaran Bandar Seikijang akhirnya memutuskan bahwa Perkemahan GALAKSI 2025 ditiadakan. Kegiatan tersebut dijadwalkan ulang ke awal tahun 2026, dengan catatan situasi cuaca dan keamanan memungkinkan. “Keputusan ini kami ambil demi keselamatan bersama,†ungkap perwakilan panitia, Basir.
Kwartir Ranting Bandar Seikijang berharap penundaan ini tidak mengurangi semangat para peserta didik, pembina, dan satuan pendidikan dalam mendukung kegiatan kepramukaan. GALAKSI dijadwalkan menjadi agenda besar di awal 2026, sekaligus menjadi momentum kebangkitan semangat Pramuka di Kecamatan Bandar Seikijang.[]bsr