Pekanbaru, riauoke.com-Kejuaraan Nasional RJ Series TdP III mencatat antusiasme tinggi dari insan tenis Tanah Air. Hingga Kamis, 22 Januari 2026, tercatat 171 peserta telah resmi terdaftar dan jumlah tersebut diperkirakan bertambah hingga 200 petenis, seiring proses pembaruan PNP Januari yang masih berjalan.
Ratusan atlet yang ambil bagian berasal dari berbagai provinsi dan daerah, antara lain Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, Bengkalis, Medan, Pekanbaru, Dumai, Siak, Kuansing, Payakumbuh, Kota Solok, Kabupaten Solok, Padang, Padang Panjang, Sijunjung, Sawahlunto, Pematangsiantar, Pesisir Selatan, Labuhan Batu, Rokan Hilir, Kampar, hingga Kota Pariaman. Keikutsertaan atlet dari wilayah yang luas ini menunjukkan tingginya minat dan perkembangan pembinaan tenis, khususnya di wilayah Sumatera.
Para peserta mewakili beragam klub, sekolah tenis, dan komunitas, di antaranya ETEK Pekanbaru, ATN Riau, Pelti Siak, Pelti Pessel, Pelti Dumai, Pelti Kuansing, Pelti Pekanbaru, TTC Bumi BOS, Erik Club, KJPDM Dumai, Politenis Camp, Bluetown Tennis Club, Faridh Tennis Champ, BRTC Pematangsiantar, PATEN Payakumbu, KTC Labuhanbatu, TJM Labuhanbatu, BTC Bengkalis, NRTC Pekanbaru, Nayo Tennis Club, Semen Padang Tennis Club, Iwan Tennis School, Faztec, GTA Pekanbaru, ABG, DTC Duri, serta atlet dari kategori non-klub yang langsung mewakili Pelti daerah setempat. Keberagaman latar belakang ini menegaskan inklusivitas kejuaraan dan peran aktif klub-klub daerah dalam pembinaan atlet.
Kejurnas RJ Series TdP III mempertandingkan kategori usia lengkap, mulai dari usia 8, 10, 12, 14, 16, hingga 18 tahun, baik putra maupun putri. Selain kategori junior, kejuaraan ini juga menghadirkan nomor Ganda Prestasi (GPA) Senior, yang menjadi salah satu fokus utama penyelenggaraan tahun ini.
Turnamen ini digagas oleh Dr. Rices Jatra, M.Pd, seorang akademisi dan praktisi tenis lapangan. Ia merupakan dosen Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Islam Riau (UIR), sekaligus aktif sebagai referee nasional, wasit Pre Level II ITF dan Pelatih Tennis (Tennis Lesson UIR). Latar belakang akademik dan pengalamannya di lapangan menjadikan konsep kejuaraan ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pada keberlanjutan pembinaan atlet. Karena tiada prestasi tanpa kompetisi.