"Kami sebagai pemerintah daerah berharap ke depannya jika ada acara Balimau Sultan atau mandi Balimau di Tanjung Bunga, diadakan sosialisasi dan koordinasi terlebih dahulu dengan para batin. Tujuannya agar jadwal acara tidak bentrok," ujar H. Zukri Misran dalam penyampaiannya.
Bupati Zukri menyadari bahwa para batin juga memiliki tanggung jawab moral untuk melaksanakan tradisi di kecamatan masing-masing, seperti prosesi saling bermaafkan antara mamak dengan kemenakan, suami dengan istri, hingga karyawan dengan pimpinan. Oleh karena itu, sinkronisasi jadwal menjadi kunci agar seluruh elemen adat bisa berkumpul di tingkat kabupaten tanpa meninggalkan kewajiban di wilayahnya.
Beliau juga mengajak seluruh pihak untuk membuang ego sektoral demi memperkuat tali silaturahmi di masa mendatang. Menurutnya, esensi dari Balimau adalah pembersihan diri dan penguatan hubungan antarmanusia, baik antara pejabat dengan masyarakat maupun antarkeluarga.
“Kalau bisa, tahun depan kita adakan Balimau Kasai Potang Mogang secara terpadu di Tepian Sungai Kampar, Kelurahan Langgam. Kita hilangkan ego masing-masing. Dengan kebersamaan, kita bisa menjalankan tali silaturahmi yang lebih erat antara bupati dengan masyarakat, bupati dengan kepala dinas, serta semua pihak se-Kabupaten Pelalawan,†pungkasnya.[]srt, spr