"Kita melaksanakan ini untuk mencucikan diri dari segala dosa, baik itu Hablum Minallah maupun Hablum Minannas. Kalau dosa kepada Allah kita bisa bertaubat, tapi kalau kepada manusia kita harus saling meminta maaf secara langsung agar kita menjalani ibadah puasa dalam keadaan bersih," ujar Budi Hartoyo SH di sela-sela kegiatan.
Setelah rangkaian doa selesai, acara ditutup dengan tradisi bersalam-salaman massal. Momen ini menjadi puncak dari kegiatan ziarah, di mana setiap warga saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan. Tradisi ini dianggap krusial untuk menggugurkan khilaf dan salah yang mungkin terjadi selama setahun terakhir, sehingga setiap jiwa merasa ringan saat memasuki bulan puasa.
Warga berharap agar semangat kebersamaan ini terus terjaga hingga masa-masa mendatang. Dengan berakhirnya kegiatan ziarah dan gotong royong ini, masyarakat Bandar Seikijang kini siap menyambut Ramadan 2026 dengan hati yang lapang. Semoga amal ibadah puasa tahun ini diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.[]srt, sup