
“ASN sudah banyak yang menggunakan jargas pada tahap awal. Mereka dapat menjadi contoh bagi masyarakat bahwa gas bumi aman, murah, dan efisien,” jelasnya.
Sementara itu, Construction Area Superintendent yang ditugaskan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Musdelfie, mengatakan rapat koordinasi tersebut bertujuan memvalidasi data calon pelanggan jargas di Pangkalan Kerinci.
Menurutnya, masih terdapat keterbatasan pemahaman masyarakat mengenai manfaat penggunaan gas bumi, sehingga peran pemerintah daerah sangat penting, terutama melalui forum RT dan RW yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.
Ia menambahkan, secara konstruksi pembangunan jaringan gas di Pangkalan Kerinci telah mencapai sekitar 95 persen. Namun, program ini masih menghadapi kendala pada jumlah calon pelanggan yang belum memenuhi target.
Dari target 3.076 sambungan rumah, masih terdapat sekitar 900 calon pelanggan yang belum tervalidasi.