
Hal senada disampaikan Elvita Sinaga. Perempuan kelahiran 1980 itu mengaku perjalanan hidup yang berat membawanya menemukan ketenangan dalam Islam.
Elvita yang sebelumnya merupakan seorang janda kini menjalani kehidupan bersama suami muslim dan merawat dua anak sambung.
“Cobaan hidup memang berat dulu, saya anak yatim piatu dan berjuang sendiri untuk sekolah adik-adik saya. Bahkan setelah menikah pertama dulu, saya juga tidak bahagia. Tapi sekarang saya merasa lebih tenang. Anak-anak sambung saya juga sangat baik dan sayang kepada saya walaupun mereka masih memiliki ibu kandung,” katanya.
Sementara itu, Sinta Yanti yang kini berusia 51 tahun mengaku mendapatkan kekuatan baru setelah memeluk Islam pada tahun 2023 bersama keempat anaknya.
Setelah sang suami meninggal dunia, Sinta harus menjalani hidup seorang diri sambil membesarkan anak-anaknya. Namun menurutnya, pembinaan dari Rumah Mualaf Pekanbaru membuat dirinya semakin kuat menjalani kehidupan. Ia sehari-hari bekerja di jasa pengiriman barang.