
Sementara itu, Robi Armilus menyampaikan bahwa praktikum lapangan menjadi bagian penting dalam pembelajaran Sosiologi Politik.
“Praktikum ini tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran akademik, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan literasi politik dan membangun kesadaran politik mahasiswa. Dengan melihat langsung proses kerja lembaga penyelenggara pemilu, mahasiswa dapat memahami dinamika demokrasi secara lebih kritis dan objektif,” jelas Robi Armilus.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota KPU Provinsi Riau Divisi Teknis Penyelenggaraan Nahrawi, S.Ag., anggota KPU Provinsi Riau Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM Nugroho Noto Susanto, S.IP., M.Si., serta Kepala Bagian Parmas dan SDM Sudarsono, S.H.
Dalam kesempatan tersebut, Nahrawi menjelaskan secara singkat mengenai pelaksanaan Pemilu dan Pilkada tahun 2024 di Provinsi Riau serta tahapan penyelenggaraan pemilu di daerah. Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
Selanjutnya, Nugroho Noto Susanto memaparkan materi bertema KPU sebagai Pilar Demokrasi Indonesia: Birokrasi, Tata Kelola, dan Kerangka Hukum Kepemiluan. Ia menekankan pentingnya perguruan tinggi sebagai ruang pembentukan kesadaran demokrasi bagi generasi muda.