×
HOME / Nasional
Hari Kependudukan Dunia 2026: Generasi Muda Ingin Berkeluarga, Namun Terbentur Hambatan Sistemik
Kamis, 9 Juli 2026 | 19:32:00 WIB
Editor : hakim | Penulis : rls
(Dari kiri) Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, dan Kepala Perwakilan UNFPA Indonesia Hassan Mohtashami hadir sebagai pembicara dalam Konferensi Pers Hari Kependudukan Dunia 2026 di Jakarta, Rabu (8/7/2026). Pertemuan ini menekankan kolaborasi erat dalam membangun ekosistem yang aman, setara, dan mendukung pemberdayaan generasi muda. | ©️ UNFPA Indonesia/Itsnain G. Bagus

JAKARTA (Riauoke.com)– Dalam rangka memperingati Hari Kependudukan Dunia (HKD) 2026, Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) merilis temuan global terbaru, Demographic Futures Survey yang diluncurkan secara global pada 7 Juli 2026. Laporan ini mengungkapkan sebuah fakta penting: mayoritas generasi muda di dunia—termasuk di Indonesia—memiliki aspirasi yang kuat untuk berkeluarga, namun pilihan mereka sering kali terhalang oleh hambatan sistemik, terutama ketidakamanan ekonomi dan keterbatasan akses perumahan.

Mengusung tema global "Mewujudkan harapan dan aspirasi orang muda — hari ini dan untuk masa depan," HKD 2026 menjadi momentum untuk membongkar mitos bahwa generasi muda saat ini menolak kehidupan berkeluarga. Survei yang melibatkan 100.000 orang muda berusia 18-39 tahun di 73 negara ini justru menunjukkan bahwa 81% responden menganggap keamanan finansial sebagai prasyarat utama untuk menjalin hubungan, sementara 57% mengidentifikasi kendala ekonomi dan perumahan sebagai hambatan utama.

"Temuan ini menegaskan bahwa penurunan fertilitas bukanlah cerminan dari ketidakmauan untuk berkeluarga," ujar Kepala Perwakilan UNFPA di Indonesia Hassan Mohtashami. "Orang muda ingin memiliki masa depan yang stabil. Ketika mereka menunda untuk berkeluarga, itu adalah respons rasional terhadap kondisi yang belum mendukung, seperti ketidakstabilan ekonomi dan kurangnya dukungan sosial. Kita harus memastikan lingkungan yang suportif melalui kebijakan yang berbasis hak."

Baca :

Pemerintah Indonesia terus memperkuat berbagai kebijakan untuk memastikan generasi muda Indonesia memiliki kesempatan yang setara dalam merencanakan masa depan, termasuk membangun keluarga sesuai aspirasi mereka. Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., yang diwakili Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos., pada Konferensi Pers Hari Kependudukan Dunia (HKD) 2026 di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Rabu (08/07/2026).

Wamen Isyana menegaskan bahwa generasi muda memegang peran sentral dalam pembangunan bangsa. "Generasi muda bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi sebagai mitra utama dalam menentukan arah pembangunan itu sendiri," ujarnya. Mereka, lanjut Wamen Isyana, membawa harapan, aspirasi, kreativitas, dan potensi besar yang perlu didukung lewat kebijakan yang berpihak serta lingkungan yang memungkinkan mereka berkembang secara optimal.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
ekonomi
PPN Sumbagut Terus Perkuat Distribusi BBM di Sumatera Utara
Rabu, 15 Juli 2026 | 09:07:00 WIB
Ekonomi
Nasional
Internasional
Gambar Artikel
Asia Dorong Produksi Akuatik ke Rekor Tertinggi
Rabu, 17 Juni 2026 | 15:20:00 WIB
Travelling
Daerah
Gambar Artikel
Kapolri Salurkan Pupuk dan Sembako untuk Petani...
Minggu, 12 Juli 2026 | 16:09:00 WIB