
"Apakah ini akan kita biarkan untuk kemudian menjadi monumen sepanjang masa sebagai bukti kegagalan pemerintah dalam membangun? Tentu kita tidak mau itu terjadi, makanya kami ambil sisi positifnya untuk kita duduk bersama agar ini bisa dilanjutkan," kata putra asal Desa Pulau Payung ini.
Dalam kesempatan yang sama, Datuk Godang Pucuk Adat Kenegerian Rumbio H.Edi Susanto yang saat ini Kabid Hukum Setdako Pekanbaru, memaparkan histori ulayat pasar di Kenegerian Rumbio.
"Berangkat dari nilai historis dan ulayat Pasar Rumbio, dimana ada masjid tua ditepian sungai yang lebih 50 tahun menjadi kebanggaan masyarakat Rumbio, sudah direlakan masyarakat untuk dikosongkan demi berdirinya jembatan ini, namun hingga hari ini tiang pancang jembatan tak jelas kapan akan dilanjutkan," katanya yang diperkuat oleh Sekretaris Tim Muaslam, seraya mengatakan hampir tiap hari dia disindir masyarakat saat minum di kedai kopi karena dimasa suksesi, dirinya merupakan Tim Sukses pasangan terpilih.
"Biarlah bapak mengorbankan seluruh rencana pembangunan di bidang-bidang lain untuk Kenegerian Rumbio, biarlah bapak tidak membangun 100 masjid, karena rumah ibadah bisa dibangun masyarakat, tapi selesaikanlah jembatan ini, wujudkanlah karena tiap duduk di kedai kopi selalu itu yang dibicarakan masyarakat," pinta Muaslam.
Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kampar dari Fraksi Partai Amanat Nasional yang juga putra asal Rumbio Zulpan Azmi menyampaikan komitmennya bersama Parlemen asal Rumbio lainnya baik di DPRD Kampar maupun di DPRD Riau untuk mendukung anggaran kelanjutan pembangunan jembatan ini.