
Selain itu, UAS juga mengingatkan, tidak ada opini publik tetapi yang harus ada itu opini yang selalu dipublikasikan. Tergantung siapa yang mempublikasikannya. Sesuatu yang batil kalau terus diberitakan betul, akan bisa menjadi betul. "Harus hati-hati memberitakan, karena yang batil bisa menjadi betul yang betul bisa menjadi batil," kata UAS.
Karena itu Ustadz Abdul Somad menilai peran JMSI sangat besar untuk mencerahkan umat, karena JMSI adalah perkumpulan perusahaan media yang berita-beritanya mampu mempengaruhi cara berpikir masyarakat. "Begitu besarnya peran JMSI. Mudah-mudahan JMSI semakin bersemangat untuk mencerahkan Indonesia. Mudah-mudahan bermanfaat untuk Umat dan Bangsa," kata UAS.
Sementara Ketua Panitia Bidang JMSI Riau Award, Dr. Syafriadi mengatakan, Award ini adalah penghormatan kepada Ustadz Abdul Somad, figur yang melalui ilmu, keteladanan, dan komunikasi publiknya berhasil menjadi rujukan masyarakat dalam memahami persoalan keagamaan, kebangsaan, dan kehidupan sosial.
"Penghargaan ini tidak diberikan karena popularitas semata, melainkan karena kemampuan menghadirkan pesan-pesan keislaman yang mencerdaskan, menyejukkan, dan membangun kesadaran publik," kata Syafriadi.
Menurut Syafriadi, kehadiran UAS di berbagai ruang dakwah, baik secara langsung maupun melalui media digital, telah menjadikan pemikiran dan pandangannya didengar oleh jutaan masyarakat. Dalam posisi tersebut, UAS tidak hanya berperan sebagai penceramah, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan nilai-nilai Islam dengan dinamika kehidupan modern.