
"Kalau sudah remaja, sudah punya power bersaing, sudah bisa mendahului Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) lain yang usianya lebih tua. Tapi kita harus tetap berpegang teguh bahwa Muhammadiyah adalah organisasi dakwah, amar maruf nahi munkar. Jangan sampai Muhammadiyah kehilangan jati dirinya. Harus menjadi organisasi yang layak, harus menjadi organisasi yang sehat untuk masyarakat," tuturnya.
Di lokasi yang sama, Rektor Umri, Dr Saidul Amin menjelaskan, jumlah mahasiswa Umri di usia ke 18 sudah mencapai 13 ribu lebih. Penerimaan mahasiswa baru setiap tahunnya juga terus meningkat.
"Target kita tahun ini mahasiswa Umri bisa mencapai 3.500 orang. Kita sudah membangun banyak gedung dengan jumlah anggaran Rp 141 miliar lebih. Kita tidak pakai hutang, kita tidak pakai SPP tapi kita lahirkan dengan cara berwakaf," kata Saidul.
Saidul pun menuturkan, meski mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, namun demi kemajuan sarana dan prasarana, Umri juga merencanakan pembebasan lahan seluas 3 hektar untuk nantinya digunakan dalam Pembangunan Sportorium Umri yang memiliki kapasitas 3.500 orang.
"Sampai hari ini kita banyak mendapatkan kepercayaan dari orang, khususnya (pembangunan) gedung wakaf. Alhamdulillah gedung itu selesai tepat pada waktunya. Dari Rp 17 miliar yang yang di swakelola, hanya Rp 15 miliar yang dipakai. Selain itu Mahmud Marzuki Tower juga membutuhkan biaya lebih kurang Rp 70 miliar," ungkapnya.